Showing posts with label Wedding preparation. Show all posts
Showing posts with label Wedding preparation. Show all posts

Saturday, April 11, 2015

Single vs married / friend then unfriend

"Teman itu 'hanya' ada ketika masa Single. Kalo udah nikah, jangan harap banyak."
Terlalu sibuk dengan dunia pernikahan (anak dll, dsbnya) kalau masih muda dulu sering banget curhat2an gajelas, jalan gajelas, shopping gajelas, eh giliran udah nikah serasa kagak kenal. Dan JELAS banget. Begitu...lah :D #eh!
#lagi gajelas*#%%&¥€$£¤
Perasaan, dulu saya punya meski tidak bisa dikatakan dalam jumlah banyak.
But now, i got nothing.
Sahabat...
Dimana ujudmu kini.
semua terllu banyak basa basinya. Dan membosankan .
Lonely. Alone.











Saturday, January 12, 2013

Married is a Learn



"Pernikahan adalah sebuah konsep dari rumah tumbuh, yang dibutuhkan pondasi kuat di dalamnya. Janganlah menikah dengan seseorang yang tanpa pondasi kuat karena dia tak akan pernah bisa direnovasi, kecuali butuh biaya dan tenaga extra nantinya."

Kalimat ini dulu sering keluar sebelum memutuskan untuk menerima lamaran dari suami, banyak dari mereka yang tiba-tiba berubah jadi penasehat perkawinan dadakan. Bahkan sampai ada yang siap jadi konselor pernikahan kalau suatu saat nanti pernikahan kami diterpa masalah. "apa? kamu doain sejelek ituh?" itu reaksi reflek saya begitu mendengar si A sok diplomatis menawarkan sebuah bantuan yang menurut saya hanya sebuah "crazy talk". Lagipuun kalau Pernikahan kami tiba-tiba terhembus angin tak segarpun (semoga ini tidak akan, ya Allah) saya tidak bakalan mencari apalagi mengatakan pada si A yang buat saya hanya akan membuka dapur rumah tangga saya sendiri. butuh konselor datang pada ahlinya, bukan begitu???

Setiap hubungan apapun jenisnya bukan tidak mungkin tanpa penyakit, justru hubungan yang berpenyakitan itulah yang didalamnya seolah merasa tanpa penyakit. Bingung mencernanya? pelan saja sodara :D

Pernikahan itu tidak hanya menyatukan 2 pribadi saja melainkan mengawinkan keseluruhan dari 2 pribadi. bukan hanya fisik semata, tapi masih dalam lingkup yang luas. Perbedaan, itu pasti. Kita lahir dan besar dan tumbuh dari lingkungan dan gaya hidup berbeda, untuk menyatukan keduanya tidak dibutuhkan waktu instan seperti indomie goreng yang terpaksa saya rendam pakai air mendidih sebelum matang dikarenakan gas nya habis. Tetapi tetep aja bumbunya bisa nyatu dan masak meski rasanya agak aneh. Pernikahan tidak bisa seperti itu kaaan??

Awal pernikahan semua akan keliatan indahnya. bagaimana selanjutnya, semua yang udah menikah pasti tau jawabnya.

Pernah satu hari ada kawan pasangan muda bingung mendapati istrinya yang tiap hari bermasam muka dengan muka selalu dilipat-lipat. Tiap ditanya ada apa, selalu mengatakan tidak apa-apa. sampai-sampai keduanya saling mendiamkan, dan ndongkol. (saya sendiri juga sering kayaknya :LOL )

DIsini inilah yang kadang membuat saya dri sisi seorang perempuan merasa ada yang aneh dengan sikap seorang laki-laki. Karena bukan tidak mungkin saya sendiri juga sering merasa pada titik dimana semua adalah "TIDAK."

mau tau bagaimana menyikapi sikap perempuan seperti ini?

saya pernah membaca bahwasanya perempuan itu hanya butuh teman bicara butuh didengarkan tapi tidak butuh sebuah opini solusi ataupun jawaban. DENGARKAN. Tapi parahnya lagi ketika kita sedang bicara tentang sesuatu misalnya tiba-tiba dengan suara lembut seorang pria akan mengeluarkan sebuah solusi bijak padahal perempuan sudah tau pasti bahwa itu adalah solusinya. dia bercerita karena dia hanya ingin didengar. bukan ingin mencari solusi.

