Showing posts with label cerita iseng. Show all posts
Showing posts with label cerita iseng. Show all posts

Sunday, March 20, 2016

if I know love is...

konsekuensi dari sebuah cinta adalah kerja keras huehueheheue :lol


Hari itu adalah weekend dimana hari yang seharusnya totally untuk keluarga dan istirahat.  Tapi, dipojokan kamar Ada seorang suami masih berkutat dengan pekerjaannya yang dikejar dateline ato deadline???

Pergi pagi pulang malam, nampak anak istri sudah lelap bukannya mandi dan menyusul tidur tapi mandi menghadap komputer untuk "deadline" nya.


mudah-mudahan Allah selalu melindungi menjaga serta diberi kekuatan untuk segala kondisi dan keadaan. Amiiiin.

semangat dan sehat terus ya suami ^^





Thursday, October 27, 2011

Refresh !

Pengen ganti suasana aaaaaaaah

Friday, September 16, 2011

midnight *effect

jumat 00:50 dini hari.


eh ternyata begini rasanya kebangun dari tidur tus ga bisa tidur lagi. tengok sebelah kiri si ganteng yang Alhamdulillah udah bobo dengan nyenyaknya.

FYi, im still at parents home, dengan suami yang udah dibelahan pulau sana *miss u, ayah!*

ini efek bangun tengah malam karena sadar gw belom shalat isya *dag* alhamdulillah yah... alam bawah sadar gw bisa jadialarm juga :) jadi sesuatu banged...:P

Di luar udara sepoi2, masih rame sih karena diluar masih banyak pekerja yg sibuk dg aktifitas mereka. keluar sebentar...enak banget ya udara malam. Tapi giliran udah masuk kamar langsung bersin ga henti2 sampe sekarang, hadoooh apa bener angin malam segenit itu ama gw sigh *jleb.

Menatap wajah si ganteng, dengan pipi buletnya yang lagi bobo indah, kira2 kalo bobo gitu mimpiin emaknya ga ya... hellow *emaklebaydah*

i need somebody to listen all my stupid talk, yeah is you!

Well, apa ini efek gw minum fre**tea tadi itu ya kok melek dan berkicau alamaaaak...

"Terimakasih ya Allah" hanya kalimat ini yang sering terucap kala natap wajah si ganteng yang ketika ditatap ikut membalas dengan tatapan lembutnya lalu kemudian senyum, ah damainya hatiku. "He's more looks like you, mom...!" kata ayahnya. "thanks to you also, ayah... without you, me and baby is nothing."


#bighug:kiss kiss

Wednesday, February 2, 2011

Ibu hamil ga boleh sakit

Bismillah...

Rabu malam imlek, cuaca hujan.




Awal februari,
hujan yang tak henti-henti guyur pulau kecil yang kami singgahi. Benar-benar musim ga jelas sebentar panas, sebentar hujan membuat keadaan semakin ga karuan.
Ah lagi-lagi hujan lagi. Tak apa sih asal jangan mati lampu kek kemarin malam. Takuuuuuuuut dirumah sendirian soalna, suami belum pulang.

Hujan 3 hari berturut-turut menyebabkan rumah kami kebocoran untung ga sampe listrik korslet. Banjir pun dimana-mana *ngeri juga.


Udah hampir seminggu ini kena flu. D'oh payah banget. Soalna ga boleh minum sembarang obat. Tapi hidung saya sesekali mampet pet sesekali encer cer walaaaaaaah... Padahal ibu hamil kan harus fit supaya dedeknya juga sehat.

Ohya, besok tanggal 5 dirumah mo ada acara 7 bulanan. Semoga semua baik baik selalu dan dimudahkan sampai tiba melahirkan nanti. Semangat ya, nak...

Bantu mami ya sayang...  dan janji kalau ada apa apa harus bilang sama mami, karna mami adalah teman baik kamu. Ok...?




Hmmm lagi mikir2 belanja perlengkapan baby.
Kira-kira mulainya dari mana dulu ya... *have no idea




Ah, sehat dulu aja yang penting mampet banget nih...!

Saturday, January 8, 2011

Ikan vs Cinta

Bismillah...

Barangkali beberapa bulan atau bahkan setahun lalu nulis di jam seperti ini adalah kebiasaan pasti yang sering saya lakukan. Entah nulis apa aja seolah semua ngalir tanpa koma meski setelah dibaca ulang banyak pemborosan kalimatnya.

