Friday, February 19, 2010

Merancang Pola pakaian

Pengertian Pola dasar
Apabila anda ingin membuka usaha Rumah Fashion atau Fashions House , anda harus tahu cara membuta pola pakaian. Setiap Desain Pakaian memiliki pola tersendiri, apakah itu Desain Kebaya, Desain Gaun maupun Desain Kostum, karena dari pola itulah nanti terbentuk pakaian.
Pola atau Patern dalam menjahit adalah potongan kain atau kertas yang dipakai sebagai contoh untuk membuat baju, pada saat kain digunting. Potongan kain atau kertas tersebut mengikuti ukuran
Desain Kostum bentuk badan dan model tertentu.

Pola dasar terdiri dari :
-Pola badan bagian atas, dari bahu sampai ke pinggang, biasanya disebut pola badan bagian muka dan belakang.-Pola bagian bawah, dari pinggang sampai lutut atau sampai mata kaki. Atau biasa disebut pola dasar rok muka dan belakang.-Pola lengan, dari lengan bagian atas atau bahu terendah sampai siku atau pergelangan, biasa disebut pola dasar lengan.-Adapula pola badan atas dengan pola badan bawah yang menjadi satu biasa disebut pola dasar gaun atau baju terusan.
Mengambil ukuran badanPada waktu mengambil ukuran, model atau orang yang diukur harus berdiri dengan sikap tegak lurus supaya ukuran yang diambil tepat.Sebelumnya ikatlah tali ban atau ban elastic kecil dengan lebar tidak lebih dari 2 cm pada pinggang sebagai batas badan atas dan bawah. Perhatikan benar agar letak tali tepat di tempatnya dan tidak berkelok-kelok.Bagian Tubuh yang di ukur :
  1. Lingkar Leher (LL) diukur sekeliling batas leher bawah, dengan meletakkan jari telunjuk di tekuk leher atau diukur dan di tambah 1 cm
  2. Lingkar Badan (LB) diukur sekeliling badan atas yang terbesar, melalui puncak dada, diukur pas ditambah 4 cm atau dengan menyelakan 4 jari.
  3. Lingkar Pinggang (LPc) diukur sekeliling pinggang pas.
  4. Tinggi Panggul (TPa) diukur dari bawah ban pinggang sampai batas panggul.
  5. Lingkar Panggul (LPa) diukur sekeliling panggul atau badan bawah yang terbesar, diukur pas, kemudian ditambah 4 cm atau diselakan 4 jari.
  6. Panjang Punggung (PP) diukur dari tulang leher belakang yang menonjol kebawah sampai dibawah ban pinggang.
  7. Lebar Punggung (LP) diukur dari tulang leher belakang yang menonjol turun 9cm lalu diukur datar dari batas lengan kiri sampai kanan.
  8. Panjang Sisi (PS) diukur dengan menyelakan penggaris dibawah ketiak, kemudian diukur dari dari batas penggaris kebawah sampai bawah ban pinggang dikurangi 2 sampai 3 cm
  9. Panjang Muka(PM) diukur dari lekuk leher di tengah muka ke bawah samapi di bawah ban pinggang.
  10. Lebar Muka (LM) diukur 5 cm di bawah lekuk leher tengah muka, lalu diukur datar dari batas lengan kiri sampai kanan.
  11. Tinggi dada (TD) diukur dari bawah ban pinggang tegak lurus ke atas sampai puncak buah dada.
  12. Lebar Bahu (LB) diukur dari lekuk leher di bahu atau bahu yang paling tinggi sampai titik bahu yang terendah atau paling ujung.
  13. Ukuran Uji (UU) atau ukuran control, diukur dari tengah muka dibawah ban serong melalui puncak dada ke puncak lengan terus serong ke belakang sampai tengah belakang pada bawah ban.
  14. Panjang rok muka, sisi dan belakang diukur dari bawah ban sampai panjang yang dikehendaki.
  15. Lingkar lubang lengan (LLL) diukur sekeliling lubang lengan tanpa lengan dan di tambah 4 cm untuk lubang lengan yang akan dipasangkan lengan.
  16. Panjang lengan pendek (PLPd) diukur dari puncak lengan ke bawah sampai kira2 3 cm di atas siku.
  17. Panjang lengan panjang (PLP) diukur dari puncak lengan ke bawah sampai pergelangan.
  18. Lingkar lengan panjang (LLP) lingkar pergelangan diukur melingkar pergelangan pas ditambah 3 cm.
Alat dan bahan untuk membuat Pola
  1. Pita Ukur, dipakai untuk mengambil ukuran badan maupun untuk menggambar pola. Pita ukur dibuat dengan ukuran satuan sentimeter dan inci.
  2. Buku pola atau buku kostum, berukuran folio dengan lembar halaman berselang-seling bergaris dan polos. Lembar bergaris untuk mencatat ukuran dan keterangan, sedang lembar polos untuk menggambar pola dalam skala
  3. Skala atau ukuran perbandingan adalah ukuran yang digunakan untuk mengukur pada waktu menggambar pola pada buku pola. Skala ini terbuat dari karton berbentuk penggaris dengan berbagai ukuran 1:2, 1:3, 1:4, 1:6 dan 1:8
  4. Pensil hitam untuk menggambar garis2 pola asli
  5. Pensil merah untuk menggambar garis pola jadi bagian muka
  6. Pensil biru untuk menggambar garis pola jadi bagian belakang
  7. Penggaris lurus, penggaris siku dan penggaris bentuk panggul, leher dan lengan.
  8. Karet penghapus
  9. Kertas sampul coklat untuk merancang bahan dan menggambar pola ukuran besar atau ukuran sesungguhnya. Garis2 memanjang yang terdapat pada kertas diumpamakan sebagai arah serat kain memanjang
  10. Gunting kertas untuk menggunting kertas pola kecil maupun besar.
Sumber: iissukendar.multiply.com

Saturday, February 13, 2010

Jiwa kanak-kanak orang dewasa

Bismillahirrohmanirrohim...

Dalam diri tiap orang pasti terselip jiwa kekanak-kanakkan. Sensitif, pemalu, kecemasan, ketergantungan, serta losing sense of secure.

Pernahkah anda demikian?

Ehm, pada awal dan mulanya kita semua adalah seorang anak-anak.  kemudian ketika kita tumbuh dewasa bapak dan ibu bilang, "Engkau sudah besar, harus belajar untuk tegar dan mandiri."

Dalam lingkup sekolahan ibu guru berkata, "Maju dan jawab dengan suara jelas dan lantang."

Kemudian seorang teman mengejek kita, " ieh udah gedhe masih minta di gendong mamanya, malu dong ya... "
Akhirnya pelan-pelan kita berusaha sekuat tenaga untuk tidak lagi merasa sensitif terhadap apa yang lingkungan berikan dan ucapkan pada kita, untuk tidak selalu bergantung serta selalu merasa cemas kemudian menghilangkan suatu perasaan ketidak amanan terhadap sesuatu, lalu benarkah diri kita telah benar-benar terlepas dari perasaan tersebut?

Sehingga ketika kita merasa ketakutan terhadap satu hal, kita memaksa sekuat tenaga untuk berubah menjadi berani.
Ketika ngerasa need some of hug, kita kadang masih mencoba untuk bersikap cool. dengan reaksi muka meneriakkan, I don't need at all coz im independent person. ups...
Bahkan ketika terluka sekalipun... you always said with ur self...  im ok, guys...ok and wanna be ok.

Fine, everything be Ok, tapi kadang kita sering lupa bahwa ketika kita disibukkan kedalam proses untuk menjadi dewasa, menjadi jiwa yang mandiri, jiwa yang murah hati, serta menjadi sosok yang cute dan asyik. bersamaan dengan itu, jiwa dan sikap kekanak-kanakkan yang sensitif, cemas, pemalu dan ga punya rasa aman, masih juga bersemayam disana.

Untuk itu kenapa sebagian dari kita selalu berusaha menyembunyikan rapat-rapat rasa tersebut jauh dari diri kita bahkan serasa lupa dimana rasa tersebut disimpan. Tak lain agar orang disekitar tak mampu melihatnya.

Akan tetapi sahabat, jiwa kekanak-kanakkan itu selamanya tak bisa dikubur bumikan, karena ia selamanya akan tetap bersemayam dalam diri kita.

Sekilas mari kita lihat pertumbuhan anak-anak kecil disekitar kita, Bila diabaikan mereka akan berubah menjadi sosok ugal-ugalan yang nakal, dia akan selalu mengajak  anda bermain petak umpet kemudian kala anda lengah dia akan berbuat sesuka hatinya dengan tujuan anda akan memberikan perhatiannya dan berharap akan anda benar-benar sayang padanya. itu gambaran anak kecil di hadapan kita yang pdahal sebenarnya sikap demikian juga kita punyai pada diri kita sendiri.

Untuk itu dalam rangka usaha untuk menjdi jiwa yang lapang, dan mandiri kadang kita sering lupa hingga tidak berhati hati kemudian bertindak smau gue, nakal, serta bicara tanpa logika, sehingga efek yang nampak adalah menyakiti orang-orang yang ada disekitar kita tentunya. Kenapa? karena sesuatu yang kita sembunyikan merasa kesepian, sehingga dia akan keluar dengan sendirinya dari tempt persembunyian yang mungkin kita sendiri telah lupa tempatnya.

jadi dalam keadaan penuh dengan orang-orang yang mencintai kita, maka ketika kita seorang diri tiba-tiba kita akan merasa ada sesuatu yang hilang seolah ada satu rasa sepi terisolasi tanpa nama. Karna kita merasa ada satu bagian dari diri kita yang terabaikan, dan tak terperhatikan keberadaannya. Bagian ini adalah, jiwa kekanak-kanakkan kita.  dan satu-satunya sosok yang mampu bicara dan mencintainya tak lain hanyalah diri kita sendiri!

So, kalau ada waktu luang bolehlah sekali-kali ajak "teman kecil anda" bermain, bermanja and tell him dalam kesendirian dan kesedihannya masih ada anda yang menyayangi dan mencintainya hehehe... jangan sibuk kerja terus-terusan................ kasihan ur body, guys ^^)


Oh ya, menurut sebuah buku psikolog yang pernah di baca *kalo ga salah * Istilah "jiwa kanak-kanak" seperti ini, ditentukan oleh pengalaman masa kecil seseorang yang tersembunyikan yang kemudian menjadi bagian dari ingatan bawah sadar.



Hmm, penampilan adalah image---------------- dan sesuatu yang tak nampak itu baru bentuk aslinya.


Semua terjadi karena faktor lingkungan, tekanan hidup atau bisa jadi karena faktor lain.
Sehingga kita (saya khususnya) sering memakai topeng dalam rangka melindungi diri sendiri.





And how' bout you?









Ehm nyambung ga ya...

Salam.

Tuesday, February 9, 2010

Menikah Tanpa Pacaran, (Kamu berani ga?)

Bismillah...