Kalau istri marah jangan ditanya kenapa? ada apa? mengapa? tapi mendekatlah, tatap matanya kemudian dekap peluk dia lalu simpan semua pertanyaan bodoh tersebut. karena pertanyaan itu hanya akan mempersulit kalian saja para suami :)

Tenang saja anda tidak akan dibikin mati penasaran hanya dengan menyimpan stupid question tadi, justru nanti tanpa diminta pun seorang perempuan akan bercerita tanpa titik koma malah, dan ketika itu justru anda yang akan menutup telinga mendengar segala ocehan istri anda :D:D:D:D:D:D




Percayalah menikah itu tempat belajar yang nyaman, jangan persulit diri dengan asumsi yang konyol.


---Oier---









Sunday, June 6, 2010

Imunisasi TT Pra-Nikah

Bismillah...


22 Mei..........


Imunisasi TT pra-Nikah...
Mula-mula ragu apa bener suntik TT ini bener- bener imunisasi atau jangan-jangan hanya KB yang terselubung. Dari info para tetangga dan ibu-ibu mengatakan kalau imunisasi pranikah itu adalah KB yang terselubung OMG.......!!!

Yang bener aja, KB ya KB dong, masak imunisasi TT kok larinya ke KB. *Sempet males untuk ke puskesmas.

Then... karena atas desakan pak Lebe, aku beranikan datang ke puskesmas nah disanalah saya tanyakan secara detail....

Pengakuan dari bidan yang nyuntik, "Bukan, mba. Suntik TT ini untuk kekebalan tubuh ketika melahirkan, karena takutnya ada alat yang digunakan untuk melahirkan masih kurang steril."

"jadi bukan KB yang terselubung itu ya , Bu? " tanyakuu sambil senyum

"Trus di puskesmas ada imunisasi HPV sekalian ga?" makin aneh deh nanyanya...

"wah kalo itu adanya di RS besar, mba, kalau di puskesmas hanya diberikan yang dasar2 aja.."

"Loh itu kan juga dasar juga kan bu..." jawabku masih dengan embel2 senyum

"Belum, di desa-desa memang belum ada." jawab ibu bidan dengan senyum tak kalah manis...

:Subhaanallah... ibu bidan ini masih cakep banget padahal udah setengah umur...@#$%^&
===================

Prosedur ke puskesmas
  •  Datang ke puskesmas bersama calon suami. Atau kalau enggak, bawa biodata pasangan kamu. karena disana bakal di tanya lengkap alamat rumah dan ttl . Kemarin aku datang sendiri, dan ga bawa Fc ktp pasangan, sempet kaget pas ditanya alamat lengkap calon suami :Sigh: 
  • Datangi loket, daftar, isi form. 
  • bayar. 
  • Nunggu di panggil.
  • Ke ruang imunisasi. Nanti bakal di kasih jadwal kapan lagi kamu ke puskesmas untuk dapet imunisasi kedua. Tapi jadwalku kek na ikut masuk ke KUA : kebawa:  Zzzzz
  • Nunggu lagi Surat penting yang bakal di serahin ke pak Naib
  •  Selesai, pulang........
Cuma gitu aja, hanya surat itu yang di butuhkan oleh pihak KUA. Mengenai tes kesehatan lainya, bisa tes sendiri ke RS jangan puskesmas ya... karena puskesmas ga ada pelayanan untuk tes kesehatan semacam, ; TOrch, ato USG untuk mengetahui di rahim ada kista apa enggak.

Oh ya, bagi calon ibu atau pasangan yang baru nikah dan ada rencana ingin segera punya momongan ada baiknya lakukan pemeriksaan Tes TORCH atau istilah untuk menggambarkan gabungan dari empat jenis penyakit infeksi yaitu TOxoplasma, Rubella, Cytomegalovirus dan Herpes. Keempat jenis penyakti infeksi ini, sama-sama berbahaya bagi janin bila infeksi diderita oleh ibu hamil. 

Inget ya... :)






Salam