Tentang fenomena hidup orang orang sekitar. Menjadi pemerhati itu seolah tanpa masalah, menerjemahkan apa yang sedang terjadi mulai dari pagi membuka mata hingga malam menutup mata. Kok ada aja ya yang saya tulis. Itu pikirku ketika dulu. But, now... ah taulah ga ada bahasan adanya cuma ini itu aja. Monoton. Mau nulispun ujung-ujungnya ditanyai maksud dan tujuannya apa. Ribet.

Malam ini malam minggu tepatnya. Kemana aja hayyooo... kalau saya mah di rumah saja. Makanya sempet nulis :p loh emang kemarin-kemarin saya kemna? Hahaha ya tetep di rumah lah... hanya saja males cuy...

Well, how was your day sahabat?

My day still as like today, the means of yah, beginilah *hahhahaa*
Hari-hariku lebih banyak meliht dan mendengar tentang bagaimana hidup setelah menikah. Ehm... yang belum menikah wajib baca neh hahay...

Setelah menikah, yang tadinya sendiri sekarang jadi berdua. Ada yang merhatiin, ada yang masakin, ada yang nyuciin baju, ada yang nemenin tidur*dulu ga da kan? Intinya.... menikah itu enak! Ga percaya coba aja.

Seperti kita makan ikan, mungkin itulah istilah bahasa saya dalam sebuah pernikahan atau katakan cinta. Ohya pernikahan adalah obat dari penyakit cinta.

Kembali ke ikan. Kenapa ikan? Semua pasti pernah makan makanan satu ini bahkan yg alergi pun dulu pernah cicipi bgmna rasa dan aroma ikan apalagi penggemar ikan.

Ikan itu enak kalau pas pada dagingnya, tapi akan menyakitkan kalau tersedak tulangnya. Walau bagaimanapun toh tetep aja kita masih konsumsi ikan, bukan?

Hubungan ikan dengan cinta dan pernikahan apa?

Ya itu dia kadang ada enaknya kadang ada sakitnya. Tapi tetep aja kita ga nyerah gitu aja untuk ga lagi makan ikan. Intinya begitu.

Sebenarnya, malam ini saya lagi nahan kelaparan hahhaahhaahha... nulis kata ikan makin lapar saja jadinya. Dari tadi siang lom makan. Sore tadi ada yang ngajak makan bakso, udah di bela-belain ga makan dari jam 5-jam 8 ujung-ujungnya OMDO hahaaha kasian deh... *mogok ceritane.

Udah ah kena marah pula ntar kalau dilanjut.

Back to ikan, eh topik ding. *topiknya ikan. Ya?

Kadang dalam diri tiap kita sering ada pertanyaan sedikit tentang kekhawatiran, "dia bakal pindah hati gak ya?" "Kenapa ya dia gak lagi perhatian seperti dulu, apa dah ga cinta ma gw?" Jangan takut pertanyaan ini wajar kok, dan pasti ada pada tiap kita, so kamu ga sendiri hehehee...

Kalaupun kadang sering kita temui pasangan kita yang tak 100% kek dulu itu bukan berarti dia berubah, cintanya ga berubah yang berubah hanya keadaan saja.

Ada yang bilang, "Dulu tiap kali aku bilang begini, dia langsung setuju. Tapi sekarang dia lebih banyak ABCDnya. Tiap saat selalu beda pendapat!"

Beda pendapat bukan berarti ga cinta loh ya. Mungkin disinilah perubahan yang ada dibanding dulu. Sekali lagi keadaan saja bukan perasaannya. Ga percaya? Tanyakan malam ini pada pasangan.

Salam.


Ta *


Monday, December 13, 2010

Ketakutan dari sebuah Ketulusan



Bismillah...


Yuk mari kita mulai bicara about love and all my illusion of course

Mungkin sebagian dari kita sering terheran-heran "kenapa ya cinta itu indahnya di awal saja, kenapa pula semakin lama cinta itu tak seindah dulu?"

Coba berhentilah dengan pertanyaan -kenapa- nya dulu. Pikir sekali lagi apa yang sudah kita lakukan pada pasangan?

Sudah? apa jawabnya?