Menikah tanpa pacaran? Mungkin enggak sih? Apakah tanpa pacaran dapat mengenal calon pasangan? Apakah ada ada cara-cara sah dalam Islam untuk megenal calon pasngan hidup? Apakah cukup penting mengenal isi pikiran calon pasangan kita? Apakah tidak cukup dengan hanya mengetahui cantik atau gantengnya dan kemudian apakah isi kantongnya?
Apa mungkin?

Pertanyaan tersebut muncul ketika sepasang anak muda memutuskan untuk menikah tanpa pacaran terlebih dahulu. Segera ketika berita lamaran merebak di kalangan keluarga beberapa pihak bertanya-tanya kepada orangtua mereka. Kapan kenalnya? Di mana? Bagaimana? Koq bisa memutuskan menerima lamaran jika belum kenal?
Kenal adalah salah satu tahapan ukhuwah islamiyah, oleh karena itu tak heran jika orang banyak mempertanyakan keputusan menerima lamaran sebeum “kenal”. Pepatah mengatakan: tak kenal maka tak sayang.

Apakah sebelum menikah seseorang harus saling kenal? Jawabannya: ya, harus, meskipun seberapa “kenal”nya, dan apa yang perlu dikenal masih bisa didiskusikan. Jangankan dalam urusan jodoh, memilih teman-pun perlu mengenal lebih dahulu sebelum cukup percaya untuk pergi bersama.
Kecocokan harus ditimbang dengan kadar tertentu dan bahkan untuk aspek latar belakang sosial ekonomi dan pendidikan yang diistilahkan dengan se-kufu. Tapi yang paling penting diantara itu semua adalah masalah kesamaan pandangan hidup, aqidah dan akhlaq misalnya.


Sayangnya, dalam kebiasaan zaman sekarang yang namanya ajang saling kenal antara dua orang anak muda yang akan menikah adalah lewat hubungan palsu yang namanya pacaran. Mengapa palsu? Sebab seringkali ketika berpacaran kedua insan tersebut tidak memperlihatkan sifat-sifat asli mereka, malah cenderung konformistis, serba setuju dengan apa kata pasangannya. Walhasil “perkenalan”nya menjadi tidak sebagaimana aslinya. Apalagi ketika diwarnai perasaan kasmaran atau jatuh cinta. Seseorang yang sedang kasmaran cenderung berubah dari kebiasaan aslinya. Seorang pendiam bisa tiba-tiba terlihat periang sedangkan seorang yang periang tampak malu-malu kucing.

Kenapa sih mesti pacaran?

Pacaran dalam istilah sekarang adalah: sebuah bentuk hubungan antara sepasang anak manusia lain jenis yang mempunyai ketertarikan hubungan sex.

Pacaran dengan aktivitas pergaulan fisik tanpa norma Islam (sejak pegang-pegangan tangan sampai seterusnya) bukan hanya tidak perlu, bahkan juga tidak boleh atau haram dalam Islam. Sebab Islam melarang zina dengan arti sejak zina hati (melamun, bermimpi dengan sengaja, melihat foto dll tanpa pertemuan fisik), zina mata (melihat langsung, berpandang-pandangan dll) sampai zina badan (sejak pegangan tangan sampai hubungan sex sebenarnya). Meskipun untuk setiap perbuatan tersebut jenis dosa-nya berbeda, tetapi tetap saja semua adalah dosa. Zina badan dalam arti sampai hubungan sex terjadi jelas merupakan dosa besar.

Di sinilah letaknya masalah pacaran.

Jika saling mengenal merupakan sesuatu yang penting, itu tidak berarti pacaran menjadi boleh. Bahkan pacaran dengan sejumlah bahaya dosa jelas merupakan perbuatan yang harus dihindari sebab mengandung ancaman dosa besar.

Lalu bagaimana cara saling mengenal yang diperbolehkan?

Zaman sebelum ada teknologi canggih, para pendahulu kita biasa mengirim utusan ke pihak calon mempelai. Pihak pria mengirim seorang wanita terpercaya untuk “melihat” si wanita yang akan dilamar dan sebaliknya pihak wanita juga mengirim pria terpercaya untuk menyelidiki pria yang akan melamarnya. Untuk batas tertentu keduanya dibenarkan untuk saling melihat fisik. Batasannya adalah sejauh batasan aurat yang boleh dilihat umum (semua tertutup kecuali muka dan telapak tangan). Jika ingin melihat lebih jauh, harus mengirim utusan seperti di atas (wanita melihat wanita dan pria melihat pria).
Itu baru sebatas melihat secara fisik.
Sebagaimana sudah dikatakan tadi, aspek fisik bukan hal terpenting untuk dikenal. Aqidah , akhlaq dan fikroh jauh lebih penting sebab itu semua adalah hal-hal yang bersifat lebih menetap dan lebih berpengaruh dalam sikap sehari-hari.
Untuk mengenal dan memahami isi pikiran, aqidah dan akhlaq haruslah dengan cara peninjauan yang berbeda dengan mengenal hal-hal fisik. Untuk ini, selain mengenal langsung, juga lewat referensi.
Misalnya dengan mengirim utusan untuk menyelidiki isi pikiran tersebut, atau dengan cara bertanya secara langsung. Dapat dilihat di tulisan Benteng Terakhir sebelum ini yaitu yang berjudul: Fit and Proper Test.

Mengapakah Fit and Proper Test tentang isi pikiran, aqidah dan akhlaq jauh lebih penting daripada perkenalan fisik?

Jawabannya tergantung dari seberapa dalam seseorang yang ingin berkenalan tersebut memandang hidup ini. Jika ada seorang yang sehari-harinya punya ideologi: “emangnya gue pikirin”, yaitu ideologi cu-ek dan tak peduli makna hidup, dengan keseharian hanya memikirkan dandan (bersolek), kongkow-kongkow (kumpul-kumpul tak bermakna dengan teman-teman) dan hura-hura (semua aktivitas yang berhubungan dengan kesenangan duniawi yang meriah), maka ketika ia ingin berteman dan mungkin juga ketika ingin menikah ia akan mencari teman atau pasangan hidup yang sejenis.
Namun jika ada seseorang yang dengan serius menganggap bahwa hidup ini adalah untuk beribadah, beramal manfaat dan menggapai akhirat, maka ia akan sangat peduli untuk berteman dan apalagi berpasangan hidup dengan yang sejenis. Dan hal-hal seperti ini tak mungkin dikenal hanya dengan sekali lihat penampilan fisik. Penampilan fisik mungkin menipu. Seorang yang berkacamat tebal dan berfoto serius mungkin saja ternyata tukang banyol yang tak pernah berpikir panjang.
Sementara mungkin saja seorang dengan pakaian tak ketinggalan gaul (tapi masih sopan) dan percakapan yang tak kuno ternyata lebih mampu lagi bicara panjang dan serius tentang makna hidup dan cita-cita akhirat. Sebab seorang yang ingin menggapai akhirat tak mesti meninggalkan dunia sama sekali.
Bahkan seorang yang beramal cerdas justru sanggup memanfaatkan hidup di dunia untuk optimalisasi pencapaian akhirat, dan itu dengan cara bergaul luas dan berdakwah luas.
Oleh karena itu, fit and proper test sebenarnya tetap berlaku pada setiap orang yang ingin memutuskan untuk menikah, (kecuali yang kawin kontrak untuk sekedar mendapat sepotong surat nikah guna kemudahan imigrasi). Pada dasarnya setiap orang ingin berdekatan dengan yang “sejenis”, se-aliran, se-pandangan. Apapun pandangan hidup yang dianutnya.
Bagi yang mementingkan urusan materi dan “kulit-kulit luar”, maka perkenalan fisik sangat penting, urusan isi pikiran cukup yang dangkal saja. Sebatas apa aliran musiknya, hardrock-kah atau slow machine? Sedangkan bagi yang berpikir mendalam maka isi pikiran dan cita-cita hiudp adalah lebih penting daripada fisik.
Kami sendiri berpandangan yang kedua.

Sebab menurut hemat kami, apa-apa yang sebatas kedalaman kulit dapat berganti dengan cepat, bahkan dengan mudah sirna.
Cantik? Maaf ya, jika terlalu banyak ber-make-up maka pada usia 38an tahun sudah butuh face-lift. Jika salah make-up muka menghitam dan butuh jutaan rupiah untuk memperbaiki. Apalagi jika (na’udzubillah) kecelakaan, rusaklah semua. 
Jika kaya raya adalah ukuran tera-nya, maka credit crunch tempo hari sudah terbukti ampuh memiskinkan sejumlah orang kaya. Yang benar-benar ulet akan bangkit setahun dua tahun lagi, tapi yang tak pandai akan tetap bangkrut. Namun apa yang dihargai dari budi pekerti dan sikap perilaku tak akan terpengaruh credit crunch maupun usia lanjut. Sedangkan yang beraqidah salimah dan akhlaq karimah akan tetap mendampingi kita Insya Allah di SurgaNya. Amin.(SAN 27022009)

From : era muslim





Saturday, February 6, 2010

Cerita di batas senja

Bismillah...


Tak seperti biasanya rumah kami sepi tanpa bayangan si ibu-ibu sebelah,,, Musim hujan kali ya, pikirku.
Yah Home industri di rumah emang home industri kecil yang mungkin bisa saja selesai tanpa bantuan ibu-ibu sebelah, tapi kalo ga demikian yang capek kan si ibu dalam rumah hehehee...
Then di sisa waktu luang aku sempatkan "bantu" secukupnya ( cukup lelah gitu huehue )
Disela-sela pekerjaan yang sedang ku perangi *halah* ibu bicara satu hal padaku tentang peranan seorang wanita dalam rumah tangga.

Biasa aja sih paling-paling yang dibicarakan ya itu-itu aja, tapi yang bikin aku pengin kasih tanda kutip adalah ketika ibu bilang, "Jadi ibu rumah tangga itu tanggung jawabnya besar."

hah?? kagetlah aku mendengarnya.

Kok bisa?

bersambung ah...........
mo shalat maghrib dulu huhuuuu

Thursday, February 4, 2010

Baby Blues Syndrome


Abi pusing tujuh keliling dengan perubahan sikap istrinya, Ummi, setelah kelahiran putra kedua mereka. Sikap Ummi yang dulu penyabar menghadapi anak, menjadi mudah marah dan gampang tersinggung. Bahkan Abi sering menghadapi sang Istri menangis dan tidak bisa tidur di malam hari. Tentu saja semua ini membuat keluarga kecil yang biasanya ceria menjadi muram.


Apa yang dialami Ummi adalah suatu kondisi umum yang dialami oleh ibu melahirkan dan hampir mengenai 50% ibu baru. Seringkali perasaan gembira karena hadirnya seorang anak juga disertai dengan perasaan sedih, cemas, dan kaget silih berganti, sehingga menimbulkan kelelahan secara psikis bagi sang ibu. Gejala tersebut dikenal dengan baby blues syndrome atau stress pasca persalinan, yaitu salah satu bentuk depresi yang sangat ringan yang biasanya terjadi dalam 14 hari pertama setelah melahirkan dan cenderung lebih buruk sekitar hari ketiga atau keempat pasca persalinan.

