Showing posts with label Kesehatan. Show all posts
Showing posts with label Kesehatan. Show all posts

Monday, August 8, 2011

Usia Kulit Kita Beda??

Setiap tahun kita merayakan hari ulang tahun sejalan dengan usia yang bertambah setiap tahunnya. Tetapi tahukah kamu kalau kulit kita pun memiliki umurnya sendiri? Umur kamu mungkin baru 29 tahun, tetapi  apabila kulit tidak cukup terawat maka bukan tidak mungkin bahwa kulit kamu sudah berumur 38 tahun dan menunjukkan tanda-tanda penuaan dini pada kulit seperti dehidrasi, munculnya keriput serta noda dan bercak pada wajah. Bagaimana mengukur umur kulit? Dan bagaimana cara merawat wajah agar kulit kita tidak mengalami penuaan dini? Semua pertanyaan kamu akan terjawab di sini.

Apa sih penyebab usia kulit kita menjadi lebih tua dari usia kita yang sebenarnya?
Yang terutama, check your lifestyle. Apabila kamu selalu berada di ruangan ber-AC, atau justru berada di luar ruangan sehingga rentan dengan sinar matahari. Kemudian ditambah dengan pola hidup tidak sehat seperti merokok, makan makanan junk food dan tidak memiliki tidur yang cukup. Atau, walaupun kamu sudah hidup dengan pola hidup sehat, tetapi tanpa perawatan kulit yang rutin dan tepat, maka kamu akan rentan dengan penuaan dini pada kulit dimana usia kulit kamu jauh lebih tua dari usia biologis kamu. 

Bagaimana caranya untuk dapat mengetahui umur kulit kita? 

Untungnya dengan kemajuan teknologi, sekarang kamu dapat mengetahui usia kulit kamu dengan menggunakan sebuah alat khusus. Kamu dapat mengunjungi counter butik kosmetik Menard di Seibu Grand Indonesia, SOGO Central Park, SOGO Emporium Pluit, SOGO Mall Kelapa Gading, SOGO Galaxy Mall, di showroom mereka di Pondok Indah Mall, ataupun di De Salon Plaza Indonesia untuk mengetahui usia kulit kamu dengan akurat, dan tanpa biaya.

Lalu, apa yang harus dilakukan setelah kita mengetahui umur kulit kita? 
1. Be honest with your skin
Bear in mind bahwa apabila usia kulit kamu lebih tua dari usia biologis kamu, you have to be honest with your skin dengan menggunakan produk yang sesuai untuk umur kulit kamu saat ini, dan bukan usia kamu. Jadi, mungkin saja di umur kamu yang masih 30 tahun, kamu sudah harus memulai perawatan dengan produk anti aging apabila kulit kamu sudah memerlukannya.

2. Melakukan rutinitas perawatan kulit yang tepat.

Beberapa hari yang lalu, saya datang ke butik Menard yang berada di Seibu Grand Indonesia. Dengan menggunakan alat khusus, mereka menganalisa tekstur kulit, kelembapan, kekenyalan, sampai umur kulit. Untungnya, umur kulit saya ternyata persis sesuai dengan usia saya. Namun, bukan berarti tanpa masalah karena ternyata kadar air di kulit terhitung kurang sehingga kulit mengalami dehidrasi yang dapat berakibat munculnya keriput dini pada kulit.
Saya cukup kaget karena sejujurnya saya selalu merawat kulit dengan daily skin care, menggunakan sunscreen setiap hari, sampai melakukan oxygen facial setiap bulannya. Tetapi setelah diteliti, ternyata metode daily skin care yang saya lakukan selama ini salah.
Jadi, seharusnya perawatan kulit yang benar itu bagaimana?

- Cleansing 

Jangan lupa menggunakan cleanser untuk membersihkan kulit dari make up ataupun debu dan kotoran yang menempel pada wajah. Basuh dengan air kemudian tepuk-tepuk dengan handuk sehingga kulit wajah kembali kering. Tips: Bersihkan wajah dengan cleanser menggunakan jari-jari dengan gerakan memutar. Lakukan dengan jari-jari seperti meluncur pada wajah dan tanpa tekanan karena tekanan dapat merusak tekstur kulit wajah.

- Washing


Setelah permukaan kulit dibersihkan dengan cleanser, pori-pori pada kulit juga harus dibersihkan dengan washing cream. Yang menarik, washing cream ini harus diberi air dan digosok hingga membentuk busa yang padat. Sehingga, setiap butir dari busa akan menempel pada setiap pori pada kulit, dan pada saat dibilas, busa akan larut bersama dengan segala kotoran pada pori-pori.
Tips: Kamu dapat menggunakan net khusus pembersih wajah, sehingga busa dari washing cream akan dapat dengan mudah menjadi padat. Juga, pastikan bahwa kulit wajah kamu tidak basah saat dibersihkan dengan busa karena apabila kulit kamu basah, busa tidak dapat menempel pada kulit untuk membersihkan dari kotoran.

- Massage

Lakukan pemijatan pada wajah dengan menggunakan massage cream selama 1 menit, dimulai dari arah dagu dengan gerakan memutar keatas sampai seluruh wajah. Pemijatan ini berguna untuk meningkatkan sirkulasi darah dan merangsang regenerasi sel kulit. Hasilnya, kulit kamu akan terlihat lebih cerah dan merona. Tips: Pemijatan dilakukan dengan jari tanpa tekanan, cukup seperti meluncur pada wajah.

-Toner/ Lotion
Toner berguna untuk mengangkat sisa-sisa kotoran/ minyak pada wajah, yang sekaligus menyegarkan dan melembapkan kulit. Tips: Jangan menggosok wajah dengan kapas yang sudah diberi toner. Sebaiknya, tepuk-tepuk kapas pada satu bagian wajah hingga kulit menjadi dingin tanda air pada toner sudah meresap pada kulit. Lanjutkan sampai keseluruh bagian wajah.

- Moisturizer/ Emulsion

Moisturizer mengandung kadar air yang tinggi sehingga membantu untuk mengembalikan kelembapan kulit.
Tips: Jangan meninggalkan moisturizer pada kulit dalam keadaan basah, karena moisturizer belum meresap secara sempurna dan dapat menyebabkan penyumbatan pori-pori. Sebaiknya usapkan moisturizer pada kulit sampai meresap dan kulit pada wajah akan terasa kesat.

- Cream

Cream mengandung vitamin dan mineral untuk memberi makan kulit. Day cream biasanya mengandung SPF untuk melindungi kulit dari sinar matahari. Sebaliknya night cream mengandung lebih banyak vitamin dan mineral untuk membantu regenerasi kulit pada malam hari.
Pada kunjungan ke butik Menard, mereka melakukan demonstrasi perawatan kulit yang benar seperti diatas, dan hasilnya kulit wajah saya terasa sangat lembut, lembap, dan moist secara instan. Kulit saya pun terlihat glowing sampai mengundang pujian dari semua orang.
I can't recommend you enough about the importance of this skin care routine!

3. Healthy Lifestyle

Last but not least, hiduplah dengan pola hidup sehat dan buktikan sendiri efeknya pada kulit kamu.
Saya  tantang kalian untuk melakukan test untuk mengetahui usia kulit kalian, lalu lakukan step-step diatas setidaknya selama satu bulan, dan cek kembali keadaan kulit serta usia kulit kalian setelah sebulan. Jangan lupa bagikan pengalaman kamu ya!
 Fimela.com

Saturday, August 6, 2011

pentingnya aktivitas stimulasi otak bayi

Aktvitas Stimulasi Otak Bayi

Lakukan aktivitas menstimulasi otak. Bayi jadi pintar dan bahagia.
Bermain sangat membantu dan merangsang perkembangan anak ,
salah satunya, perkembangan otak. Bermain juga tak harus menggunakan alat, Anda bisa membuat permainan sederhana yang kaya makna.