Sebenarnya cinta itu hampir mirip batu. pertama kali menemukanya mungkin kita tak akan puas, "ah batu biasa ini, apa istimewanya."
Tapi kalo seseorang itu ulet, Batu bisa berubah jadi banyak hal loh.. Kalau dalam bahasa industrinya, Creative
Cukup kita punya tekad dan keberanian, batu yang tadinya biasa-biasa aja akan sama cantik dan indahnya seperti batu di emperan toko yang terpampang indah, bahkan kepunyaan kita justru lebih alami tanpa polesan. Apakah anda masih tertarik dengan batu polesan di etalase toko itu?

Banyak orang beranggapan karena perasaannya udah tawar, sehingga malas untuk mempertahankan. lalu dengan sedikit nada bergumam, "Akan berlanjut sampai kapan keadaan seperti ini?"

What the hell???

Sebenarnya kita sering dikalahkan oleh ego, sehingga perasaan kangen, cinta itu perlahan pudar tanpa aroma dan rasa.

Kemarin dalam sebuah acara kumpul temen-temen, terlibat obrolan canda yang tiba-tiba langsung tercerna oleh lambung.

"Tuh si A baru aja temu kangen sama suaminya, kalau kamu sama aku temu apa?"

Suaminya menjawab, "kalau mereka tentu saja temu kangen kan lama tak jumpa, kalau aku sama kamu udah temu bosan."

Grrrrrrrrrrrrr... Tapi ini session canda loh ya, bukan yang serius, but apa sih yang dirasakan pasangannya, kalau saya tentu saja sakit hati dong. biarpun hanya becanda berarti itu kan secara tidak langsung udah suara hati yang tertahan. AH....

Dan satu lagi ketika bicara tentang enaknya makan udang dan manfaatnya, tiba-tiba ada yang bilang,
"Kalau dulu ya, semasa kami masih berpacaran, dia pengin minta di kupasin 5 ekor udang, aku kasih dia 10 udang yang udah ku kupas. Kalau sekarang, jangan kan suruh kupas udang, suruh bukain bajunya aja ga minat lagi.......!!!"

See... paham kan maksud dari percakapan tersebut?

Pantas saja semakin banyak orang yang ingin habiskan usia dengan pacaran tanpa ingin sebuah ikatan yang namanya pernikahan. Karena pernikahan hanya akan mengubah semuanya jadi membosankan!

Kalau tiap orang malas untuk bicara, malas untuk mendengarkan, malas untuk membuat sebuah kejutan serta malas bersikap lembut terhadap pasangannya, maka bagaimana mungkin sebuah hubungan sebuah ikatan suami istri akan abadi? pastilah selesai cukup sampai disini, untuk apa dipertahankan kalau keduanya sudah tak ada ketertarikan dari masing-masing.

Jadi, cinta yang hidup itu butuh suatu keramah-tamahan serta kesabaran dan keuletan , bukan kemalasan!

Ketika ada seseorang yang mencintaimu dan kamu merasa dia oke, ini bukan berarti kamu akan langsung memilih dia bukan? disini seseorang pasti akan berpikiran, " AKu akan mencari seorang 'kamu' yang sangat sangat sangat aku cintai. baru setelah itu aku akan jatuh cinta."

Tapi anehnya ketika orang itu menanyakan pada kamu, "bagaimana caranya supaya bisa dikatakan dan terlihat 'sangat sangat sangat' mencintai itu?"
kenapa? kita pun tak bisa berikan jawaban, karena diri kita sendiri sebenarnya tak begitu yakin yang bagaimanakah sebenarnya 'sangat sangat sangat' mencintai itu.

Yes, Indeed. karena kita selalu punya pikiran bahwa kita akan menemukan orang yang sangat sangat sangat kita cintai dan mencintai kita suatu saat.

cerita sedikit, dulu saya tidak pernah yakin bahwa orang yang sekarang jadi suami saya adalah orang yang 'sangat sangat sangat' saya cintai. Dulu selalu berpikiran apakah benar orang ini akan bisa merebut hati saya, diakah orang yang akan selalu saya rindukan tiap saat, yang selalu saya tunggu kepulangannya tiap malam, yang selalu saya khawatirkan ketika hujan turun dengan derasnya, yang saya perhatikan akan kesehatannya. Semua itu dulunya diluar agenda saya sebagai seorang yang menanti cinta dari orang yang 'sangat sangat sangat' saya cintai dan mencintai diri saya seutuhnya. Catet, seutuhnya.