Penyebab Baby Blues Syndrome

Beberapa hal yang disebutkan sebagai penyebab terjadinya baby blues syndrome, diantaranya:
  1. Perubahan hormonal. Pasca melahirkan terjadi penurunan kadar estrogen dan progesterone yang drastis, dan juga disertai penurunan kadar hormon yang dihasilkan oleh kelenjar tiroid yang menyebabkan mudah lelah, penurunan mood, dan perasaan tertekan.
  2. Fisik. Hadirnya si kecil dalam keluarga menyebabkan pula perubahan ritme kehidupan sosial dalam keluarga, terutama ibu. Mengasuh si kecil sepanjang siang dan malam sangat menguras energi ibu, menyebabkan berkurangnya waktu istirahat, sehingga terjadi penurunan ketahanan dalam menghadapi masalah.
  3. Psikis. Kecemasan terhadap berbagai hal, seperti ketidakmampuan dalam mengurus si kecil, ketidak mampuan mengatasi dalam berbagai permasalahan, rasa tidak percaya diri karena perubahan bentuk tubuh dari sebelum hamil serta kurangnya perhatian keluarga terutama suami ikut mempengaruhi terjadinya depresi.
  4. Sosial. Perubahan gaya hidup dengan peran sebagai ibu baru butuh adaptasi. Rasa keterikatan yang sangat pada si kecil dan rasa dijauhi oleh lingkungan juga berperan dalam depresi.
Gejala
Gejala biasanya bervariasi dari derajat ringan hingga berat. Adapun gejala yang biasanya muncul antara lain:
  1. Perasaan cemas yang berlebihan, sedih, murung, dan sering menangis.
  2. Seringkali merasa kelelahan dan sakit kepala.
  3. Perasaan ketidakmampuan, misalnya dalam mengurus si kecil.
Seringkali  ibu yang pada awalnya mengalami baby blues syndrome kemudian berkembang menjadi lebih lama dan lebih berat intensitasnya. Apabila gejala yang terjadi telah mengganggu dalam melaksanakan tugas sehari-hari maka termasuk dalam kategori depresi pasca melahirkan, biasanya lebih sering terjadi pada wanita dengan riwayat depresi sebelumnya.

Depresi pasca melahirkan disertai dengan tanda-tanda:
  1. Kelelahan yang berkepanjangan, susah tidur, dan insomnia.
  2. Hilangnya perasaan bahagia dan minat untuk melakukan hal-hal yang menyenangkan.
  3. Tidak memperhatikan diri sendiri dan menarik diri dari keluarga dan teman.
  4. Tidak memperhatikan atau bahkan perhatian yang berlebihan pada si kecil.
  5. Perasaan takut telah menyakiti si kecil.
  6. Tidak tertarik pada seks.
  7. Perasaan berubah-ubah dengan ekstrim, terganggu proses berpikir dan konsentrasi.
Cara mengatasi Baby Blus Syndrome
Ada beberapa cara yang dapat dilakukan, antara lain:
  1. Selalu berdoa kepada Allah agar diberi taufik dan kemudahan dalam menjalankan kewajiban kita sebagai seorang ibu.
  2. Tanamkan pada diri untuk selalu bersikap ikhlas dan tulus berperan sebagi ibu baru. Ingatlah balasan yang akan kita dapat di akhirat kelak!
  3. Belajar bersikap tenang dengan mengambil nafas panjang dan fleksibel dalam mengurus si kecil.
  4. Tidurlah ketika si kecil tidur.
  5. Komunikasikan rasa cemas yang dialami dengan pasangan, saudara atau teman dekat.
  6. Luangkan waktu untuk diri sendiri, meski hanya 15 menit untuk melakukan aktivitas yang menyenangkan, seperti mendengarkan murotal, baca buku, atau olah raga ringan.
  7. Ibu tidak diharapkan menjadi ’super mama’, jadi berlaku jujurlah pada diri sendiri maupun orang lain sejauh mana kita dapat melakukan sesuai kemampuan dan minta bantuan orang lain.
  8. Biarkan pasangan atau keluarga membantu dalam urusan rumah tangga dan mengurus si kecil.
  9. Bergabung dan berbagi cerita dengan ibu-ibu baru.
  10. Baby blues bukanlah hal yang memalukan, jadi jangan ragu untuk mengkomunikasikan dengan orang terdekat.
Agar baby blues syndrome dapat diminimalisir maka yang pertama harus dipersiapkan oleh sebuah keluarga yang akan menginginkan seorang anak adalah kehamilan yang terencana yang didukung oleh kesiapan mental, financial, dan sosial dari ayah dan ibu.
Persiapkan pula pengetahuan dasar calon ayah dan calon ibu tentang kehamilan, proses melahirkan, sampai dengan cara merawat si kecil. Sebaiknya diskusikan juga tentang pembagian kerja antara ibu dan ayah pada saat kehamilan hingga si kecil dilahirkan sehingga ibu mempunyai waktu yang cukup untuk beristirahat. Jika diperlukan pertimbangkan pula untuk mempunyai asisten dalam membantu mengurus rumah tangga.


Disusun ulang oleh Ummu Muhammad dengan  sedikit perubahan dari Majalah Natura, Media Cerdas untuk Sehat


***

Artikel muslimah.or.id




[Belajar cantik] Let's start from our make up Tools

Kebanyakan perempuan senang menyimpan barang-barang lebih dari waktunya. Termasuk menyimpan produk kosmetika. Entah karena sayang, merasa akan memakai make-up tersebut kapan-kapan, atau karena masih bersisa. Padahal, menggunakan make-up yang sudah kadaluwarsa bisa membuat kulit Anda teriritasi.

Sebaiknya, segera gantikan peralatan make-up yang lama dengan yang baru jika masa pakainya sudah lewat. Anda ingin tahu berapa lama masa berlaku produk-produk kosmetika, dan bagaimana cara menyimpan yang aman?

1. Foundation/alas bedak

Alas bedak cair dan concealer hanya bisa digunakan selama enam bulan. Agar tidak cepat rusak, simpan di tempat yang sejuk, terutama saat musim kemarau.

2. Lipgloss dan lisptik

Lipstik cair atau lipstik padat bisa bertahan 1,5 - 2 tahun. Perhatikan jika lipstik favorit Anda sudah mulai berbau, dan rasanya berubah. Jika berubah, segera buang dan ganti dengan yang baru. Jangan menggunakan tangan untuk memoleskan lipstik pada bibir Anda. Bakteri bisa berkumpul di sana.

3. Blush on dan bronzer

Bisa bertahan 6-9 bulan. Cara yang tepat untuk membuat pewarna wajah ini tetap bertahan adalah jangan menyatukan kuas dengan pewarna mata atau pipi ini dalam satu tempat. Agar tidak ada bakteri yang menempel, pastikan Anda membersihkan kuas tiap 9 bulan sekali.

4. Pelembap dan body lotion

Pelembap dengan sun protection factor (SPF) bisa bertahan hingga 3 tahun jika berada di dalam suhu ruangan yang dingin. ''Namun jika teksturnya mencair, baunya berubah, dan terlihat berubah warna maka segera gantikan. Terutama untuk lotion dengan SPF yang tinggi untuk ke pantai. Pastikan mengganti tiap 1 tahun sekali, agar SPF-nya tetap bisa bekerja penuh melindungi kulit kita,'' ujar Davis Leffell MD, dermatolog dari Yale School of Medicine.

5. Pembersih muka

Pembersih muka adalah produk yang dapat bertahan cukup lama, yakni sekitar 2 tahun. Namun kalau Anda menggunakannya dengan rutin, akan habis dalam waktu 3 bulan. Bila Anda meninggalkan pembersih muka merek tertentu untuk mencoba merek yang lain, jangan kembali memakainya jika produk tersebut sudah berubah teksturnya.

6. Loofah

Anda pasti berpikir, jika loofah belum rusak tidak harus diganti. Padahal jika digunakan tiap hari untuk menggosok kulit mati, maka Anda harus menggantikannya tiap tiga bulan sekali. Mengapa? Sebab sabut gosok ini bisa membuat kulit kita memerah dan gatal jika tidak diganti secara rutin.

7. Maskara

Maskara adalah sarang dari bakteri, karena bakteri senang berkembang biak di tempat yang basah dan lembap. Jika Anda hanya menggunakannya sekali-sekali, maka gantikan tiap enam bulan. Jika Anda menggunakan tiap hari, gantikan tiap tiga bulan sekali.

8. Eye shadow

Jika Anda menggunakan eye shadow jenis tabur, Anda tetap bisa menyimpannya hingga dua tahun. Pastikan untuk mengganti kuasnya tiap enam bulan sekali. Namun kalau Anda sering menggunakannya, gantikan dengan yang baru tiap 12-18 bulan.

9. Eyeliner

Jika Anda menggunakan eyeliner cair, ganti dengan yang baru tiap 3 bulan sekali. Namun untuk eyeliner dari pensil, Anda bisa menggunakannya selama 2 tahun.

10. Pasta gigi

Pasta gigi sesuai dengan kebijakan perhimpunan kesehatan dunia bisa bertahan hingga 2 tahun.

11. Hairspray

Hairspray bisa bertahan hingga 2 tahun.

12. Shampo dan kondisioner

Shampo dan kondisioner dalam ukuran besar umumnya bisa bertahan 2-3 tahun. Jadi jangan takut merusak rambut karena shampo sudah lama.


C2-10

Editor: din

Sumber: RealBeauty

If you're Not The One

~ If You Are Not The One :


If you're not the one then why does my soul feel glad today?
If you're not the one then why does my hand fit yours this way?
If you are not mine then why does your heart return my call?
If you are not mine would I have the strength to stand at all

I never know what the future brings
But I know you are here with me now
We'll make it through
And I hope you are the one I share my life with

I don't want to run away but I can't take it, I don't understand
If I'm not made for you then why does my heart tell me that I am?
Is there any way that I can stay in your arms?

If I don't need you then why am I crying on my bed?
If I don't need you then why does your name resound in my head?
If you're not for me then why does this distance maim my life?
If you're not for me then why do I dream of you as my wife?

I don't know why you're so far away
But I know that this much is true
We'll make it through
And I hope you are the one I share my life with
And I wish that you could be the one I die with
And I'm praying you're the one I build my home with
I hope I love you all my life

I don't want to run away but I can't take it, I don't understand
If I'm not made for you then why does my heart tell me that I am?
Is there any way that I can stay in your arms?

'Cause I miss you, body and soul so strong that it takes my breath away
And I breathe you into my heart and pray for the strength to stand today
'Cause I love you, whether it's wrong or right
And though I can't be with you tonight
You know my heart is by your side

I don't want to run away but I can't take it, I don't understand
If I'm not made for you then why does my heart tell me that I am?
Is there any way that I can stay in your arms..