Main senyum, cium, dan suara (0- 3 bulan)

Pada periode yang sangat awal ini, rangsang penglihat, peraba,
pencium, dan pendengar penting untuk perkembangan otak atau kognisi bayi. Stimulasi seperti mendaratkan ciuman ke kening, pipi,
mata, atau bagian tubuh yang lain, mengelus-elus , memberikan
senyuman terindah, mengajak bicara, dan mendengarkan musik,
membantu si buah hati belajar sense of sensations, sensasi.
Hasilnya, bayi mampu memberikan senyum balasan di umur 6 atau
8 minggu. Otak bayi diajak belajar menginterpretasikan berbagai
hal seperti ekspresi wajah atau suara dan membantu mengembangkan ukuran otaknya dua kali lipat. Bayi akan mengurangi perhatian pada rangsang yang berulang dan akan menambah perhatiannya saat rangsang itu berubah.
Diskusikan pada dokter bila bayi Anda belum menyambut
senyuman maupun stimulasi lain dari Anda. Bila bayi Anda
prematur, tanyakan pada dokter apakah perkembangannya yang
lambat masih tergolong untuknya.

Main gerak dan tebak (Usia 3-6 bulan)

Di usia 4 bulan, bayi mulai mengenal dan menjalani rutinitas seperti bangun, tidur, atau makan. Anda dapat mengenalkan rutinitas lain yang membantu perkembangan otaknya seperti mengikuti aktivitas bermain sambil gym atau aktivitas motorik.
Kegiatan ini membantu bayi belajar sebab-akibat , misalnya ia dapat menggapai mainan yang terjuntai di atasnya bila ia duduk dan merentangkan tangannya ke atas. Selain itu, bermain belajar mengenal anggota tubuh dari cermin juga seru. Anda menunjuk
lalu mengucapkan bagian tubuh apa secara jelas dan perlahan.
Misalnya “Ini apa? (sambil menyentuh matanya) Ini mata.” Meski
ia masih dalam tahap bergumam atau bubble, perlahan ia belajar
mengucap satu akhiran kata, misalnya “ta ” dari “ma- ta” . Bayi pun
bisa memperlajari anggota tubuh dan belajar bicara.
Diskusikan pada dokter ketika ia belum bisa bubble dan tidak
mau kontak mata dengan Anda atau perkembangannya tak ada
perubahan hingga usianya 6 bulan.

Main “Petak Umpet”(Usia 6-9 bulan)

Pencapaian kekonstanan atau objek permanen sebuah benda bisa diraih pada periode usia ini. Maksud dari konstan yaitu pemahaman bahwa benda sebenarnya tetap ada walaupun tidak terlihat. Umumnya, bayi akan berusaha terus mencari, menemukan benda yang disembunyikan. Berhubung dia sedang belajar merangkak, tentu bayi akan mencari dengan cara merangkak.
Biarkan ia merangkak sesukanya. Aktivitas ini dapat menstimulasi
koordinasi otak kiri dan kanannya. Bermain Cilukba, menutup
benda dengan sapu tangan , atau sembunyi di bawah selimut bisa
menjadi permainan sederhana yang menstimulasi otak bayi untuk
pemahaman objek permanen.
Diskusikan pada dokter ketika usianya 9 bulan tidak pernah
merespon Anda, tidak mengeluarkan suara seperti “d -d- d” atau
“m -m- m” , bahkan tidak tertarik sama sekali dengan mainan apa pun.

Bermain kreatif (Usia 9 – 12 bulan)

Dalam periode usia ini terjadi peningkatan mobilitas dan pengenalan lingkungan sekitar . Ia semakin aktif dan cenderung
mencoba memberikan stimulus pada orang lain. Misalnya ia mulai
menarik perhatian Anda dengan menarik- narik pakaian Anda,
menggapai dan mengambil barang-barang di sekitarnya, atau
meniru suara Anda. Ia paham situasi yang ia rasakan. Kalau ia
merasa sedang tidak mendapat perhatian Anda, langsung ia mencari perhatian! Idenya sangat fantastis.
Memanfaatkan situasi ini, Anda bisa mengajaknya bermain yang
menstimulasi kreativitasnya serta mengenalkan perintah-perintah
sederhana. Misalnya meminta dia menyusun balok kemudian
meruntuhkannya, menaruh barang di tempatnya, atau bermain
tepuk-tepuk tangan sambil bernyanyi. Kira- kira bangunan seperti
apa yang dibuatnya atau bagaimana ritme tepukannya?

Diskusikan pada dokter ketika bayi Anda tidak menoleh atau
merespon saat Anda memanggil namanya, tidak mengerti perintah
sederhana Anda, dan tidak menjawab pertanyaan Anda.


from bayisehat.net

STEP / KEJANG DEMAM PADA ANAK

Gejala SteP :

1. Pada suhu tubuh baru 38 oC, kejang sudah mulai terjadi . Pegang tangan putra/ i terus menerus . Jika sesekali kejang ( seperti terkejut) , itulah tanda awal step.
2. Jika temperatur terus naik , biasanya pada tingkat 40oC pun kejang- kejang sudah nampak .
3. Kejang disertai mata membelalak (tidak berkedip) .
4. Gigi tampak menggigit kuat.

MENGATASI STEP :

1. Buka semua baju si sakit dan jendela rumah agar mendapat udara segar .
2. Jika perlu si sakit di letakkan di lantai.
3. Buka mulut ( gigi ?) dan masukkan sedok makan. Ini dimaksudkan agar gigi si sakit tidak menggigit lidahnya sendiri.
4. Oleskan dengan telapak tangan alkohol 70% ke seluruh tubuh kecuali muka . Kipas- kipas dengan kipas atau buku. Lakukan berulang - ulang kedua tindakan tadi.
5. Bila tidak tersedia alkohol, ambil handuk , celupkan ke air kamar
mandi , peras sedikit , lalu lilitkan ke tubuh . Ulangi berulang -ulang .
6. Pada bagian yang paling panas (leher misalnya ) beri wash lap
basah .
7. Kalau suhu tubuh menurun dan tidak kejang lagi , secepatnya
minumkan obat yang tersedia di kotak obat dengan dosis anjuran
dokter .

MENCEGAH STEP :

1. Kenali penyebab step pada anak anda, misal flu . Jika tubuh mulai
hangat , mulailah mengukur suhu tubuhnya dengan termometer.
2. Siapkan selalu di kotak obat anda obat -obatan yang diyakini
cocok. Terutama penurun panas dan antibiotik. Jangan lupa alkohol
70 % untuk kompres dan wash lap.
3. Jika suhu tubuh mendekati 38 oC, dan penyakit dirasa sejenis
dengan yang sudah- sudah, minumkan obat dengan dosis sesuai
anjuran dokter (waktu periksa terakhir ) .
4. Jika minum obat pertama setelah magrib (jam 18 .00 ), usahakan
pukul 24. 00 diberikan obat kedua . Namun jangan lupa memberikan
air gula sebelum minum obat kedua .
5. Diberi minum kopi ( sewaktu kondisi anak sehat ), walau 1 sendok
atau 2 sendok makan sehari . Ingat biasanya yang step anak
berumur 0- 5 tahun . Setelah masa itu terlewati , insyaallah relatif
aman .
6. Pijat pada telap kaki dan tangan , agar panas merata keseluruh
tubuh dan suhu menurun . Kadangkala panas yang tinggi
dikarenakan panas terpusat pada bagian tertentu ( misal leher )
karena radang .
7. Pada bagian kepala, berikan wash lap basah. Begitu juga pada
bagian yang paling panas .

Usahakan menghindari mengatasi step dengan mengambil sumsum
tulang belakang.
Hal ini berdasarkan pengalaman tetanggaku.
Anaknya sering step akhirnya di bawa di Rumah Sakit di Surabaya.
Opname. Menunggu diambil sumsum tulang belakangnya. Selama
masa tunggu itulah keluarga pasien menjumpai pasien lain yang
diambil sumsum tulang belakangnya ternyata lumpuh total.
Akhirnya tetanggaku meminta pulang paksa dan dirawat sendiri
dengan sering memberi minum kopi (memacu jantung).
Alhamdulillah sehat sampai sekarang.