Semua memang tak akan kita dapatkan kalau kita tak berusaha untuk mengubah cara pandang kita terhadap suatu hal. Mungkin sebagian teman kantor saya waktu itu merasa aneh dengan keputusan menikah tiba-tiba tanpa pacaran, sehingga begitu dengar saya nikah dan hamil macem-macem pertanyaannya, ternyata saya berhasil mengundang dan menjawab segala ketakutan mereka tentang pernikahan, meski sampai sekarang kalau ada yang nanya masih tetep dengan versi senyum-senyum saja.

Menikah itu indah.

Siapa bilang menikah hanya menimbulkan kebosanan. Bosan itu timbul ketika kita tak bisa membiasakan keadaan dan me-variasi-kannya. jadi jangan salahkan pernikahan. Pacaran juga bisa bosenkan? tentu saja, pacaran kan cuma itu-itu aja acaranya.

Benar, mungkin kita masih mengira bakal menemukan orang yang 'sangat sangat sangat' kita cintai, meski pada kenyataanya... ternyata kita terlalu naif pada hal tersebut. Kalau segala sesuatunya tidak pernah dan tak mau kita coba bagaimana kita akan tahu bahwa seseorang tersebut adalah orang yang 'sangat sangat sangat' kita cintai?

padahal perasaan 'sangat sangat sangat' mencintai itu baru akan timbul setelah adanya kebersamaan, dan melalui berbagai macam tahap. Mungkin setiap orang berharap dirinya akan menemukan pasangan yang menurutnya 100%
Tapi pernahkah kita berpikir sejenak, "Bahwa ternyata ada orang yang selama ini diam-diam dibelakang kamu, dia memberi semangat dan berkorban banyak tanpa kamu sadari keberadaanya. so, Ga ada salahnya mulai sekarang cobalah lihat dan perhatikan orang disekitarmu adakakah salah satu dari mereka demikian terhadapmu, bisa jadi sudah sejak lama dia menantimu !."

Ada orang bilang kalau makan nasi paling nyaman adalah 70% dari rasa kenyang. Mulut masih meninggalkan rasa dari makanan, menyisakan ruang lambung untuk buah dengan demikian masih bisa keep fit dan keep body. Enak bukan?
Coba kalau kita masih tetap lanjtukan makan sampai 100%kenyang, apa yang terasa, pencernaan terganggu, terlau kenyang menjadikan mudah mengantuk, perut terasa penuh sampai tenggorokan, ujung-ujungnya keluar semua deh.... yang ada tersiksa setelah makan, lalu dimana nikmatnya?

Begitu juga ketika kita mencintai seseorang, 80% saya kira cukup kok, kerahkan semua harapan dan mimpi hanya segitu aja, sisakan 20%nya untuk mencintai diri kita sendiri. karena kalau kita berikan semuanya 100% kemungkinan akan memberikan perasaan terbebani pada pasangan sehingga susah untuk bernapas kemudian akan kehilangan perasaan tertarik akan cinta.

Pernah ada seseorang bertanya, " apa yang harus kita lakukan supaya bisa dikatakan mencintai seseorang?"
Dengan versi senyum saya menjawab. "Pandangan tiap orang tentang cinta itu beda porsi ya, kalau ada omongan yang enak didengar bisa dikatakan mencerahkan, tapi kalau saya salah omong, waah... bisa bahaya ituh."



Itu aja deh...
Bagaimana dengan anda?



[ Ta 'oier' ]





Friday, December 10, 2010

Circle of life

Bismillah...


Udah semingguan resmi kembali jadi "nyonya besar" hahaha jangan salah, maksud saya karena badan udah mulai besar geto :P

Kalo siang panasnya ampun, gerah... inilah Batam... neraka dan syurganya manusia *wow* ga tau kenapa perumahan ini sepi2 selalu, seolah tak ada kehidupan, lihat saja tak ada satupun penampakan yang ada. Padahal sebagian besar ibu-ibu di sini pada di rumah loh. Kira-kira pada ngapain ya... sama kek saya kali, nungguin dapur hehehe...