 ---------------

Daniel Bedingfield

Sunday, January 31, 2010

Memanage keuangan keluarga

Bismillah...

Beberapa hari ini saya di pusingkan dengan beberapa pengeluaran tak terduga yang direncana *D'oh artinya apa tuh... siap-siap kantong kering deh*
Selalunya ada saja, padahal pertama datang dan masuk ke sebuah mall ( ato toko apa ja ) niatnya cuma beli one thing, loh kok jadi things things lain yang terkumpul.... alamaaaaaaaaaak...

Pernah kepikiran ga, gimana nantinya ketika income anda adalah Rp. 0; alias bergantung sama misua huheuee (lebay) Apa cukup untuk menutup kebutuhan hidup, secara hari gini semua serba pake duit, dan serba selangit harganya. *ZZzzzzzzzzzz*

Barusan ada temen curhat tentang finansial keluarga barunya.. Selamat menempuh hidup baru ya jeng... semoga samara dan barakah (udah 3 bulan lalu seh merriednya heheeh )
Kembali ke topik, Dia ngeluh gini.. "ga tau deh gimana nanti kalo udah punya anak, kalo sekarang aja ga bisa ngatur keuangan dengan benar."

"maksudnya?" kataku
"Sekarang aja masih seatap dan seperiuk sama ortu di akhir bulan udah ga ada sisa gimana nanti kalo udah rumah sendiri plus udah punya anak?"

Hai hai, problema romantika hidup berumahtangga, dimulai dari sini kek na ya... masa hanimun udah kelar sekarang ganti masa mikir "butoh"( baca: kebutuhan)

Ok, pertanyaannya... Berapa orang yang bekerja dalam rumah tangga anda? apakah suami saja ato kedua-duanya?
berapapun ga usah dijawab ya, sekarang anda jumlahkan income, pendapatan ato gaji ato whateverlah namanya...
yuuk belajar matematikanya mulai heueuhee....
pernah seorang pakar ekonomi mengatakan pada saya untuk selalu menerapkan sistem ; 30;30;30;10


30% pertama Kebutuhan papan
30% kedua kebutuhan tranport kalo misal mo cari cicilan angkot juga buleh hahaha
30% ketiga kebutuhan pangan
*catatan ga harus urut seh ^^,)
dan yang 10% jangan lupa sebagai dana cadangan ato tabungan itu wajib ya....



Pusing juga ya... sama diriku juga bingung...





-------

Wahai Penggemar Makan Enak, Awasi Ginjalmu!


— Ginjal merupakan organ yang sangat vital bagi tubuh manusia karena fungsinya sebagai "tempat sampah" yang menyaring dan membersihkan darah.
Bayangkan bila kita tak punya tempat sampah, segala kotoran yang berasal dari makanan dan polusi bisa dipastikan residunya masih bercampur dalam darah. Padahal, darah selalu mengalir tak hentinya ke seluruh tubuh. Tentu sampah ini juga ikut menyebar ke organ-organ vital yang lain.

Selain bertugas sebagai sistem saringan "pembuangan sampah", ginjal juga bermanfaat menjaga keseimbangan cairan tubuh, sebagai produsen hormon yang mengontrol tekanan darah, produsen hormon erythropoietin yang membantu pembuatan sel darah merah untuk menghindari anemia, dan mengaktifkan vitamin D untuk memelihara kesehatan tulang.
Gangguan ginjal bisa dicegah dengan menjalani gaya hidup sehat. Selain itu, kita juga harus rutin melakukan pemeriksaan tekanan darah dan gula darah, minimal tiga bulan sekali. Dengan begitu, gangguan ginjal dapat sedini mungkin dideteksi.

Deteksi secara dini dapat menghindarkan kita dari kerugian yang lebih besar, yaitu tahap gagal ginjal yang memerlukan hemodialisis (cuci darah) atau transplantasi ginjal (renal replacement treatment). Meskipun kualitas hidup si penderita gagal ginjal mungkin tidak menurun, tindakan-tindakan medis di atas cukup memberatkan ekonomi penderita.

Kenali gejalanya!

Gejala gangguan ginjal dapat digolongkan menjadi tiga, yaitu akut, kronis, dan tanpa gejala (asimtomatis).
  • Yang akut contohnya terlihat bengkak pada mata dan kaki, nyeri pinggang hebat, terasa sakit bila berkemih, kencing hanya sedikit atau disertai darah, dan terdapat kelainan urine, seperti tinggi protein.
  •  Yang kronis menunjukkan gejala lemas, tidak ada tenaga, nafsu makan menurun, mual, muntah, bengkak, kencing berkurang, gatal, sesak napas, pucat, dan anemia. Bila dilakukan uji laboratorium, terdapat kelainan urine, seperti tinggi protein, eritrosit, dan lekosit

    Umumnya, penderita datang bila sudah tampak gejala-gejala di atas.

    Meskipun pengobatan progresif sejak dini bisa mengurangi, bahkan menghentikan, progresivitas penyakit, alangkah baiknya bila gangguan ini justru dihindari agar tak muncul.

    Sekali lagi, kontrol tekanan darah dan pemeriksaan gula darah secara rutin merupakan tindakan yang dianggap paling penting untuk melindungi fungsi ginjal. Ini terutama bagi mereka yang suka makan enak, enggan berolahraga, dan mempunyai riwayat keturunan penyakit ginjal.


    Penyebab gangguan ginjal

    Umumnya lebih diakibatkan oleh gaya hidup yang mengutamakan makan enak, tapi kurang berolahraga. Akibatnya, lemak yang menumpuk menyebabkan penyakit diabetes melitus (DM), hipertensi, dan kolesterol tinggi.

    Sebagai contoh, gula yang tinggi dalam darah (pada penderita DM) akan bereaksi dengan protein sehingga mengubah struktur dan fungsi sel, termasuk membran basal glomerulus. Akibatnya, penghalang protein rusak dan terjadi kebocoran protein ke urine (albuminuria).

    Hal ini berpengaruh buruk pada ginjal. Bila ginjal terganggu, fungsi ekskresi, filtrasi, dan hormonal ginjal terganggu juga. Akibatnya, pengeluaran zat-zat racun lewat urine terhambat. Zat racun jadi tertimbun di tubuh. Pada akhirnya, tubuh membengkak dan timbul risiko kematian.

    Berikut beberapa penyebab penyakit ginjal:


    1. Penyakit umum/sistemik, seperti kencing manis atau disebut juga diabetes melitus, hipertensi, dislipidemia (tinggi kolesterol dalam darah), penyakit lupus dan penyakit kekebalan tubuh lain, serta asam urat tinggi (gout).
    2. Infeksi di tubuh, seperti pada organ paru (TBC), sifilis, malaria, dan hepatitis.
    3. Preeklampsia atau tekanan darah tinggi yang muncul pada masa kehamilan.
    4. Pengaruh obat-obatan.
    5. Kehilangan cairan banyak secara mendadak, seperti muntaber dan perdarahan.
    6. Luka bakar.
    7. Penyakit pada ginjal itu sendiri, seperti infeksi pada saringan (glomerulus), kista pada ginjal, kanker pada ginjal, dan penyempitan pada ginjal atau tumor.
    8. Turunan/herediter.

    Pencegahan penyakit ginjal

    1. Jika Anda termasuk individu yang berisiko sakit ginjal karena menderita DM, obesitas, hipertensi, kolesterol tinggi, dan berpenyakit ginjal turunan, jalani hidup sehat dengan mengikuti anjuran dokter. Periksakan diri secara rutin ke dokter dan lab untuk memeriksa tekanan darah dan kontrol gula darah. Pahami gejala-gejala sakit ginjal, seperti buang air kecil terganggu, nyeri pinggang, dan bengkak pada mata.
    2. Jika Anda termasuk individu tanpa risiko, jalani hidup sehat sambil memahami gejala-gejala sakit ginjal, seperti buang air kecil terganggu, nyeri pinggang, dan bengkak pada mata. Lakukan periksa gula darah setidaknya setahun sekali.
    3. Jika Anda sudah memiliki gangguan ginjal, dokter akan melakukan tindakan-tindakan yang dapat mengurangi semakin menurunnya fungsi ginjal, seperti pemberian obat-obatan, menjalani saran untuk hidup sehat, dan kontrol ke dokter secara periodik. (Santi Hartono)


    Narasumber Ahli:
    Dr Toga A Simatupang, SpPD (Nefrologis), Konsultan Ginjal dan Hipertensi
    RS Siloam Graha Medika, Kebon Jeruk, Jakarta

Monday, January 11, 2010

Calon istri seorang lelaki

dari millis tetangga sebelah..


Seorang teman pernah mengatakan, kriteria calon isterinya: shalihah, cerdas, kaya dan cantik. Sebuah hadist juga mengemukakan, seorang perempuan dipinang karena kecantikannya, hartanya dan keturunannya. Tapi pinanglah perempuan karena keshalihannya. Itu yang utama. 

Saya sepakat dengan hadist tersebut. Perempuan yang shalihah, insya Allah cerdas. Ketika seorang perempuan cerdas, harta bisa dicari. Bila harta sudah di tangan, kecantikan bisa dibeli. Pilih satu, dapat tiga.

Namun, bila kita tinjau ulang, pemikiran akan kriteria calon isteri tersebut cenderung egois. Tidak memandang dari banyak sisi. Hanya memandang pernikahan dari segi manfaat untuk diri sendiri. Tidak untuk keluarga, sahabat dan lingkungan sekitar. Padahal menikah adalah penyatuan dua organisasi besar; keluarga, membentuk organisasi baru. Banyak pihak yang bisa terpengaruh dan mempengaruhi pra dan pasca pernikahan.

Jika kita berkaca, mengevaluasi. Melihat, mencari kelebihan dan kekurangan diri. Niscaya kita akan menemukan berbagai fakta; kita juga punya banyak kekurangan. Lalu, pantaskan bersibuk ria dengan segala macam kriteria? Sedang diri sendiri mungkin tak bisa memenuhi segala kriteria impian oleh calon pasangan. Seseorang berharap mendapat perempuan shalihah, namun apakah dia cukup shalih untuk berdampingan dengan perempuan shalihah. Ia ingin perempuan cerdas, tapi apakah ia cukup cerdas untuk mengimbangi kecerdasannya? Ia ingin perempuan berharta, tapi seberapa banyak harta yang dapat dia berikan, untuk ‘membeli’ sang calon dari ayah-bundanya. Dan ketika ia ingin perempuan cantik, apakah ia sendiri cukup gagah, tidak jomplang, saat bersisian dengannya? Tidakkah keinginan si lelaki terlalu berlebih?