Mudah-mudah bermanfaat. Jika anda punya pengalaman lain harap
bersedia memberi komentar agar dapat memberi alternatif
pengatasan step yang lebih sempurna. Terima kasih atas kunjungan
anda.



taken from wuluhanputro.blogspot.com

Tuesday, July 19, 2011

Pentingnya Imunisasi Bagi si Kecil

M emiliki bayi berarti mempunyai kegiatan berkunjung ke dokter. Minimal, sekali dalam sebulan. Entah untuk konsultasi atau untuk rutin memberikan imunisasi. Tapi, mengapa bayi perlu diimunisasi?
Berbagai upaya akan dilakukan agar anak tumbuh sehat. Salah satunya dengan pemberian imunisasi atau vaksinasi sesuai jadwal. Pada kenyataannya memang banyak penyakit infeksi yang dapat dicegah dengan imunisasi. Karena itu pemerintah juga mewajibkan para ibu untuk melakukan imunisasi bagi bayinya dengan tujuan untuk menghilangkan penyakit tertentu.
Imunisasi dibedakan dalam dua jenis, imunisasi aktif dan imunisasi pasif. "Pada imunisasi aktif, tubuh ikut berperan dalam membentuk kekebalan (imunitas)," jelas dr. Waldi Nurhamzah  dari Bagian Ilmu Kesehatan Anak, RSUPN Cipto Mangunkusumo. Tubuh seseorang dirangsang untuk membangun pertahanan imunologis terhadap kontak alamiah dengan berbagai penyakit.
Sedangkan dalam imunisasi pasif, tubuh tidak dengan sendirinya membentuk kekebalan, tetapi diberikan dalam bentuk antibodi dari luar. Seseorang yang mempunyai risiko terjangkit penyakit tertentu, diberi antibodi yang spesifik.
"Umumnya bayi dan anak diberi imunisasi aktif karena imunisasi jenis ini memberi kekebalan yang lebih lama," lanjut dr. Waldi. Sedangkan imunisasi pasif hanya diberikan dalam keadaan sangat mendesak, yakni jika tubuh anak diduga belum mempunyai kekebalan ketika terinfeksi oleh kuman penyakit ganas, seperti tetanus.
Tapi tak jarang pula imunisasi aktif dan pasif diberikan dalam waktu bersamaan. Misalnya, seorang anak yang terserang penyakit tertentu akan memperoleh imunisasi pasif untuk segera menetralisir racun kuman yang beredar. "Imunisasi aktif diberikan juga untuk mendapatkan kekebalan setelah sembuh dari penyakit tersebut," ujar dr. Waldi.
KEBAL SEUMUR HIDUP
Kedua jenis imunisasi tersebut juga berbeda dalam segi bahan bakunya. Dalam imunisasi aktif, tubuh diberi sebagian atau seluruh komponen kuman atau suatu bentuk rekayasa kuman sehingga terjadi rangsangan kekebalan tubuh (imunologik) yang menyerupai respon terhadap infeksi alamiah oleh kuman itu. Sedangkan respon dalam tubuh itu sendiri bisa berupa terbentuknya antitoksin (zat anti terhadap racun yang dibuat oleh mikroorganisme) atau bentuk lain yang efeknya menetralisir kuman. Sementara dalam imunisasi pasif, tubuh diberi antibodi spesifik (sudah siap pakai) yang dapat habis dalam tubuhnya.
Beberapa imunisasi dapat membentuk kekebalan tubuh seumur hidup, seperti campak. Namun ada pula bentuk imunisasi yang memberikan kekebalan tubuh dalam jangka waktu tertentu. Misalnya saja, DPT (difteri, pertusis, tetanus) dan polio.
Efektivitas suatu imunisasi aktif dapat diukur dengan memeriksa adanya proteksi terhadap suatu penyakit yang dituju. Pemeriksaan imunoglobin sering dipakai untuk pembuktian terjadinya proteksi terhadap penyakit tertentu. Tetapi bukan merupakan jaminan mutlak, karena pada keadaan tertentu kadar imunoglobin tidak dapat digunakan sebagai patokan terjadinya proteksi.
Pada dasarnya ada vaksin yang dibuat dari kuman yang dilemahkan atau dimatikan. Kuman yang dimatikan ini tidak dapat berkembang biak (replikasi) dalam tubuh manusia, sehingga untuk merangsang pembentukan antibodi diperlukan dalam jumlah banyak. Selain itu, secara berkala dibutuhkan juga pemberian vaksin ulangan untuk memperkuat antibodi.
IMUNISASI WAJIB
Ada beberapa imunisasi yang wajib diberikan, sesuai program Pemerintah, yaitu tuberkolosis (imunisasi BCG), difteria, pertusis dan tetanus (imunisasi DPT), poliomyelitis (imunisasi polio), campak (imunisasi campak) dan hepatitis B (imunisasi hepatitis B).
Selain imunisasi tersebut, masih ada imunisasi yang juga dianjurkan untuk diberikan yaitu imunisasi Tipa untuk demam tifoid dan paratifoid, imunisasi untuk hepatitis A, imunisasi HiB untuk kuman Haemophylus influenzae penyebab radang selaput otak (meningitis), serta imunisasi varisela untuk penyakit cacar air. Berikut penjelasan mengenai macam-macam imunisasi, manfaat, dan efeknya.
* BCG (Bacille Calmette Guerin)
Imunisasi ini diberikan agar bayi mendapat kekebalan terhadap penyakit tuberkolosis (TBC). Imunisasi BCG diberikan melalui suntikan di kulit lengan atau paha. Usai itu, pada tempat bekas suntikan biasanya akan timbul semacam bisul kecil yang akan mengering dengan sendirinya.
*DPT (difteri, pertusis, tetanus)
Imunisasi ini bertujuan untuk mencegah timbulnya penyakit difteri, pertusis (batuk rejan), dan tetanus.
Suntikan vaksin dilakukan pada lengan atau paha bayi. Biasanya bayi yang baru saja mendapat suntikan DPT menjadi sedikit demam. Berikan obat penurun panas jika terjadi hal tersebut, sesuai anjuran dokter.
*Campak (morbilli, measles)
Diberikan agar tubuh anak mendapat kekebalan terhadap penyakit campak. Imunisasi ini hanya diberikan sekali saja, yaitu saat bayi berumur 9 bulan.
Reaksi yang timbul pada tubuh anak berupa demam. Biasanya terjadi satu minggu setelah mendapat suntikan imunisasi.
*Tipa
Imunisasi tipa diberikan untuk mendapatkan kekebalan terhadap demam tifoid (tifus atau paratifus). Kekebalan yang didapat bisa bertahan selama 3 sampai 5 tahun. Oleh karena itu perlu diulang kembali.
Imunisasi ini dapat diberikan dalam 2 jenis: imunisasi oral berupa kapsul yang diberikan selang sehari selama 3 kali. Biasanya untuk anak yang sudah dapat menelan kapsul. Sedangkan bentuk suntikan diberikan satu kali. Pada imunisasi ini tidak terdapat efek samping.
*Hepatitis B
Penyakit ini memang cukup berbahaya. Bisa mengakibatkan kerusakan hati bahkan berkembang menjadi kanker. Karena itu imunisasi hepatitis B termasuk yang wajib diberikan.
Jadwal pemberian imunisasi ini sangat fleksibel, tergantung kesepakatan dokter dan orangtua. Bayi yang baru lahir pun bisa memperolehnya. Imunisasi ini pun biasanya diulang sesuai petunjuk dokter.
*Hepatitis A
Penyakit ini sebenarnya tidak berbahaya dan dapat sembuh dengan sendirinya. Tetapi bila terkena penyakit ini penyembuhannya memerlukan waktu yang lama, yaitu sekitar 1 sampai 2 bulan. Jadwal pemberian yang dianjurkan tak berbeda dengan imunisasi hepatitis B.
*HiB
Sampai saat ini, imunisasi HiB belum tergolong imunisasi wajib, mengingat harganya yang cukup mahal. Tetapi dari segi manfaat, imunisasi ini cukup penting. Hemophilus influenzae  merupakan penyebab terjadinya radang selaput otak (meningitis), terutama pada bayi dan anak usia muda. Penyakit ini sangat berbahaya karena seringkali meninggalkan gejala sisa yang cukup serius. Misalnya kelumpuhan. Ada 2 jenis vaksin yang beredar di Indonesia, yaitu Act Hib dan Pedvax.
*MMR
Imunisasi ditujukan untuk mencegah penyakit gondong, campak, serta campak Jerman. Komplikasi gondong dapat menyebabkan kemandulan pada anak laki-laki, sedang komplikasi rubela (campak Jerman dapat menyebabkan cacat pada janin dari ibu hamil yang tertular atau pernah tertular penyakit ini).
PERAN ORANGTUA
Dalam hal ini orangtua sangat berperan penting. Orangtua wajib mengupayakan dan melengkapi imunisasi bagi putra-putrinya. Jika anak menderita penyakit yang sebenarnya dapat dicegah dengan imunisasi, tentu saja itu merupakan kelalaian orangtua. Kendati demikian, faktor lain yang tak kalah penting adalah kemungkinan unsur vaksin yang tidak memenuhi syarat. Misalnya, vaksin sudah rusak ketika masuk ke dalam tubuh bayi.
Mencegah selalu lebih baik dari mengobati. Karena itu imunisasi adalah langkah pencegahan orangtua agar putra-putrinya tidak terjangkit penyakit tertentu. Memang keberhasilan imunisasi tidak menjamin 100 persen. Karena itu anak harus tetap dijauhkan dari kontak dengan anak atau orang lain yang memiliki penyakit menular.
Sebaiknya imunisasi diberikan selengkap mungkin. Berkonsultasilah dengan dokter mengenai jadwal pemberian imunisasi. "Jadwal ini semata-mata dimaksudkan agar memudahkan pemberian. Memudahkan bagi orangtua, si anak, juga bagi dokter," kata dr. Waldi.
Dengan demikian, sebagai orangtua kita sudah mengupayakan pemenuhan kebutuhan dasar anak agar pertumbuhan dan perkembangannya bisa berjalan ideal.
Riesnawiati 