Apanya yang berubah ya, semua!!
Suasana sore hari perum yang sepi :|
sebenarnya tak ada manusia yang tak akan berubah. maksudnya? ya... intinya setiap orang itu pasti akan berubah. Seperti diriku ini, dari belum menikah tus menikah, kemudian jadi calom Mamud *mama muda* kok muda sih... padahal udah tua, kan.... :):):)

Bicara jadi calon mama bener-bener istilah baru buat saya, kenapa? kadang masih suka berpikiran, kok waktu begitu cepat merubah segalanya ya... kemarin diriku yang masih kekanak-kanakan meski terkadang sekarang juga masih kolokan. tiba-tiba bakal jadi ortu. Melihat, merasakan perubahan yang ada pada diriku, pada perut yang semakin buncit ternyata saya tidak sedang bermimpi, semua adalah nyata, kenyataan bahwa sebentar lagi saya akan menjadi orangtua.

Menjadi seorang ibu adalah kebanggan bagi tiap perempuan. Setidaknya kalimat ini sering terdengar dari setiap obrolan women room. karena tidak setiap perempuan mudah untuk bisa menjadi seorang ibu. karena banyak juga pasangan udah menikah bertahun-tahun tapi belum juga di percayai untuk melahirkan seorang anak, lalu nikmat Tuhanku mana lagi yang harus ku dustakan?


Ohya, kehamilanku udah masuk minggu ke 19 hampir 20 loh... udah sering nendang2... aneh dan lucu aja rasanya. Apalagi kalo denger muratal Surat Ad-Dhuha langsung loncat-loncat, padahal lebih sering saya dengerin surat yusuf tapi loncatannya lebih extrem yang pas di surat DHuha kenapa ya... suka ya , nak... :)

Badan udah berat, sering merasa kepanasan. dan yang paling parah PD makin besar dan gatal-gatal mungkin karena mulai mengeluarkan Asi kali ya, makin berat huehuehue... tapi panas dan gatelnya makin mengganggu :(

Nafsu makan semakin gila, sedikit sedikit laper, eh bukan laper tapi hasrat pengin makan selalu ada padahal perut penuh D'oh.

Makin rajin masak, ini baby cewek apa cowok ya kok demen banget masak :)

Sedang menunggu hari senin mau ketemuan ma baby... baik-baik ya nak...





Umi ma Abi love you :*

Monday, August 23, 2010

Are You ( really )Happy ?

The End, happily ever and after. Yup kita sering kali mendengar kalimat ini, pertanyaannya benarkah kebahagiaan selama-lamanya itu emang ada?

And so, apakah bahagia itu?
what is the mean of happy???? ... helloowwwwwwww somebody tell me what is this??

Bahagia itu, ketika kamu sendiri tiba-tiba ada teman yang datang menemani harimu.
Bahagia itu, ketika kamu jatuh cinta dan cinta kamu diterima olehnya,
Dan bahagia itu ketika kamu punya kekasih.
Bahagia itu ketika kamu dan pasangan memutuskan untuk menikah,
Bahagia itu ketika si dia  melamar kamu dengan tanpa pernah kamu duga sebelumnya.
Bahagia itu, Ketika kamu mendapat antrian nomor satu untuk mendapat tiket film bersama pacar.
Bahagia itu, ketika kamu dan pacar kamu duduk dipelaminan jadi ratu sehari.
Bahagia itu, Banyak........ bahkan kebahagiaan tak hanya terjadi karena adanya moment besar saja, bisa jadi kamu bahagia hanya dengan ada orang bilang terimakasih padamu.

Tapi bahagia yang dirasa diatas hanya sesaat, ketika semua terjadi pada saat itu juga, sesudah itu kamu bakal kembali pada emosi semula.

Lalu bagaimana supaya kebahagiaan yang ada itu abadi?

menyimpan moment tersebut dalam kulkas? ato mengabadikannya dalam museum?
Kata pak mario teguh bahagia itu di sini "hati" katanya.
BEnar pak, tapi tak smua "sini" nya orang cukup untuk menampung bahagia yang secuil daripada "lain-lainnya" itu.
Bicara bijak  itu mudah, tapi meneladani itu yang sekarat.


Anda pasti akan menjawab bahagia,  walau makan diatas lantai dengan masakan yang ancur karena ulah istri anda yang tak bisa masak dan hidup tanpa TV, tidur tanpa kipas, tanpa kulkas serta kamar mandi yang "aneh" plus tanpa dapur ( di kost2an emang gitu kok yak :D )
Pertanyaannya, benarkah anda benar2 bahagia? jawab untuk diri kita sendiri dengan hati yang jujur.