Dari kisah cinta para Nabi, sahabat dan para syuhada, ada sejumlah fakta: tangan Allah selalu bermain. Kisah cinta Muhammad-Khadijah, Yusuf-Zulaikha hanyalah sebagian kecil contoh. Keikhlasan menggenapkan separuh agama pasti akan mendapat anugerah luar biasa; seorang isteri penghuni taman surga. Segala hambatan pernikahan hanyut karena ibadah yang khusu, penghambaan yang sangat padaNya. Manusia hanya berusaha, hasilnya terserah pada Yang Kuasa.

Hendaknya seorang lelaki berusaha melihat dari banyak sisi, ketika datang seorang calon isteri padanya. Segala identitas standar bukan pertimbangan utama. Serahkan saja padaNya. Meminta petunjuk lewat shalat istikharah. Apakah perempuan itu orang yang tepat? Apakah si calon pasangan dunia akhirat? Hanya Allah yang tahu, kan?

Lelaki manapun bisa saja berharap: Semoga calon isteri yang datang padaku adalah perempuan shalihah. Bila belum shalihah, haruslah dia mengajak, meningkatkan pemahaman agama, terus memperbaiki diri. Menghiasi rumah tangga dengan amalan wajib dan sunnah. Menggapai sakinah. Semoga perempuan yang datang padaku cerdas. 
Jika belum cerdas, mestilah dia yang mengajar dan belajar dari pasangannya. 
Mencari ilmu baru, terutama ilmu rumah tangga.

Tentang harta, boleh saja meminta: datangkanlah padaku calon isteri yang berharta. Tetapi ingatlah, harta adalah cobaan, tak banyak orang yang bisa tetap rendah hati, menunduk-nunduk ketika punya harta. Lagipula harta gampang dicari. 

Soal kecantikan, wajar lelaki normal ingin mendapatkan isteri cantik. Tetapi bukan hanya cantik lahir, batinnya juga harus cantik. 
Yang menjadi pertanyaan, standar apakah yang akan digunakan untuk menilai seorang perempuan cantik. Standar dunia atau standar surga? 
Standar dunia menekankan kecantikan maya. Mengandalkan costmetik. 
Kecantikan abadi, keindahan hingga akhir hayat dan di akhirat kelak, itulah yang seharusnya dicari. Terserah cantik atau tidak kata dunia, yang penting isteri bisa selalu menarik di mata, di hati. Menjadi telaga sejuk, pohon teduh di terik siang. Standar cantik ini sifatnya personal. Orang lain memandang biasa, tapi luar biasa menurut sang suami.

Perempuan manapun yang datang pada seorang lelaki, sudah sepatutnya ia melepas kacamata kekinian. Menggunakan kacamata masa depan dan kacamata banyak orang untuk menilai. Mungkin banyak keindahan calon pasangan yang sengaja disimpan olehNya. Allah ingin mengujinya, apakah dia cukup shaleh, cukup ikhlas, cukup bersabar untuk mendapatkan pasangan sejati.

Pasti ada keraguan saat menimbang. Maka dari itulah perlunya mengetuk nurani sahabat, saudara, kakak, orang tua, mereka yang lebih berpengalaman. Calon suami dapat bertanya, apakah perempuan begini akan begini-begini? Ia bisa minta tepukan tangan di pundak, pelukan, dan untaian mutiara. Agar sang lelaki yakin, mantap. Semoga setelah itu, dia betul-betul siap, menggenapkan separuh agama, mengapai sakinah. Memberatkan bumi dengan generasi yang menjunjung tinggi kalimat La Illa Ha Illallah.





Thursday, January 7, 2010

(In Memorial) Mama, Bolehkah aku menikah


Bismillah...



Lembut angin berbisik lirih dalam tiap sentuhan mengantar sepi aroma senja, bermandikan rona keemasan. Membatu aku pada sebuah pesona.

“Kau benar-benar membawa pesona .” hati ini coba merayu, dalam tiap senyum kecut sebuah kekalahan.

Menatap hamparan luas lautan, ingin rasanya ikut bergelayut bersama mereka, burung –burung menari diatasnya menyanyikan lagu rindu pada sesama, sedang aku? Kemana ku alamatkan rasa ini.

“Tak bisakah kau ambil liburan barang seminggu, Nduk?”

“Lah, ada apa toh Bu. Sajake kok maksa banget.”

Isi SMS semalam buatku bercabang. Ada apa?

16 july, 30 tahun lalu bapak dan ibu menikah. Ah, seperti tahun-tahun kemarin biasanya aku ada bersama mereka, bersama saudara lainnya adakan syukuran kecil. Tapi, kali ini tak satupun dari anak-anak ibu ada bersamanya. “Maafkan, Bu.

“Mba, Ibu nelpon nyuruh pulang ga?”

“enggak, tadi aku telpon juga ga bilang apa-apa. Memang ada apa?”

“Ga pa pa nanya aja.”

Saudara perempuanku dibelahan sana tak di pinta pulang, kenapa harus aku? Ah, masih ku nikmati senja disini. Habiskan sentuhannya yang hanya beberapa menit .

Tak pedulikan sekelilingku, tak juga pedulikan lagi ada apa dengan diriku. Aku hanya ingin menatap dan bercumbu dengan senja ini. Itu saja. Ah, senja...

Diantara kekosongannya, aku menghadirkan sosok dia sekali lagi. Dia yang selama ini hidup dalam duniaku.

Seandainya dia ada di sini betapa indahnya senja kali ini.

Tapi, dimanakah dia?

Sungguh aku merasa getaran itu ada, rasa itu hidup dalam tiap detak jantung dan napas ini. Mengalir indah bersama urat nadi dalam tiap alirannya. Inikah jatuh cinta?

“Gila!!! Mana ada jatuh cinta macam kamu ini? Enggak normal namanya.” Dina teman kantorku kaget mendengar pengakuanku tentang sosok dia.

“Tapi sungguh Din, aku belum pernah merasakan ini sebelumnya.”

Dina hanya menggelengkan kepala aneh mendengar ceritaku, apakah ini aneh? Kenapa? Bukankah cinta tak bisa diukur dari berapa lama waktu engkau mengenalnya?

“Kau belum mengenal betul siapa dia, bagaimana kau mencintainya?”

“Bagaimana aku tidak mencintainya, dialah sosok yang bisa membuatku tertawa, membuatku tahu betapa aku sangat menjadi berarti dalam kehidupan kali ini.” Membantah, aku mecoba melakukan perlawanan dari pertentangan yang perasaanku katakan pada mereka.

Biarlah mereka menertawakan sikapku, asal aku menikmatinya karena dengan demikian aku merasa aku menjadi ada. Itu sudah merupakan cukup bagiku untuk kehidupan yang pernah koma ini.

Biarkan mereka mengatakan bahwa aku terkena candu dalam dunia hayalku, tapi rasa ini benar-benar ada. Dan aku merasakannya. Kalian tak kan pernah tahu itu.

<><><>

Senja perlahan melambaikan tangan menyuruhku kembali lanjutkan perjalanan yang semakin gamang.

Inikah kehidupan atau hanya rekayasa dari sebuah hidup.Seandainya aku bisa menulis kehidupan seenak hatiku, aku tak ingin menulis yang seperti ini, alur ini terlalu indah untuk dijadikan badut bahan perbincangan telinga lalu.

Menikah, mencintai... haruskah dengan persetujuan dari masyarakat, lalu bagaimana dengan aku?

“Nduk, kamu sudah punya pilihan hati belum?”

“maksud ibu?”

“Kamu masih merindukan ketua OSIS itu?”

Ah, ibu memang paling mengerti aku. Seperti ketika aku menanyakan untuk menikah ketika berusia 15 tahun, lucu mengingatnya. Ingin tertawa sejenak. Tapi, kali ini bukan karena ketua OSIS cerita masa kanak-kanak itu.

Di depan sana deburan ombak perlahan mengantar kepergian senja tapi aku tak juga bergerak dari tempatku berdiri. Ada satu perasaan tak ingin berbalik hanya demi mengikuti arus yang makin samar tujuannya.

“Dia itu anak baik-baik, sudah mapan, ibu juga kenal sama orangtuanya, keluarganya baik sama ibu. Kamu tinggal bilang iya atau tidak saja.”

“Ohm... Tapi, aku tak pernah mengenalnya. Bicara saja belum pernah bagaimana aku mengiyakan, Bu?”

“percayalah sama ibu dan bapak.” Suara ibu masih terngiang jelas di otakku.

Percayalah...

Percaya...

“De', percayalah aku pasti akan temui orangtuamu secepatnya.” Aku teringat kembali kalimat ketika seseorang memberi sebuah keyakinan padaku.

Kenapa kalimat itu harus sering menyentuh telingaku. Aku mencintai orang selalu bersamaku dalam tiap tangis dan tawaku, Tiap hari dalam duniaku. Sedang dalam dunia nyataku, ibu menawarkan aku sosok yang sama-sama belum pernah ku temui dalam maya sekalipun.

Ingin aku bilang tidak pada ibu, tapi apa aku percaya pada dia yang aku sendiri tak tahu siapa nama sebenarnya, dimana dia, bagaimana dia?

Ingin aku bilang iya pada ibu, tapi bagaimana dengan perasaan dan hati ini.

Salahkah aku menaruh hati?

“Nduk, bapak ibu semakin Udzur sudah tak punya waktu banyak untuk menatapmu tersenyum dan menampungmu dalam diam.” Lagi-lagi suara ibu terngiang seolah beliau berada diujung senja sana mengawasiku.

Hmmm.... Ku rapatkan jaket tipisku dari sentuhan halus angn yang mencoba mencandaiku, kembali setelah senja benar-benar pergi tinggalkan seorang aku disini. Jika senja saja mampu tersenyum lega dari waktunya yang sedikit, kenapa aku tidak?

Semua adalah pilihan. Aku akan menelpon ibu secepatnya.

Dan kamu, wahai calon suamiku, siapapun dirimu, dimanapun kau berada aku masih disini menunggumu, menanti tangan Tuhan menggerakkan hatimu untuk menjemputku dengan caraNya.

Maghrib memanggilku dengan senyum manisnya, semanis senyumku pada dia disana, ah... Siapakah namamu?

___________The End___________

1Sajake ( bahasa jawa ) = Sepertinya

2 Nduk (bahasa jawa ) = sebutan untuk anak perempuan


[ Ta, July 1608 ]




Wednesday, January 6, 2010

'Tell me the Truth' is Liar

Bismillah...


What's on your mind? deretan kalimat ini yang pertama nampak tiap kali aku buka sebuah web social community tersebut.

Lagi-lagi aku harus membentur kepala ini untuk mengetahui apa yang ada dalam isi kepalaku, darah darah darah dan darah... owh scary blood.....

...... tingkat tinggi...... Hot!!

kepuran-puraan itu ternyata ada dimana-mana. Sesaat ingat tentang kepercayaan yang my mum isyaratkan padaku.

'Oh, saya lupa lagi penerapannya.'

Susah, sulit sekali untuk sekedar meletakkan kepercayaan. Semua serasa menanam biji di tengah gurun pasir. bagaimana mungkin?

hanya keajaiban yang membuatnya tumbuh seperti ketika kaki ismail mengais kemudian muncullah air dari arahnya. Pertanyaannya akan ada seberapa banyak keajaiban yang akan timbul di dunia ini?