SOurce : http://www.tabloidnova.com/Nova/Kesehatan/Anak/Pentingnya-Imunisasi-Bagi-Si-Kecil


 

Friday, March 18, 2011

Seputar Bedong dan Gurita Bayi



Dua dari sekian banyak kebiasaan masyarakat pada setiap bayi baru lahir adalah pemakaian bedong dan gurita. Sebenarnya bagaimanakah kebiasaan membedong dan memakaikan gurita pada bayi itu ? Apa pengaruhnya?

BEDONG


Kebiasaan membedong bayi memang lebih umum dipraktekkan oleh masyarakat Asia. Tapi sebenarnya, masyarakat di belahan bumi bagian barat sana pun (baca: negara maju) bukannya sama sekali tak mengenal praktek membedong (swaddling) ini. Cukup banyak orangtua baru saat ini yang dibuat bingung dengan pro-kontra yang timbul dari ’tradisi’ bedong membedong ini.
Apa sih manfaat sebenarnya? Dan apa kerugiannya jika bayi tidak dibedong?
Pengaruh BEDONG antara lain: 

1. Membuat bayi merasa aman dan nyaman.

Swaddling atau membedong membuat bayi seperti selalu dipeluk. Ini mengingatkannya pada suasana dalam rahim ibu. Ia akan merasa nyaman dan aman. Itulah alasan rasional dibalik kebiasaan membedong. Tujuan membedong sama sekali bukan untuk ’meluruskan’ kaki bayi. Semua bayi baru lahir, kakinya memang tampak sedikit bengkok atau menekuk ke dalam. Tapi itu normal. Kondisi tersebut dikarenakan selama kurang lebih 40 minggu di dalam rahim ibu yang ruangnya memang terbatas, ia selalu dalam posisi meringkuk. Dalam beberapa bulan setelah lahir, dan tanpa dibedong pun, kedua kaki bayi akan ’lurus’ dengan sendirinya dan berbentuk normal.

Dalam kelelapan tidurnya (deep sleep/non-dream sleep), bayi sesekali bergerak seperti orang terkejut. Gerakan ini, yang disebut sebagai hynogogic startles, adalah normal. Anak-anak yang lebih besar dan orang dewasa pun kadangkala mengalaminya. Hanya saja pada bayi baru lahir, refleks kejut ini lebih sering terjadi sehingga mengganggu kelelapan tidurnya. Refleks ini akan berkurang seiiring dengan pertambahan usia bayi, dan biasanya pada saat bayi berumur 1 atau 2 bulan, akan menghilang. Ada bayi yang dapat langsung tertidur kembali, tapi tak sedikit pula yang kesulitan dan lalu menjadi rewel. Membedong dapat membantu bayi untuk mengatasi refleks kejut ini dan membuatnya segera tidur kembali karena ia merasa seperti dipeluk

2. manfaat kepraktisan kepada orangtua, seperti memudahkan untuk menyusui dan menggendong.

Beberapa ibu ada yang merasakan kemudahan untuk menyusui bila bayinya dibedong. Bagi ibu maupun sang bayi, saat-saat pertama kali menyusui adalah masa yang penuh perjuangan. Ibu belajar untuk mencari posisi dan teknik menyusui yang benar. Si kecil juga berjuang mencari cara menyusu yang pas untuknya. Seringkali ia bergerak-gerak tak sabar, yang justru membuat ibu semakin sulit untuk menempatkannya dalam posisi yang benar dan nyaman. Dengan membedong, bayi akan relatif lebih anteng dan membuat proses belajar menyusui ini lebih lancar. Bayi baru lahir juga seringkali mengalami kolik, salah satu hal yang membuat orangtua baru kebingungan karena bayi yang tengah kolik akan gelisah dan menangis tak henti-hentinya. Swaddling atau membedong dapat digunakan sebagai salah satu cara untuk menenangkan si kecil yang sedang kolik.

3. Dalam  salah satu jurnal pediatrics AAP membedong bayi berpengaruh/berhubungan dengan : Sleep and Arousal, Temperature Control, Motor Development, Sudden Infant Death Syndrome, Respiratory Infections, Rickets and DDH (developmental dysplasia of the hip), Pain Control, Crying Behavior, Breastfeeding and Postnatal Weight.
(baca sendiri ya…klik di tulisan hijaunya)

Bagaimana membedong bayi
Teknik membedong bayi sangatlah variatif, tergantung dari tujuan dan tradisi masing-masing. Namun hendaknya dalam membedong bayi memperhatikan hal2 antara lain:

0. selalu meletakkan bayi terlentang (sleep on baby back)

1.  jangan membedong bayi dengan ketat .Bedong bayi dengan longgar saja. Tak masalah jika begitu terbangun si kecil ’memorak-porandakan’ bedongnya itu.
2. Tidak membedong denan kain berlapis (apalagi ketat) yang membuat bayi kepanasan (overheated) dan dapat meningkatkan resiko pneumonia serta infeksi saluran pernafasan akut lainnya akibat paru-paru bayi tidak dapat mengembang sempurna ketika ia bernafas.
3. Gunakan kain bedong yang tipis tapi cukup hangat, seperti kain flanel, dan cukup gunakan satu lembar kain saja. Bila bayi Anda menggunakan popok sekali pakai, jangan lupa untuk sering-sering mengganti kain bedongnya
4. Kenakan pakaian dari bahan yang tipis saja pada si kecil karena bila Anda memakaikan baju yang tebal atau berlapis-lapis dan kemudian membedongnya pula, bayi Anda bisa overheated.
5. Jangan pula membedong sampai menutupi kepala bayi, ataupun mulai membedong di atas bahu, karena dikhawatirkan dapat menutupi hidung bayi.
6. sebaiknya jangan membedongnya ketika ia sedang bangun agar tak menghambat perkembangan motoriknya.