Selamat berbahagia*






---oier---

Friday, August 13, 2010

Cerita Ramadhan ke-3

Ramadhan ke-3

Masih berbuka with my self only. Hari yang panas sangat panas, entah kapan giliran Indonesia tercintah ini temui musim dingin seperti di negara lainnya. Oi.... Mana Global warming yang di gembor-gemborkan? Bullshit, Omdo!!

Menu Hari ini :
- sayur Lodeh
-Bala-bala
-sambel tomat

Simple, yup i have a simple life, ga ada dessert ataupun makanan pembuka, males ke pasar, lagian buka puasa sendiri ini.

Aku ga mau bikin and nulis resepnya, lagian aku juga ga yakin sayur lodeh buatanku ini bakal cocok di lidah suami hiks, secara aku selalu saja masak yang ga pernah bener. :fail:

Pergi ke dapur adalah hal kecil bagi setiap perempuan, bagiku itu adalah sebuah kerja keras yang mau ga mau harus aku lakukan. Tapi kadang aku merasa kecewa, ketika usaha kerasku selalu tak seperti yang mereka harapkan, uselessnya aku masak aja ga becus!!!

Mungkin bagi sebagian perempuan dapur adalah kehidupan kedua, suatu hal yang enteng. ahhh kalau saja aku adalah satu dari bagian perempuan itu. Sebenarnya aku BISA, aku yakin aku Bisa, tapi ketika lagi semangat-semangatnya membuat sesuatu reaksi orang terhadap hasil olahanku tak pernah menyenangkan hati deh, hehehee... At least aku sudah berusaha, aku benar-benar telah mencoba yang terbaik. Kenapa tak dilihat dari posisi seorang aku seh....


*bersiap menyiapkan menu untuk Ramadhan ke-4

Saturday, June 5, 2010

Menghitung Hari ^^

Lihat Ke Mba Daisy *precious Moment* makin deket aja neh hari "H" nya...


Prepare prepare ^^

Thursday, January 7, 2010

(In Memorial) Mama, Bolehkah aku menikah


Bismillah...



Lembut angin berbisik lirih dalam tiap sentuhan mengantar sepi aroma senja, bermandikan rona keemasan. Membatu aku pada sebuah pesona.

“Kau benar-benar membawa pesona .” hati ini coba merayu, dalam tiap senyum kecut sebuah kekalahan.

Menatap hamparan luas lautan, ingin rasanya ikut bergelayut bersama mereka, burung –burung menari diatasnya menyanyikan lagu rindu pada sesama, sedang aku? Kemana ku alamatkan rasa ini.

“Tak bisakah kau ambil liburan barang seminggu, Nduk?”

“Lah, ada apa toh Bu. Sajake kok maksa banget.”

Isi SMS semalam buatku bercabang. Ada apa?

16 july, 30 tahun lalu bapak dan ibu menikah. Ah, seperti tahun-tahun kemarin biasanya aku ada bersama mereka, bersama saudara lainnya adakan syukuran kecil. Tapi, kali ini tak satupun dari anak-anak ibu ada bersamanya. “Maafkan, Bu.

“Mba, Ibu nelpon nyuruh pulang ga?”

“enggak, tadi aku telpon juga ga bilang apa-apa. Memang ada apa?”

“Ga pa pa nanya aja.”

Saudara perempuanku dibelahan sana tak di pinta pulang, kenapa harus aku? Ah, masih ku nikmati senja disini. Habiskan sentuhannya yang hanya beberapa menit .

Tak pedulikan sekelilingku, tak juga pedulikan lagi ada apa dengan diriku. Aku hanya ingin menatap dan bercumbu dengan senja ini. Itu saja. Ah, senja...

Diantara kekosongannya, aku menghadirkan sosok dia sekali lagi. Dia yang selama ini hidup dalam duniaku.

Seandainya dia ada di sini betapa indahnya senja kali ini.

Tapi, dimanakah dia?

Sungguh aku merasa getaran itu ada, rasa itu hidup dalam tiap detak jantung dan napas ini. Mengalir indah bersama urat nadi dalam tiap alirannya. Inikah jatuh cinta?

“Gila!!! Mana ada jatuh cinta macam kamu ini? Enggak normal namanya.” Dina teman kantorku kaget mendengar pengakuanku tentang sosok dia.

“Tapi sungguh Din, aku belum pernah merasakan ini sebelumnya.”

Dina hanya menggelengkan kepala aneh mendengar ceritaku, apakah ini aneh? Kenapa? Bukankah cinta tak bisa diukur dari berapa lama waktu engkau mengenalnya?