Kehadiran seorang teman yang tiba-tiba menjadi musuh, menjadi pasangan, kemudian teman lagi, siapa pula yang bisa menjamin kepercayaan diantara mereka.
Apa pula persepsi dari percaya itu sendiri, bagaimana aku percaya pada mereka kalo aku saja kadang sulit untuk mempercayai diri sendiri.

Ada satu bait dimana aku harus mengurangi rasa percayaku. Ah ajarkan ku tuk menyusun kata itu lagi, bisa ga?


'You're never told me the truth coz you're never was trust me'

bul@#$%^&


Dari kemarin lalu aku masih mengeja kemana kepercayaan aku labuhkan, lalu apa yang ku lakukan selama ini?
apakah itu berarti kepercayaan telah aku persembahkan? percayakah aku pada mereka, ato sebaliknya mereka tak pernah percaya padaku.

Closer closer... looking for new job... ganbatte... nduk... entuk ga entuk asal iso mantuk ^^,)

Monday, January 4, 2010

Membereskan Hati

Bismillah....




Hah, lari sana lari sini... *jogging ya ^^,* Bukan ding bongkar sana bongkar sini sih iya... Huffffff melelahkan, tapi asyik.

Asyiknya nemu banyak buku-buku lama yang udah lupa kapan terakhir buka dan baca, apalagi beli >,<> ( yup, i feel younger maaaak... :P

satu persatu mulai ku baca dan God, bahkan aku sudahpun lupa siapa pengirimnya, lebih parah lagi aku tak ingat kapan terakhir kali menerima surat cinta, dan kira-kira kapan lagi aku akan menerimanya sekali lagi hehee...

jadi ngerasa pengin muda lagi. Hush hush... Come on wake up gurl... stopped ur stupid thinking, if you're not want to wasting time any more, more and more... udah hampir gelap tapi kamar anda masih berantakan***

Jadi pengin tahu kabar teman lama teman masa kecil, dimana mereka kini ya... Masihkah satu diantara pengirim surat ini ada yang masih ingat diriku? tiba-tiba pengin melihat senyum polos mereka, ah bisa jadi mereka yang sekarang tak lagi mereka yang dulu, senyum polos itu mungkin juga akan berubah menjadi kerutan-kerutan kecil bersama tanggung jawab dipundak mereka masing-masing. But, what am i doing here? now? im still with my self dan my selfish.

Benar, mereka yang dulu masih anak-anak kini telah punya anak. Kadang aku suka usil dengan berpikiran mungkin anakku juga akan sebesar itu kalau aku nikah sama dia ya... hehhe...

kehidupan yang simple, tidak neko-neko. kalau mereka saja bisa bahagia dengan kehidupan seperti itu, kenapa aku tidak? Apa yang masih ingin aku cari, pada siapa, untuk apa, dan mengapa.

Sampai pada pertanyaan ini aku males mikir, yang aku rasakan adalah sampah dikamar ini mulai membanjir, pengap serta banyaknya benda asing dari langit-langit atap rumah tiap hari berjatuhan, tak bisa kubayangkan seandainya sebulan tak ku sapu kamar ini, bisa-bisa gudang sampah pindah ke kamarku, hehehee...

Berapa tahun tak ku buka lemari ini, aku sendiri lupa apa saja yang pernah aku simpan didalamnya.

"lagi ngopo kowe, nduk?" Suara ibu mengagetkan ku tiba-tiba muncul di pintu kamar, sambil ngintip.
"Ini kotor kabeh, isi lemarine."
"Iku yo barang-barangmu kabeh ngono kok, buangen wae nak wis ga kanggo."

Yup... buang saja... :)
Sisakan yang perlu saja yo... hueuee...

@#$%^&*

1 hour later...

Beres... Sambil senyum-senyum gila aku buka tumpukan 4 buah buku tebal yang aku sisihkan... habisnya yang lainnya buku bahasa asing dengan tulisan aneh, ah... bagaimana mungkin membaca saja aku sulit hahahahhaha * lupa deh, ga ingat sehuruf pun*

Kira-kira dimana ya yang ada masih buka kursus bahasa korea lagi heueuheee.... eotteohge jinaeseyo.... apa kabar ya... heuueee tau ah gelap...

Hmmm, malam ini 4 buku tebal sedang menungguku...
ah... masa lalu its so sweet... or... ??

"Hmmm, If only you could see..."




Closer closer...........

Sunday, January 3, 2010

Hidup dan kehidupan

Bismillah...

Pagi yang cerah untuk jiwa yang sepi. lagi lagi kalimat ini yang tereja.
sebuah pagi bising, dari kemarin ada tetangga punya hajatan.. walimatul ursy... sekarang bunyi nasyid dari speaker langit udah mulai bergema.
sempat nanya sama bapak, emang walimahan di bulan muharram itu baik ya?
smua bulan kan baik, emang kenapa?, jawab bapak.
oh gitu ya.. aku masih manggut2 gag jelas sambil senyum2 ke arah bapak.
'bapak kok nampak makin hari makin muda saja ya?'
'aku kan orangnya sante' jawb bapak dengan santenya.
ketika itu kami sedang duduk diruang tamu, tiba2 ibu datang gabung deh..
'Pas muda dulu bapakmu malah keliatan tua dan kempot loh' kata ibu.
'dulu ne kurus yo bu?'
'hehehe' eh bapak ketawa.
'ibumu itu juga dulu kurus tp rapi, apalagi kalo dandani kamu ma mbak yu mu.. ' lanjut bapak.
'kecilku nakal ga bu.' tanyaku
'kamu inget ga pas kecil pernah marah sama aku, ga boleh pulang ke rumah.' kata bapak.
'hah, kapan yo'
'pas itu ada hujan angin gedhe, bapakmu ga bisa pulang dari kerja kemudian bermalam dirumah teman. tp sampe rumah didpn pintu kowe nesu nesu jare bapakmu nang mbok enom ra usah balik pisan' cerita ibu disambut tawa kami bertiga.
'emang bapak ga pernah selingkuh?' tanyaku sambil nyengir.
'selingkuh pie. orang2 pada takut sama ibumu'
'loh ya jangan bilang ibu hahaha' candaku sambil melihat ke arah ibu.
'ora ono sing gelem karo aku.' jawab bapak diiringi tawanya.
'slama ini bapak ga pernah mikir lirik perempuan lain ya, jadi cuma ibu seorang selama ini, trus ibu juga?'
'akeh ding sing godai bapakmu, tapi mbuh kuwi kok yo ga tergoda.' bela ibu kemudian.
'bener gitu, pak? berarti ibu wanita yang beruntung didunia ini ya dapat suami kek bapak. ato karena kita hidup dikampung hingga tak punya pikiran aneh2 kali ya..'
dari belakang ibu menyahut, 'ah ga juga, kanan kiri kita juga ada yg kawin cerai ada juga yg sering selingkuh.'
'trus ibu pernah kepikiran ga, diluar sana bapak tuh bakal tepe tepe ato goda2 daun muda' serangku sambil ngikutin ibu ke belakang yang lagi bikin tuk bapak.
'asal jangan seperti air teh dan gula ini. sebanyak apapun kau taruh gula dlm air ini, dia akan larut. begitu juga antara percy dan curiga.' jawab ibu yang tumben berfilsof. tapi ga mudeng ada apa dg gula dan air teh.
'udah ya bu, kok ga di icipi. ntar kurang manis loh.'
'inilah gunanya insting. untuk percaya ga perlu adanya percobaan.' aku masih bengong mendngar jawab ibu sambil membawa secangkir teh hangat tuk bapak.
'insting... gula dan teh... hmm pas ga tawar ga manis banget...' aku bergumam sambil meminum sisa bikinan ibu tadi.
'bu kebanyakan gula tuh, awas kencing manis hehe' teriak ku dari belakang sambil lari ke kamar mandi, mandi kembang ah hahaha
'kalo itu baru ibu ga percy!

ah, ada benarnya juga ya.. untuk percaya kita ga perlu pake uji coba. makasi pak bu, aku tahu gimana selanjutnya.

kadang semakin hari ada banyak sesuatu yg baru aku dapati dari kedua ortuku. hidup pas pasan bukan halangan untuk menjdi bahagia. hidup susah bukan alasan untuk menangis dan meratapinya.
30 tahun lebih dalam pernikahan beliau belum pernah ku dengar keluh ibu kecuali keluhan karena bandelnya anak anak mereka. slama ini pula aku tak pernah melihat bapak putus asa dalam menghidupi kami, diantara panas dan hujan apa sih yg belum pernah beliau temui. tapi sedikitpun tak pernah ada keluh bapak tentang hidupnya. bapak benar2 ikhlas demi keluarga ini. menerima dengan sepenuh hati atas semua pemberianNya. padahal ibu ga cantik cantik amat juga bukan dari keluarga mapan.Lalu apa yang membuat bapak rela habiskan seluruh hidupnya untuk dan bersama ibu?
perlahan pertanyaan ini hadir tiap kali aku lihat keduanya duduk didepan rumah kala sore hari.


Ternyata tak ada alasan bagiku tuk malu punya orangtua seperti beliau. bahkan akan sangat memalukan sekali bila rasa itu ada.

Bapak ku adalah hero ku. ibu ku adalah... angel tak bersayap itu.

....

Saturday, January 2, 2010

Wishing, praying... ~_~

Bismillah...


Kata pak ustadz jodoh itu rizqi.
maka kalo mo berdoa minta jodoh, pakai aja password itu hehe


"Ya Allah mudahkanlah rizqi hamba..."

so, dg demikian Allah tahu kalo kalian sedang minta dimudahkan jodohnya.Tunggu apalagi berdoa gih.. jangan lupa persiapkan diri untuk menjemput dan dijemput.



Ya Allah, jika memang dia baik untuk hamba dan agama hamba maka jodohkanlah kami,
Tapi jika tidak jadikanlah dan ubahlah untuk menjadi kebaikan bagi agama dan diri kami lalu jodohkanlah kami... amien ~hiks maksa ieh~



2010... must be hahahaha Bismillah... closer closer...

Friday, January 1, 2010

Stupid Things


Bismillah...

Well, happy new year with new hope, new heart, new face, new life, new place, new case, new home, new car, new husband, new boyfriend, new...... .... ups stop stop... Is it really new years of the meaning??

I felt confused. A thousand things fight of me tanpa basa basi. Its perfect!!! D'oh!

Back to point. New year...

Ketika semua orang mengajukan sebuah harapan, membuat sebuah resolusi ( baru ) katanya.

Then apa sih resolusi kamu di 2010 ini??? "!@#$%^&* ( blank)"

Nikah yuuuuuk !@#$%^&*( Loh ga boleh apa, kata pak RT kalo udah 17+ boleh kok hehehee ( Baru kemarin dapet KTP eauy... hah???????? stop it, dun screaming ah.