Salah satu gambaran dari cara membedong bayi:(http://www.adviceforbaby.com/swaddling.htm

Fold top down and place baby in the center using square or rectangle swaddle – demonstration uses rectangle

Fold top from center (not corner) over
shoulder and tuck under arm
Fold top from center not corner over shoulder and tuck under arm

Hold with fingers and with other arm pull corner while holding blanket under arm

Slip hand out and pull corner across body

Tuck behind back as far as possible while turning baby

Roll baby back to front and pull bottom corner between legs. For a 10 week old baby and under, include feet and bring bottom corner under chin

Fold top from center (not corner) over other shoulder and tuck under arm

Slip hand out again while pulling blanket firmly across upper body to the back

Hold loose end against back as you lift baby to
place in crib

Front view
Crib view with sleep positioner and additional blanket for cold weather
Baby on side
Apakah semua bayi suka dibedong?

tak semua bayi senang di bedong. Ada bayi yang sejak semula memang sama sekali tak suka dibedong. Beberapa bayi mungkin hanya mau dibedong selama 2 minggu. Tapi beberapa bayi lain, meski sudah berusia 2 bulan atau lebih, masih senang dibedong ketika tidur. Dan ada pula bayi sebenarnya senang dibedong, hanya saja ia lebih senang jika kedua tangannya dibiarkan bebas. Untuk ini, Anda dapat membedong si kecil dari ketiak ke bawah, sehingga ia dapat bebas bermain-main dengan kedua tangannya.

Mitos Bedong

BEDONG MEMBUAT KAKI TIDAK BENGKOK

Konon, selain ampuh meluruskan kaki bayi yang bengkok, bedong juga membuatnya tidak cepat masuk angin, tidur nyenyak, dan tidak kagetan. Apalagi kalau bedongannya dibuat sekuat mungkin atau istilahnya “dibedong lontong”.
Asal tahu saja, antara kaki bengkok dengan bedong tidak ada hubungannya sama sekali. Semua kaki bayi memang bengkok. Nanti, dengan semakin kuatnya tulang anak dan kian besarnya keinginan untuk bisa berjalan, kaki anak akan lempeng sendiri. Perkembangan fisiologis kaki memang seperti itu.
Juga, anggapan bahwa dengan dibedong anak jadi tidak kagetan tentu tidak benar. Ingat, kan, kaget saat bayi tidur adalah gerak refleks moro, dan itu wajar terjadi. Sekalipun dia dibedong, refleks moro tetap akan terjadi, hanya saja tidak kelihatan karena tertahan oleh bedong.

Bagaimana dengan Bayi yang tidak dibedong?


Sama sekali tak ada ruginya jika Anda memutuskan tidak membedong si kecil.
Yang paling penting sebagai orangtuanya, Anda dan pasangan yakin dengan apapun keputusan Anda itu.


GURITA BAYI

Pemakaian gurita sangat tidak dianjurkan untuk digunakan pada bayi anda.

Mengapa gurita tidak dianjurkan?

1. Gurita menyebabkan sebagian besar kulit bayi tertutup secara rapat. Hal ini akan menyebabkan bayi sering merasa gatal karena keringat yang terkumpul tidak bisa keluar terhalang oleh gurita. Biasanya gejala yang timbul adalah kulit berwarna kemerahan.
2. Gurita juga menyebabkan bayi sulit bernapas. Hal ini disebabkan karena bayi dan anak memiliki pernapasan perut yang dominanan. Tidak seperti orang dewasa yang lebih mengandalkan pernapasan dada.
3. gurita secara penelitian ternyata dapat meningkatkan kejadian gastroesofageal refluks (GER). Apakah GER itu? GER adalah kembalinya makanan yang telah masuk ke dalam lambung.
Apa bedanya dengan muntah? Muntah termasuk dalam GER. Tetapi gampang sekali melihat anak muntah, karena isi lambung keluar melalui mulut. Hal yang paling ditakutkan adalah isi lambung keluar kembali, tetapi tidak sampai di mulut. Jadi hanya sampai di kerongkongan saja. Keadaan inilah yang menyebabkan terlukanya dinding saluran makan dan pada akhirnya si anak akan mengalami muntah terus menerus sampai dia besar nanti.
Bagaimana melihat anak mengalami GER atau tidak? Bisa dilihat salah satunya dari jumlah gumoh. bila terjadi gumoh 1 kali tiap minum susu, hal itu tidak bermasalah. Tetapi bila terjadi gumoh walaupun bayi tidak menelan sesuatu berarti orang tua harus hati-hati.Jika perlu, hendaknya berkonsultasi dengan dokter.( Dr. Herbowo SpA)


mitos tentang gurita 

GURITA MENCEGAH PERUT BUNCIT & PUSAR BODONG


Pendapat ini menurut dr. Adi Tagor, SpA, DPH dari RS Pondok Indah, Jakarta, kurang tepat, karena semua bayi perutnya memang lebih besar daripada dada. Semakin bertambah usianya, perut akan kelihatan mengecil.
Begitu juga dengan pusar bodong. Tanpa gurita, pusar bayi pun lama-kelamaan akan masuk ke tempatnya. Sebaliknya, kalau memang bakatnya bodong, sekalipun memakai gurita, tetap saja akan bodong.
Gurita sebaiknya tidak dipakai karena bisa membuat anak tertekan, khususnya di bagian limpa, jantung, lever, juga membuat bayi susah bernapas.

Akhirnya…
Apapun yang mengenai buah hati Anda, tentu semua keputusan kembali berpulang pada orang tuanya.

Wallahu A`lam






sumber:
http://pediatrics.aappublications.org/cgi/content/full/120/4/e1097
http://www.ibudananak.com/index.php?option=com_news&task=view&id=260&itemid=19
http://lovingmom.blogspot.com/2006/04/16-mitos-seputar-bayi.html
http://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20071209235849AAYNOyp
dari : http://rumahkusorgaku.multiply.com/journal/item/195/Seputar_Bedong_dan_Gurita_Bayi_


taken from:  http://abangdani.wordpress.com/2010/06/18/seputar-bedong-dan-gurita-bayi/