“Kau belum mengenal betul siapa dia, bagaimana kau mencintainya?”

“Bagaimana aku tidak mencintainya, dialah sosok yang bisa membuatku tertawa, membuatku tahu betapa aku sangat menjadi berarti dalam kehidupan kali ini.” Membantah, aku mecoba melakukan perlawanan dari pertentangan yang perasaanku katakan pada mereka.

Biarlah mereka menertawakan sikapku, asal aku menikmatinya karena dengan demikian aku merasa aku menjadi ada. Itu sudah merupakan cukup bagiku untuk kehidupan yang pernah koma ini.

Biarkan mereka mengatakan bahwa aku terkena candu dalam dunia hayalku, tapi rasa ini benar-benar ada. Dan aku merasakannya. Kalian tak kan pernah tahu itu.

<><><>

Senja perlahan melambaikan tangan menyuruhku kembali lanjutkan perjalanan yang semakin gamang.

Inikah kehidupan atau hanya rekayasa dari sebuah hidup.Seandainya aku bisa menulis kehidupan seenak hatiku, aku tak ingin menulis yang seperti ini, alur ini terlalu indah untuk dijadikan badut bahan perbincangan telinga lalu.

Menikah, mencintai... haruskah dengan persetujuan dari masyarakat, lalu bagaimana dengan aku?

“Nduk, kamu sudah punya pilihan hati belum?”

“maksud ibu?”

“Kamu masih merindukan ketua OSIS itu?”

Ah, ibu memang paling mengerti aku. Seperti ketika aku menanyakan untuk menikah ketika berusia 15 tahun, lucu mengingatnya. Ingin tertawa sejenak. Tapi, kali ini bukan karena ketua OSIS cerita masa kanak-kanak itu.

Di depan sana deburan ombak perlahan mengantar kepergian senja tapi aku tak juga bergerak dari tempatku berdiri. Ada satu perasaan tak ingin berbalik hanya demi mengikuti arus yang makin samar tujuannya.

“Dia itu anak baik-baik, sudah mapan, ibu juga kenal sama orangtuanya, keluarganya baik sama ibu. Kamu tinggal bilang iya atau tidak saja.”

“Ohm... Tapi, aku tak pernah mengenalnya. Bicara saja belum pernah bagaimana aku mengiyakan, Bu?”

“percayalah sama ibu dan bapak.” Suara ibu masih terngiang jelas di otakku.

Percayalah...

Percaya...

“De', percayalah aku pasti akan temui orangtuamu secepatnya.” Aku teringat kembali kalimat ketika seseorang memberi sebuah keyakinan padaku.

Kenapa kalimat itu harus sering menyentuh telingaku. Aku mencintai orang selalu bersamaku dalam tiap tangis dan tawaku, Tiap hari dalam duniaku. Sedang dalam dunia nyataku, ibu menawarkan aku sosok yang sama-sama belum pernah ku temui dalam maya sekalipun.

Ingin aku bilang tidak pada ibu, tapi apa aku percaya pada dia yang aku sendiri tak tahu siapa nama sebenarnya, dimana dia, bagaimana dia?

Ingin aku bilang iya pada ibu, tapi bagaimana dengan perasaan dan hati ini.

Salahkah aku menaruh hati?

“Nduk, bapak ibu semakin Udzur sudah tak punya waktu banyak untuk menatapmu tersenyum dan menampungmu dalam diam.” Lagi-lagi suara ibu terngiang seolah beliau berada diujung senja sana mengawasiku.

Hmmm.... Ku rapatkan jaket tipisku dari sentuhan halus angn yang mencoba mencandaiku, kembali setelah senja benar-benar pergi tinggalkan seorang aku disini. Jika senja saja mampu tersenyum lega dari waktunya yang sedikit, kenapa aku tidak?

Semua adalah pilihan. Aku akan menelpon ibu secepatnya.

Dan kamu, wahai calon suamiku, siapapun dirimu, dimanapun kau berada aku masih disini menunggumu, menanti tangan Tuhan menggerakkan hatimu untuk menjemputku dengan caraNya.

Maghrib memanggilku dengan senyum manisnya, semanis senyumku pada dia disana, ah... Siapakah namamu?

___________The End___________

1Sajake ( bahasa jawa ) = Sepertinya

2 Nduk (bahasa jawa ) = sebutan untuk anak perempuan


[ Ta, July 1608 ]