Nope, its not final resolution that i have. Coz, My Allah arranged for me. The special one and the one only, Amien. Did u believe it? yes, i am.

So, silakan lanjutkan iseng-iseng berhadiah itu pada yang lain.

*********************

Sesaat ingat cerita seorang sahabat. "Tuhan, aku pengin Nikah" Itu kalimat pertama yang aku dengar dari ceritanya.

Yup, aku ngerti maksudnya. karena aku juga pernah minta itu padaNya.

"pernah taaruf?"

"Kurang pasti"

"Lalu apa yang kalian lakukan, Apa yang dibicarakan?"

"Ya.. apa aja, setelah kita mengetahui bagaimana sikap, sifat dan agamanya, diluar itu tentunya ada keinginan untuk tahu lebih banyak tentang misalnya apa kesukaan masing2, kriteria pernikahan yang bagaimana yang masing2 inginkan, tentunya masih dalam batas kewajaran."

"Wajar, kewajaran. Sehari 24 jam, apakah itu wajar, saudaraku?"

Deg....

-----Another session-------

beruntunglah dia ( pikirku saat itu ) ada seorang teman yang tiap hari memberinya support, sehingga perlahan dia tak lagi ingat apa yang sedang menimpa pada dirinya. Kedatangannya temannya benar-benar telah membuat satu keajaiban.
Mendengar itu aku turut senang. Tapi ku lihat ada nada perih dibalik senyum tipisnya.

Ku tanya kenapa, dia hanya tersenyum. Menarik napas sesaat. kemudian berkata, "Aku takut kejadian serupa terulang lagi."

Aku mengerti maksudnya. akupun hanya diam mendengarkan dia bicara dengan nada setengah-setengah.


"Aku beruntung punya teman sepertinya, im proud of him. Aku tak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya tanpa kehadiran sosok itu. Meski pada kenyataanya dia hanya dapat memberiku sebuah support serta memaksaku untuk tertawa dengan segala lelucon yang dia buat, meski sungguh sebenarnya sangat tidak lucu bagiku. Tapi im appreciated.
Sehari 24 jam, dia selalu ada.
Di tengah down dan ancurnya aku saat itu, ada satu cahaya meski aku benci dengan segala yang berbau cahaya. Aku ingin ditempat gelap saja dimana tak ada satu manusiapun yang bisa temukan aku.
Sahabatku, sekarang aku benar-benar seorang diri. hanya engkau yang masih mendengarkan suaraku." Tanpa sadarku airmata ini jatuh dalam pelukannya. Selama ini aku iri pada kehidupannya, aku merasa dia perempuan yang dilahirkan dengan segala keberuntungan. Benar dia adalah kuat, dia sosok yang sangat beruntung, tapi kenyataannya hari itu dia nampakkan padaku sisi lemahnya. Semakin erat ku peluk dia sambil terus dia melanjutkan cerita.

"Kamu tahu sahabat, aku takut kan terjebak dalam perangkap yang sama sekali lagi. Aku sudah tak punya apa-apa lagi bahkan masa depanpun telah aku hancurkan dengan tanganku sendiri. Aku tak lagi berani menatap apa yang namanya harapan, aku takut bermimpi. padahal aku adalah sosok pemimpi. Lagipun apa yang bisa aku banggakan dari seorang aku sekarang?"

"Kau masih punya aku, sahabatmu." jawabku memastikan.

"Entahlah, semakin lama ketakutan ini semakin merayap menyusuri tiap celah lubang hati. Kehadiran sosok yang bernama sahabat membuatku merasa ketergantungan. Memaksaku untuk bersikap possesif. Kamu tahu kan tiap orang punya kehidupannya masing-masing, begitu juga kamu begitu juga dia. Ia tak selamanya akan ada untukku begitupun engkau. Ia punya lingkungan yang luas, sahabat yang tak terhitung oleh jari, serta pandangan yang slalu open minded. Tapi aku... lingkunganku hanya persegi empat tembok kecil ini. Aku takut semakin lama ada penyakit hati pada dirinya serta diriku sekali lagi. Padahal belum tentu ini adalah benar, padahal bisa jadi ini hanyalah suara syaitan dalam ruang sepi. Aku ingin bangun dari semua ini, aku tak ingin membuat sakit yang sama, aku tak ingin berbuat dosa yang serupa, dosa ini terlalu banyak tak ingin ku tambah lagi dengan cara seperti ini.. Demi kebaikan bersama. meski sebenarnya ini hanyalah dalih untuk menyelamatkan diriku sendiri.
Apalagi kemarin aku mendengar dia bicara tentang taaruf. Bukan padaku, karena dia tak pernah tawarkan apapun untukku. Taaruf terlalu bersih bila harus dilakukan dengan cara seperti ini padaku. Aku lebih tahu siapa dan bagaimana aku, aku tak ingin membangun sebuah fitnah baru dari sebuah persahabatan..."
Ku tatap matanya dalam-dalam, jernih... tak ada satu tetes air pun membasahi pipinya. Mata itu mengingatkan aku pada seseorang, ya seseorang yang sangat aku kenal.

Senja semakin menepi meninggalkan kami, kini hanya bising kipas angin yang sesekali mengiyakan serta menggelitik kami dalam sebuah tawa sekali lagi.


hadir dalam tanyaku, apa yang sebenarnya terjadi. apa yang membuat dia bersedih kali ini. Bukankah dukanya telah berlalu di 2009 kemarin. masih kah ia sisakan luka itu di hari ini? Semakin aku tak bisa menangkap semua ceritanya. Aku benar-benar dungu saat ini, kecamlah aku, pukullah aku. aku benar-benar tak mengerti.

Tiba-tiba ada suara aneh dari perutku yang mulai nagih pajak.



Tuesday, December 29, 2009

Something Today ~thinking of life~

Bismillah...

pengin rasanya sekedar teriak jika itu bisa selesaikan semua. pengin juga nangis hingga nangis darah kalau itu adalah jawaban. apapun itu i do.

fine, that's not final solution. i just need to be strong as like kuku bima hahahaha dalam cerita wayang, or whoever icon2 hero that i see on cerita2 itu. i felt bored, you know! my little room wasnt give me more comfort already.

Here all things.. everything, anything and the other things was changed. Include... i am. stop itfor ur nodding and don't ask me with all crazy question that you have. im tired. enough! ... agh... what have i said... mbuh ah! berasa... tak ada rasa lagi. "needing shoulders any way"

what did you think about life...?

if somebody ask me i wanna answer life is a dream, guys. yup... whats wrong? its choice, isn't it?

napa? ga terima? tau deh ngoceh apaan.

capek juga marah2 ya... nulis pake hp sambil masih pakai mukena nunggu isya.. masya Allah nyamuk ga mau kalah.
Enak ga sih jadi nyamuk... tiba2 kepikran ngeri jg. eh ternyata nyamuk itu pemberani. demi setitik darah eh makanan nyawa taruhannya loh. buktinya entah aku telah berapa banyak nyamuk mati syahid ditanganku. ah semoga engkau tenang di alam sana. ada yg nangisi kematianya ga ya...

Kematian.. jika aku meninggal nanti bukti apa yang ku tinggalkan di dunia bahwa aku pernah ada sedang hidup ku tak pernah beri arti apapun tuk dunia.
lalu apa pula bekal yang ku bawa tuk menghdapNya.Tiba2 jadi takut mati. tapi manfaat apa yang kau beri pada dunia ketika kau hidup?
huaa stop stop dont ask the same question repeat and repeat.

ada sms masuk, halo, sehat aja kah? ingin rasanya ku jawab udah mati. weks, kan barusan bilang takut mati. so ga jadi dh. jawbnya alhamdulilah masih bernapas (ugh, jawaban sadiz)

Adzan isya mulai bersahutan dari satu musholla ke musholla lain bahkan muadzin masjid pun terdengar sampai pojok litle room jelekku. but im still stuck on. atribut sholat maghrib yang harusnya alquran ditangan berubah jadi omelan ga jelas gene. mumpung pengin kataku. lah daripada marah2 ga jelas sama orang kan kasian juga.

Then... isya an dulu ah...
kata pak guru asholatu ala waktiha... gitu bukanya... tau deh. yg penting intinya jangan suka tunda2 waktu sholat. sholatlah tepat pd waktunya. kan kita ga tau apa yang terjadi 5 menit kemudian. seperti kejadian Om ku purwodadi itu. tiba2 meninggal pas main badminton. ga da isu beliau sakit2n loh.
nah sekarang tau kan maksud omongan diriku.hehe
sembahyanglah sebelum engkau disembahyangkan...

yuuk ah mari...

Monday, December 28, 2009

The Silhouette



I wake and wipe the sleep from my eyes
Through blurred vision I see your silhouette
Standing in the open balcony doorway
Soft tufts of hair bouncing in the breeze
Morning sunlight glimmers
Off the bulge of your chest
casting even larger shadows
on the bedroom floor.
I stretch and rise, and sitting tall in my bed
Feeling the gentle morning breeze caress my face
While songbirds sing their morning serenade
Your scent fills my senses
Oh how it lights my soul with desire
How I long for you to hold me
How I need to feel your touch
How I need to hear your voice calling out my name
While gentle arms hold me close to your beating heart
I step from my bed
And turn to face the world
Anticipating the delight
Of yet another glimpse of your form
But the door stands vacant
Curtains blowing soft and free in the breeze
How empty is my heart, how lonely is my soul
For these shadows, these illusions of you
Now swept away without a sound
Are those I hold only in memory
Gathered long before you and I did part
Lost forever except deep within my heart.





Saturday, December 19, 2009

Ungkapan Sederhana Untuk Istri Tercinta

Oleh : Ustd. M. Fauzil Adhim



Bila malam sudah beranjak mendapati subuh, bangunlah sejenak. Lihatlah istri anda yang sedang terbaring letih menemani bayi anda. Tataplah wajahnya yang masih dipenuhi oleh gurat-gurat kepenatan karena seharian ini badannya tak menemukan kesempatan untuk istirahat barang sekejap. Kalau saja tak ada air wudhu yang membasahi wajah itu setiap hari, barangkali sisa-sisa kecantikannya sudah tak ada lagi.

Sesudahnya, bayangkanlah tentang esok hari. Di saat anda sudah bisa merasakan betapa segar udara pagi, tubuh letih istri anda barangkali belum benar-benar menemukan kesegarannya. Sementara anak-anak sebentar lagi akan meminta perhatian bundanya, membisingkan telinganya dengan tangis serta membasahi pakaiannya dengan pipis tak habis-habis. Baru berganti pakaian, sudah dibasahi pipis lagi. Padahal tangan istri anda pula yang harus mencucinya.

Di saat seperti itu, apakah yang anda pikirkan tentang dia?