Friday, February 25, 2011

Camilan bergizi untuk Ibu Hamil

Ibu hamil biasanya lebih sering merasa lapar dibandingkan mereka yang tidak hamil. Jika sudah demikian nyemil adalah salah satu hal yang akan mereka lakukan. Jangan asal sembarang nyemil, selain mengobati lapar, ibu hamil sebaiknya memilih camilan yang sehat dan tidak membahayakan kanduangan mereka. Berikut beberapa jenis camilan bergizi yang bisa menjadi pilihan para ibu hamil untuk mengobati laparnya sekaligus baik bagi kesehatan ibu dan janin.
Cokelat
Cokelat adalah salah satu cemilan yang baik untuk ibu hamil. Mengkonsumsi cemilan lezat tersebut selama kehamilan bisa membantu mengurangi risiko komplikasi serius seperti preeclampsia atau keracunan kehamilan. Preeclampsia merupakan kondisi di mana tekanan darah melonjak selama kehamilan ketika kelebihan protein dilepaskan ke urine. Cokelat, khususnya coklat hitam, kaya akan bahan kimia yang disebut theobromine. Bahan ini menstimulasi jantung, merileksasi otot dan telah digunakan untuk mengobati nyeri dada, tekanan darah tinggi dan pengerasan pembuluh nadi. Menurut Dr. Elizabeth W. Triche dari Universitas Yale, theobromine meningkatkan sirkulasi dalam plesenta dengan memblok zat kima yang berkaitan dengan stres. Cokelat juga dapat mengatasi nyeri dada, hipertensi, dan pengerasan pembuluh.
Rumput laut
Rumput laut mempunyai banyak khasiat untuk manusia mulai dari membuat tekstur kulit menjadi halus sampai meredakan stress dalam tubuh. Tetapi, ada temuan baru mengenai manfaat rumput laut bagi manusia.
Hasil temuan baru tersebut mengungkapkan bahwa rumput laut ternyata sangat cocok dikonsumsi calon ibu yang akan melahirkan bayinya. Ahli teknologi pangan dari IPB, Prof Dr Made Astawan dalam buku Kandungan Gizi Aneka Bahan Makanan menuliskan bahwa komposisi gizi rumput laut yang sangat lengkap sangat cocok untuk ibu hamil dan menyusui. Lemak rumput laut yang kaya akan omega-3 dan omega-6 adalah jawaban mengapa jenis makanan ini cocok untuk wanita yang sedang mengandung dan menyusui. Kedua asam lemak ini merupakan lemak yang penting bagi tubuh, terutama sebagai pembentuk membran jaringan otak, saraf, retina mata, plasma darah, dan organ reproduksi.
Pisang
Pisang juga disarankan untuk dikonsumsi para wanita hamil karena mengandung asam folat yang mudah diserap janin melalui rahim. Namun, jangan terlalu berlebihan, sebab satu buah pisang mengandung sekitar 85-100 kalori. Secara umum, kandungan gizi yang terdapat dalam setiap buah pisang matang adalah sebagai berikut: kalori 99 kalori, protein 1,2 gram, lemak 0,2 gram, karbohidrat 25,8 miligram (mg), serat 0,7 gram, kalsium 8 mg, fosfor 28 mg, besi 0,5 mg, vitamin A 44 RE, Vitamin B 0,08 mg, Vitamin C 3 mg dan air 72 gram.
Ikan Laut
Ikan laut mengandung Zinc dan DHA (Docosahexanoic acid), yang akan membantu mengoptimalkan proses tumbuh kembang janin, misalnya pembentukan otak. Selain itu, konsumsi ikan yang cukup pada saat kehamilan, ternyata mencegah bayi terkena alergi kulit.
Apel
Buah ini mengandung zat antioksidan. Selain bisa menangkal rasa lapar sebelum waktu makan, buah apel juga bermanfaat untuk mencegah sakit asma pada bayi. Menurut suatu penelitian terbukti bahwa ibu hamil yang mengkonsumsi apel lebih dari 4 buah apel setiap minggu, akan melahirkan bayi yang bebas dari penyakit asma.

CDR yang tidak berlebihan

CDR adalah suplemen vitamin dan mineral yang baik dikonsumsi untuk ibu hamil selama masa kehalian. CDR memiliki kandungan yang baik untuk ibu hamil jika dikonsumsi dalam dosis tepat.

(Dari berbagai sumber)


Taken from : kafebalita.com
 

Tuesday, August 31, 2010

Need to bedrest Totally.

kYup, bedrest. Dont lay up from bed, or turn down from it, if u wanna keep something on ur life. its a good choice for you. My friend gave me advice.
But, can i... how come?
Here, nobody.

 

Sunday, June 6, 2010

Imunisasi TT Pra-Nikah

Bismillah...


22 Mei..........


Imunisasi TT pra-Nikah...
Mula-mula ragu apa bener suntik TT ini bener- bener imunisasi atau jangan-jangan hanya KB yang terselubung. Dari info para tetangga dan ibu-ibu mengatakan kalau imunisasi pranikah itu adalah KB yang terselubung OMG.......!!!

Yang bener aja, KB ya KB dong, masak imunisasi TT kok larinya ke KB. *Sempet males untuk ke puskesmas.

Then... karena atas desakan pak Lebe, aku beranikan datang ke puskesmas nah disanalah saya tanyakan secara detail....

Pengakuan dari bidan yang nyuntik, "Bukan, mba. Suntik TT ini untuk kekebalan tubuh ketika melahirkan, karena takutnya ada alat yang digunakan untuk melahirkan masih kurang steril."

"jadi bukan KB yang terselubung itu ya , Bu? " tanyakuu sambil senyum

"Trus di puskesmas ada imunisasi HPV sekalian ga?" makin aneh deh nanyanya...

"wah kalo itu adanya di RS besar, mba, kalau di puskesmas hanya diberikan yang dasar2 aja.."

"Loh itu kan juga dasar juga kan bu..." jawabku masih dengan embel2 senyum

"Belum, di desa-desa memang belum ada." jawab ibu bidan dengan senyum tak kalah manis...

:Subhaanallah... ibu bidan ini masih cakep banget padahal udah setengah umur...@#$%^&
===================

Prosedur ke puskesmas
  •  Datang ke puskesmas bersama calon suami. Atau kalau enggak, bawa biodata pasangan kamu. karena disana bakal di tanya lengkap alamat rumah dan ttl . Kemarin aku datang sendiri, dan ga bawa Fc ktp pasangan, sempet kaget pas ditanya alamat lengkap calon suami :Sigh: 
  • Datangi loket, daftar, isi form. 
  • bayar. 
  • Nunggu di panggil.
  • Ke ruang imunisasi. Nanti bakal di kasih jadwal kapan lagi kamu ke puskesmas untuk dapet imunisasi kedua. Tapi jadwalku kek na ikut masuk ke KUA : kebawa:  Zzzzz
  • Nunggu lagi Surat penting yang bakal di serahin ke pak Naib
  •  Selesai, pulang........
Cuma gitu aja, hanya surat itu yang di butuhkan oleh pihak KUA. Mengenai tes kesehatan lainya, bisa tes sendiri ke RS jangan puskesmas ya... karena puskesmas ga ada pelayanan untuk tes kesehatan semacam, ; TOrch, ato USG untuk mengetahui di rahim ada kista apa enggak.

Oh ya, bagi calon ibu atau pasangan yang baru nikah dan ada rencana ingin segera punya momongan ada baiknya lakukan pemeriksaan Tes TORCH atau istilah untuk menggambarkan gabungan dari empat jenis penyakit infeksi yaitu TOxoplasma, Rubella, Cytomegalovirus dan Herpes. Keempat jenis penyakti infeksi ini, sama-sama berbahaya bagi janin bila infeksi diderita oleh ibu hamil. 

Inget ya... :)






Salam



Monday, May 3, 2010

[ Woman ] Keputihan... Ups...

Tak kenal maka tak sayang, demikian ungkapan dari nenek moyang kita bila menjumpai sesuatu yang baru dalam kehidupannya sehari hari. Ternyata ungkapan ini cocok juga diberlakukan untuk penyakit, cuma kata katanya kita ubah sedikit menjadi tak kenal maka tak diobati.

Salah satu penyakit yang perlu dikenal oleh kaum wanita adalah keputihan. Perkenalan ini tentu bukan untuk disayangi dan dipelihara tetapi untuk diobati, walaupun tidak semua keputihan memerlukan pengobatan. Maka dari itu, pertama tama harus dibedakan dahulu, mana keputihan yang normal terjadi pada setiap wanita dan mana yang tidak.

Keputihan atau dalam bahasa kedokteran disebut leukore atau flour albus, adalah cairan yang keluar dari vagina/liang kemaluan secara berlebihan. Dalam keadaan normal, cairan ini tidak sampai keluar, namun belum tentu cairan yang keluar tersebut merupakan suatu penyakit.

Pada kesempatan kali ini, penulis mencoba memberikan pemaparan tentang keputihan berdasarkan atas gejala keputihan yang timbul. Gejala tersebut bisa diamati dari sifat sifat cairan yang keluar saat keputihan berlangsung. Sumber cairan sendiri bisa berasal dari vagina, cairan leher rahim, cairan uterus, dan cairan yang berasal dari tuba falopii.
Bila cairan yang keluar jernih, berlendir banyak namun tidak berbau maka hal ini merupakan sesuatu yang normal terjadi saat seorang wanita menjelang menstruasi, kelebihan hormon estrogen dan stress. Keputihan seperti ini juga sering dijumpai pada wanita hamil.

Jika cairan yang keluar seperti susu kental, lengket, sangat banyak dengan bau yang tidak begitu mencolok maka kemungkinan telah terjadi radang pada serviks/leher rahim (servisitis) dan vagina (vaginitis).
Cairan yang keluar berwarna coklat, encer seperti air, sangat banyak dan lembab, maka kemungkinan wanita tersebut menderita vaginitis, servisitis, gangguan pembuluh darah pada serviks, endometriosis dan saat pengobatan kanker dengan radiasi. Warna coklat timbul akibat perdarahan yang terjadi akibat kelainan tersebut.

Bila cairan berwarna abu abu dengan garis darah, encer seperti air, sangat banyak dan berbau busuk yang keluar dari vagina, maka kemungkinan wanita tersebut menderita ulkus vagina, vaginitis. Kemungkinan lain yang sangat perlu diwaspadai adalah kanker baik ganas maupun jinak.

Jika cairan yang keluar berwarna merah muda, cair, sangat banyak tetapi tidak berbau maka kemungkinan telah terjadi infeksi bakteri non spesifik. Gejala ini juga timbul saat seorang wanita kelebihan hormon estrogen.
Bila cairan yang keluar putih, encer berbintik bintik banyak, berbau apek disertai dengan nyeri saat buang air kecil serta gatal di sekitar kemaluan maka kemungkinan wanita tersebut menderita infeksi yang disebabkan oleh jamur. Candida albicans adalah jamur yang paling sering hinggap di kemaluan seorang wanita.

Bila cairan yang keluar kuning kehijauan, berbusa, merah, sangat banyak, gatal, berbau busuk dan ditemukan nyeri tekan pada sekitar kemaluan serta kemerahan pada vagina, maka kemungkinan telah terjadi infeksi yang disebabkan oleh kuman protozoa Trichomonas vaginalis.

Terakhir, bila cairan yang keluar berwarna kuning, kental, sangat banyak, terasa panas dan gatal pada kemaluan, nyeri tekan pada daerah sekitar kemaluan, nyeri saat buang air kecil, maka kemungkinan infeksi yang disebabkan oleh Nisseria gonorrhoe atau lebih beken disebut GO.

Nah, bila kelak menemukan gejala keputihan seperti diatas, segeralah berkonsultasi ke dokter kesayangan anda, sebab pengobatan yang tepat dan cepat harus dilakukan untuk mencegah komplikasi lebih lanjut. Komplikasi yang sering adalah bila kuman telah naik ke panggul sehingga terjadi penyakit yang dikenal dengan penyakit radang panggul. Komplikasi jangka panjang lebih mengerikan lagi yaitu kemungkinan wanita tersebut akan mandul akibat rusak dan lengketnya organ organ dalam kemaluan terutama tuba fallopii.



Taken From : http://www.blogdokter.net

Thursday, February 4, 2010

Baby Blues Syndrome


Abi pusing tujuh keliling dengan perubahan sikap istrinya, Ummi, setelah kelahiran putra kedua mereka. Sikap Ummi yang dulu penyabar menghadapi anak, menjadi mudah marah dan gampang tersinggung. Bahkan Abi sering menghadapi sang Istri menangis dan tidak bisa tidur di malam hari. Tentu saja semua ini membuat keluarga kecil yang biasanya ceria menjadi muram.


Apa yang dialami Ummi adalah suatu kondisi umum yang dialami oleh ibu melahirkan dan hampir mengenai 50% ibu baru. Seringkali perasaan gembira karena hadirnya seorang anak juga disertai dengan perasaan sedih, cemas, dan kaget silih berganti, sehingga menimbulkan kelelahan secara psikis bagi sang ibu. Gejala tersebut dikenal dengan baby blues syndrome atau stress pasca persalinan, yaitu salah satu bentuk depresi yang sangat ringan yang biasanya terjadi dalam 14 hari pertama setelah melahirkan dan cenderung lebih buruk sekitar hari ketiga atau keempat pasca persalinan.

Penyebab Baby Blues Syndrome

Beberapa hal yang disebutkan sebagai penyebab terjadinya baby blues syndrome, diantaranya:
  1. Perubahan hormonal. Pasca melahirkan terjadi penurunan kadar estrogen dan progesterone yang drastis, dan juga disertai penurunan kadar hormon yang dihasilkan oleh kelenjar tiroid yang menyebabkan mudah lelah, penurunan mood, dan perasaan tertekan.
  2. Fisik. Hadirnya si kecil dalam keluarga menyebabkan pula perubahan ritme kehidupan sosial dalam keluarga, terutama ibu. Mengasuh si kecil sepanjang siang dan malam sangat menguras energi ibu, menyebabkan berkurangnya waktu istirahat, sehingga terjadi penurunan ketahanan dalam menghadapi masalah.
  3. Psikis. Kecemasan terhadap berbagai hal, seperti ketidakmampuan dalam mengurus si kecil, ketidak mampuan mengatasi dalam berbagai permasalahan, rasa tidak percaya diri karena perubahan bentuk tubuh dari sebelum hamil serta kurangnya perhatian keluarga terutama suami ikut mempengaruhi terjadinya depresi.
  4. Sosial. Perubahan gaya hidup dengan peran sebagai ibu baru butuh adaptasi. Rasa keterikatan yang sangat pada si kecil dan rasa dijauhi oleh lingkungan juga berperan dalam depresi.
Gejala
Gejala biasanya bervariasi dari derajat ringan hingga berat. Adapun gejala yang biasanya muncul antara lain:
  1. Perasaan cemas yang berlebihan, sedih, murung, dan sering menangis.
  2. Seringkali merasa kelelahan dan sakit kepala.
  3. Perasaan ketidakmampuan, misalnya dalam mengurus si kecil.
Seringkali  ibu yang pada awalnya mengalami baby blues syndrome kemudian berkembang menjadi lebih lama dan lebih berat intensitasnya. Apabila gejala yang terjadi telah mengganggu dalam melaksanakan tugas sehari-hari maka termasuk dalam kategori depresi pasca melahirkan, biasanya lebih sering terjadi pada wanita dengan riwayat depresi sebelumnya.