Masihkan anda memimpikan tentang seorang yang akan senantiasa berbicara lembut kepada anak-anaknya seperti kisah dari negeri dongeng sementara di saat yang sama anda menuntut dia untuk menjadi istri yang penuh perhatian, santun dalam berbicara, lulus dalam memilih setiap kata serta tulus dalam menjalani tugasnya sebagai istri, termasuk dalam menjalani apa yang sesungguhnya bukan kewajiban istri tetapi dianggap sebagai kewajibannya.

Sekali lagi, masihkan anda sampai hati mendambakan tentang seorang perempuan yang sempurna, yang selalu berlaku halus dan lembut? Tentu saja saya tidak tengah mengajak anda membiarkan istri membentak anak-anak dengan mata membelalak. Tidak. Saya hanya ingin mengajak anda melihat bahwa tatkala tubuhnya amat letih, sementara suami tak pernah menyapa jiwanya, maka amat wajar kalau ia tak sabar.

Begitu pula manakala matanya yang mengantuk tak kunjung memperoleh kesempatan untuk tidur nyenyak sejenak, maka ketegangan emosinya akan menanjak. Di saat itulah jarinya yang lentik bisa tiba-tiba membuat anak menjerit karena cubitannya yang bikin sakit.

Apa artinya?

Benar, seorang istri shalihah memang tak boleh bermanja-manja secara kekanak-kanakan, apalagi sampai cengeng. Tetapi istri shalihah tetaplah manusia yang membutuhkan penerimaan. Ia juga butuh diakui, meski tak pernah meminta kepada anda.

Sementara gejolak-gejolak jiwa memenuhi dada, butuh telinga yang mau mendengar. Kalau kegelisahan jiwanya tak pernah menemukan muaranya berupa kesediaan utuk mendengar, atau ia tak pernah anda akui keberadaannya, maka kangan pernah menyalahkan siapa-siapa kecuali dirimu sendiri jika ia tiba-tiba meledak.

Jangankan istri anda yang suaminya tidak terlalu istimewa, istri Nabi pun pernah mengalami situasi-situasi yang penuh ledakan, meski yang membuatnya meledak-ledak bukan karena Nabi Shallallahu 'Alayhi wa Sallam tak mau mendengarkan, melainkan semata karena dibakar api kecemburuan. Ketika itu, Nabi Shallallahu 'Alayhi wa Sallam hanya diam menghadapi ‘Aisyah yang sedang cemburu seraya memintanya untuk mengganti mangkok yang dipecahkan.

Ketika menginginkan ibu anak-anak anda selalu lembut dalam mengasuh, maka bukan hanya nasehat yang perlu anda berikan. Ada yang lain. Ada kehangatan yang perlu anda berikan agar hatinya tidak dingin,apalagi beku, dalam menghadapiu anak-anak setiap hari. Ada penerimaan yang perlu kita tunjukkan agar anak-anak itu tetap menemukan bundanya sebagai tempat untuk memperoleh kedamaian, cinta dan kasih sayang.

Ada ketulusan yang harus anda usapkan kepada perasaan dan pikirannya, agar ia masih tetap mememilki energi untuk tersenyum kepada anak-anak anda, sepenat apapun ia.

Ada lagi yang lain : PENGAKUAN. Meski ia tak pernah menuntut, tetapi mestikah anda menunggu sampai mukanya berkerut-kerut?


Karenanya, anda kembali ke bagian awal tulisan ini. Ketika perjalanan waktu melewati tengah malam, pandanglah istri anda yang terbaring letih itu, lalu pikirkanlah sejenak, tak adakah yang bisa anda lakukan sekedar mengucapkan terima kasih atau menyatakan sayang? Bisa dengan kata yang berbunga-bunga, bisa tanpa kata. Dan sungguh, lihatlah betapa banyak cara untuk menyatakannya. Tubuh yang letih itu, alangkah bersemangatnya jika di saat bangun nanti ada secangkir minuman hangat yang diseduh dengan dua sendok teh gula dan satu cangkir cinta.

Sampaikan kepadanya ketika matanya telah terbuka,“Ada secangkir minuman hangat untuk istriku. Perlukah aku hantarkan untuk itu?“

Sulit melakukan ini? Ada cara lain yang bisa anda lakukan. Mungkin sekedar membantunya meyiapkan sarapan pagi untuk anak-anak, mungkin juga dengan tindakan-tindakan lain, asal tak salah niat kita. Kalau anda terlibat dengan pekerjaan di dapur, memandikan anak, atau menyuapi si mungil sebelum mengantarkannya ke TK, itu bukan karena gender-friendly; tetapi semata karena mencari ridha Allah, sebab selain niat ikhlas karena Allah, tak ada artinya apa yang anda lakukan.

Anda tidak akan mendapati amal-amal anda saat berjumpa dengan Allah di yaumil-qiyamah. Alaakullihal, apa yang ingin anda lakukan, terserah anda. Yang jelas, ada pengakuan untuknya, baik lewat ucapan terima kasih atau tindakan yang menunjukkan bahwa dialah yang terkasih. Semoga dengan kerelaan anda untuk menyatakan terima kasih, tak ada airmata duka yang menetes baginya, tak ada lagi istri yang berlari menelungkupkan wajah di atas bantal karena merasa tak didengar.

Dan semoga pula dengan perhatian yang anda berikan lepadanya, kelak istri anda akan berkata tentang anda sebagaimana Bunda ‘Aisyah RA berucap tentang suaminya, Rasulullah Shallallahu 'Alayhi wa Sallam, ”Ah, semua perilakunya menakjubkan bagiku”.

Sesudah engkau puas memandangi istrimu yang terbaring letih, sesudah engkau perhatikan gurat-gurat penat di wajahnya, maka biarkanlah ia sejenak untuk meneruskan istirahatnya. Hembusan udara dingin yang mungkin bisa mengusik tidurnya, tahanlah dengan sehelai selimut untuknya.

Hamparkanlah ke tubuh istrimu dengan kasih sayang dan cinta yang tak lekang oleh perubahan. Semoga engkau termasuk laki-laki yang mulia, sebab tidak memuliakan wanita kecuali laki-laki yang mulia.



Sesudahnya, kembalilah ke munajat dan tafakkurmu. Marilah anda ingat kembali ketika Rasulullah Shallallahu 'Alayhi wa Sallam berpesan tentang istri. “Wahai manusia, sensungguhnya istri kalian mempunyai hak atas kalian sebagaimana kalian mempunyai hak atas mereka. Ketahuilah...,” kata Rasulullah Shallallahu 'Alayhi wa Sallam melanjutkan, ”kalian mengambil wanita itu sebagai amanah dari Allah, dan kalian halalkan kehormatan mereka dengan kitan Allah. Takutlah kepada Allah dalam mengurusi istri kalian. Aku wasiatkan atas kalian untuk selalu berbuat baik.”

Anda telah mengambil istri anda sebagai amanah dari Allah. Kelak anda harus melaporkan kepada Allah Ta’ala bagaimana anda menunaikan amanah dari-Nya. Apakah anda mengabaikannya sehingga guratan-guratan dengan cepat menggerogoti wajahnya, jauh awal dari usia yang sebenarnya? Ataukah, anda sempat tercatat selalu berbuat baik untuk istri.



Semoga anda memberi ungkapan yang lebih agung untuk istri anda
.

NgeLuh 'terus'

Bismillah...


2 Minggu sudah dia terdampar di sebuah alam dimana keadaan menuntut untuk "nrimo" ah lagi-lagi bahasa itu yang terdengar.


Mampukah dia bertahan? sampai kapan?

Menatap ke jendela luar, hanya tawa sadis matahari dan cuaca yang sama angkuh dengan hatinya.

"Ieh hidup kok cuma segitu aja, dasar!! "

Friday, December 18, 2009

Ketika Hati Bimbang, Bingung memilih pasangan



Bismillah...


Dalam memilih pasangan hidup, baik bagi laki-laki maupun perempuan keduanya memiliki hak untuk memilih yang paling tepat sebagai pasangannya. Hal itu dikenal dalam Islam yang namanya ‘kufu’ ( layak dan serasi ), dan seorang wali nikah berhak memilihkan jodoh untuk putrinya seseorang yang sekufu, meski makna kufu paling umum dikalangan para ulama adalah seagama.


Namun makna-makna yang lain seperti kecocokan, juga merupakan makna yang tidak bisa dinafikan, dengan demikian PROSES MEMILIH ITU TERJADI PADA PIHAK LAKI-LAKI MAUPUN PEREMPUAN.

Disisi lain bahwa memilih pasangan hidup dengan mempertimbangkan berbagai sisinya, asalkan pada pertimbangan-pertimbangan yang wajar serta Islami, merupakan keniscayaan hidup dan representasi kebebasan dari Allah yang Dia karuniakan kepada setiap manusia, termasuk dalam memilih suami atau istri.
Aisyah Ra berkata, “Pernikahan hakikatnya adalah penghambaan, maka hendaknya dia melihat dimanakah kehormatannya akan diletakkan”


Rasulullah pun bersabda, “Barang siapa yang menjodohkan kehormatannya dengan orang yang fasik maka dia telah memutus rahimnya” (HR Ibnu Hibban).

Nabi juga pernah memberikan pertimbangan kepada seorang sahabiyah yang datang kepadanya seraya minta pertimbangan atas dua orang yang akan melamarnya, lalu Nabi menjawab, “Adapun Muawiyah bin Abi sufyan dia sangat ringan tangan (alias gampang memukul), adapun yang lainnya adalah orang yang fakir tidak memiliki harta yang banyak.” Lalu Nabi menikahkannya dengan Zaid bin Haritsah.


Dan untuk memantapkan pilihan, terutama dari berbagai alternatif sebaiknya melakukan shalat istikhorah baik di tengah malam maupun di awalnya, dan lakukan secara berkali-kali.

Jika telah dilakukan berkali-kali maka KEMANTAPAN YANG ADA ITULAH YANG INSYA ALLAH MERUPAKAN PETUNJUK-NYA, DAN ITULAH YANG LEBIH DIIKUTI. Tetapi perlu diingat, bahwa informasi yang dominan pada diri seseorang sering yang lebih berpengaruh terhadap istikhorah, oleh karena itu perlu dilakukan berkali-kali.
Dan untuk membedakan apakah itu keputusan yang dominan adalah selera semata atau dominasi istikharah agak sulit, kecuali dengan berkali-kali, sekalipun salah satu tanda bahwa itu adalah petunjuk dari Allah adalah dimudahkannya urusan tersebut, tetapi hal tersebut bukan satu-satunya alamat yang mutlak.


Source : From Net.

=====================


Choier said ;


Terkadang apa yang ada di depan mata kita, tak selamanya itu indah menurut pandangan.

Ketika hati dan mata mampu tertipu oleh tipu daya dunia, maka Allah adalah tempat kita berserah segalanya.

[ ...Ya, Allah... Waj 'al hubbaka ahabbu ilainaa minal Maa i wal baradi...

"... Ya Allah, Jadikanlah cintaku padaMu lebih besar dari cintaku pada air dan salju..."



Salam