Depresi pasca melahirkan disertai dengan tanda-tanda:
  1. Kelelahan yang berkepanjangan, susah tidur, dan insomnia.
  2. Hilangnya perasaan bahagia dan minat untuk melakukan hal-hal yang menyenangkan.
  3. Tidak memperhatikan diri sendiri dan menarik diri dari keluarga dan teman.
  4. Tidak memperhatikan atau bahkan perhatian yang berlebihan pada si kecil.
  5. Perasaan takut telah menyakiti si kecil.
  6. Tidak tertarik pada seks.
  7. Perasaan berubah-ubah dengan ekstrim, terganggu proses berpikir dan konsentrasi.
Cara mengatasi Baby Blus Syndrome
Ada beberapa cara yang dapat dilakukan, antara lain:
  1. Selalu berdoa kepada Allah agar diberi taufik dan kemudahan dalam menjalankan kewajiban kita sebagai seorang ibu.
  2. Tanamkan pada diri untuk selalu bersikap ikhlas dan tulus berperan sebagi ibu baru. Ingatlah balasan yang akan kita dapat di akhirat kelak!
  3. Belajar bersikap tenang dengan mengambil nafas panjang dan fleksibel dalam mengurus si kecil.
  4. Tidurlah ketika si kecil tidur.
  5. Komunikasikan rasa cemas yang dialami dengan pasangan, saudara atau teman dekat.
  6. Luangkan waktu untuk diri sendiri, meski hanya 15 menit untuk melakukan aktivitas yang menyenangkan, seperti mendengarkan murotal, baca buku, atau olah raga ringan.
  7. Ibu tidak diharapkan menjadi ’super mama’, jadi berlaku jujurlah pada diri sendiri maupun orang lain sejauh mana kita dapat melakukan sesuai kemampuan dan minta bantuan orang lain.
  8. Biarkan pasangan atau keluarga membantu dalam urusan rumah tangga dan mengurus si kecil.
  9. Bergabung dan berbagi cerita dengan ibu-ibu baru.
  10. Baby blues bukanlah hal yang memalukan, jadi jangan ragu untuk mengkomunikasikan dengan orang terdekat.
Agar baby blues syndrome dapat diminimalisir maka yang pertama harus dipersiapkan oleh sebuah keluarga yang akan menginginkan seorang anak adalah kehamilan yang terencana yang didukung oleh kesiapan mental, financial, dan sosial dari ayah dan ibu.
Persiapkan pula pengetahuan dasar calon ayah dan calon ibu tentang kehamilan, proses melahirkan, sampai dengan cara merawat si kecil. Sebaiknya diskusikan juga tentang pembagian kerja antara ibu dan ayah pada saat kehamilan hingga si kecil dilahirkan sehingga ibu mempunyai waktu yang cukup untuk beristirahat. Jika diperlukan pertimbangkan pula untuk mempunyai asisten dalam membantu mengurus rumah tangga.


Disusun ulang oleh Ummu Muhammad dengan  sedikit perubahan dari Majalah Natura, Media Cerdas untuk Sehat


***

Artikel muslimah.or.id




Sunday, January 31, 2010

Wahai Penggemar Makan Enak, Awasi Ginjalmu!


— Ginjal merupakan organ yang sangat vital bagi tubuh manusia karena fungsinya sebagai "tempat sampah" yang menyaring dan membersihkan darah.
Bayangkan bila kita tak punya tempat sampah, segala kotoran yang berasal dari makanan dan polusi bisa dipastikan residunya masih bercampur dalam darah. Padahal, darah selalu mengalir tak hentinya ke seluruh tubuh. Tentu sampah ini juga ikut menyebar ke organ-organ vital yang lain.

Selain bertugas sebagai sistem saringan "pembuangan sampah", ginjal juga bermanfaat menjaga keseimbangan cairan tubuh, sebagai produsen hormon yang mengontrol tekanan darah, produsen hormon erythropoietin yang membantu pembuatan sel darah merah untuk menghindari anemia, dan mengaktifkan vitamin D untuk memelihara kesehatan tulang.
Gangguan ginjal bisa dicegah dengan menjalani gaya hidup sehat. Selain itu, kita juga harus rutin melakukan pemeriksaan tekanan darah dan gula darah, minimal tiga bulan sekali. Dengan begitu, gangguan ginjal dapat sedini mungkin dideteksi.

Deteksi secara dini dapat menghindarkan kita dari kerugian yang lebih besar, yaitu tahap gagal ginjal yang memerlukan hemodialisis (cuci darah) atau transplantasi ginjal (renal replacement treatment). Meskipun kualitas hidup si penderita gagal ginjal mungkin tidak menurun, tindakan-tindakan medis di atas cukup memberatkan ekonomi penderita.

Kenali gejalanya!

Gejala gangguan ginjal dapat digolongkan menjadi tiga, yaitu akut, kronis, dan tanpa gejala (asimtomatis).
  • Yang akut contohnya terlihat bengkak pada mata dan kaki, nyeri pinggang hebat, terasa sakit bila berkemih, kencing hanya sedikit atau disertai darah, dan terdapat kelainan urine, seperti tinggi protein.
  •  Yang kronis menunjukkan gejala lemas, tidak ada tenaga, nafsu makan menurun, mual, muntah, bengkak, kencing berkurang, gatal, sesak napas, pucat, dan anemia. Bila dilakukan uji laboratorium, terdapat kelainan urine, seperti tinggi protein, eritrosit, dan lekosit

    Umumnya, penderita datang bila sudah tampak gejala-gejala di atas.

    Meskipun pengobatan progresif sejak dini bisa mengurangi, bahkan menghentikan, progresivitas penyakit, alangkah baiknya bila gangguan ini justru dihindari agar tak muncul.

    Sekali lagi, kontrol tekanan darah dan pemeriksaan gula darah secara rutin merupakan tindakan yang dianggap paling penting untuk melindungi fungsi ginjal. Ini terutama bagi mereka yang suka makan enak, enggan berolahraga, dan mempunyai riwayat keturunan penyakit ginjal.


    Penyebab gangguan ginjal

    Umumnya lebih diakibatkan oleh gaya hidup yang mengutamakan makan enak, tapi kurang berolahraga. Akibatnya, lemak yang menumpuk menyebabkan penyakit diabetes melitus (DM), hipertensi, dan kolesterol tinggi.

    Sebagai contoh, gula yang tinggi dalam darah (pada penderita DM) akan bereaksi dengan protein sehingga mengubah struktur dan fungsi sel, termasuk membran basal glomerulus. Akibatnya, penghalang protein rusak dan terjadi kebocoran protein ke urine (albuminuria).

    Hal ini berpengaruh buruk pada ginjal. Bila ginjal terganggu, fungsi ekskresi, filtrasi, dan hormonal ginjal terganggu juga. Akibatnya, pengeluaran zat-zat racun lewat urine terhambat. Zat racun jadi tertimbun di tubuh. Pada akhirnya, tubuh membengkak dan timbul risiko kematian.

    Berikut beberapa penyebab penyakit ginjal:


    1. Penyakit umum/sistemik, seperti kencing manis atau disebut juga diabetes melitus, hipertensi, dislipidemia (tinggi kolesterol dalam darah), penyakit lupus dan penyakit kekebalan tubuh lain, serta asam urat tinggi (gout).
    2. Infeksi di tubuh, seperti pada organ paru (TBC), sifilis, malaria, dan hepatitis.
    3. Preeklampsia atau tekanan darah tinggi yang muncul pada masa kehamilan.
    4. Pengaruh obat-obatan.
    5. Kehilangan cairan banyak secara mendadak, seperti muntaber dan perdarahan.
    6. Luka bakar.
    7. Penyakit pada ginjal itu sendiri, seperti infeksi pada saringan (glomerulus), kista pada ginjal, kanker pada ginjal, dan penyempitan pada ginjal atau tumor.
    8. Turunan/herediter.

    Pencegahan penyakit ginjal

    1. Jika Anda termasuk individu yang berisiko sakit ginjal karena menderita DM, obesitas, hipertensi, kolesterol tinggi, dan berpenyakit ginjal turunan, jalani hidup sehat dengan mengikuti anjuran dokter. Periksakan diri secara rutin ke dokter dan lab untuk memeriksa tekanan darah dan kontrol gula darah. Pahami gejala-gejala sakit ginjal, seperti buang air kecil terganggu, nyeri pinggang, dan bengkak pada mata.
    2. Jika Anda termasuk individu tanpa risiko, jalani hidup sehat sambil memahami gejala-gejala sakit ginjal, seperti buang air kecil terganggu, nyeri pinggang, dan bengkak pada mata. Lakukan periksa gula darah setidaknya setahun sekali.
    3. Jika Anda sudah memiliki gangguan ginjal, dokter akan melakukan tindakan-tindakan yang dapat mengurangi semakin menurunnya fungsi ginjal, seperti pemberian obat-obatan, menjalani saran untuk hidup sehat, dan kontrol ke dokter secara periodik. (Santi Hartono)


    Narasumber Ahli:
    Dr Toga A Simatupang, SpPD (Nefrologis), Konsultan Ginjal dan Hipertensi
    RS Siloam Graha Medika, Kebon Jeruk, Jakarta