Manusia robot!!!
Saturday, August 8, 2015
Saturday, April 11, 2015
Single vs married / friend then unfriend
Terlalu sibuk dengan dunia pernikahan (anak dll, dsbnya) kalau masih muda dulu sering banget curhat2an gajelas, jalan gajelas, shopping gajelas, eh giliran udah nikah serasa kagak kenal. Dan JELAS banget. Begitu...lah :D #eh!
Monday, February 2, 2015
Kepada bulan dan bintang
Jauh sebelum disini, aku pernah pergi pada hati tak beralamat. Seseorang yang entah hatinya untuk siapa, dan dimana. Karena kepemilikan hati yang penuh misteri aku sering datang pada bulan dan bintang, menatapnya mengajaknya bicara dengan harapan pemilik hati itu mendengar kemudian akan datang padaku.
Dekat. Aku dan malam bersama bulan dan bintang.
Malam ini aku melihat bulan bintang yang sama seperti beberapa tahun silam seperti waktu itu.
Bulan bintang yang tak lagi ku jumpai dibeberapa tahun ini. Seolah ia kembali menyapa, menagih semua cerita tentangku untuknya.
Kenapa dia datang lagi. Mungkin dia tahu aku hari ini sama seperti aku waktu itu.
Bulan, bintang , angin dan malam.... Aku begitu dekat dengan kalian sekarang. Bukan karena aku mencari pemilik hati, aku sedang di uji hati, untuk bersabar.
Sepertinya aku merindukan seseorang malam ini.
Jangan rindukan aku bulan dan bintang. Aku tak ingin terpojok seperti yang sudah sudah. Terjebak dalam sepi dan mimpi.
Aku dan dirinya diriku.
Thursday, January 15, 2015
Susahnya menjaga hati
Cinta adalah sebuah rasa dan asa.
Apa jadinya ketika rasa dan asa tiada?
"Yaah gitu deh, kalo sama pasangan ga pernah mau di ajak sekedar ngobrol, mba. Ga tau kenapa gw nyaman sama orang ini, kita udah jalan 2 th. Tp sekedar chatting aja belum pernah ketemua." Demikian Cerita teman membuat sebuah pengakuan.
"Kalo lagi ada "mau" nya aja dia deket2, kalo lagi ga pengen ya jauh2. Padahal kan perempuan itu butuh dimanja, diperhatiin, disayang, kalo sekarang kan enak. Kalo laagi bete ada yg nenangin. Ada yg bisa bikin hati berdetak lagi, setidaknya." Lanjutnya.
Padahal suami pun sebenarnya sama, mereka butuh dimanja, disayang di perhatikan seperti perempuan. Hanya saja mungkin, yaaa mungkin prioritas utama sekaramg kerja kerja dan kerja.
Ah kenapa begitu? Suamiku mana suamiku....
Pernahkah bayangkan kalo pasangan kita ternyata hatinya ntah ada sama siapa diluar sana???
Ahhh susah memang menjaga hati.
Hatiku... Dimana hatiku... #eh!!!
What's a life ??
Hidup itu keras kata anak jalanan.
Hidup itu indah kata orang kasmaran.
Hidup itu menyebalkan kata orang yang sedang susah. Hidup itu menyedihkan, kata orang kesepian.
Hidup itu coklat kata remaja.
Hidup itu banyaknya makan garam, kata orang tua.
Hidup itu dateline
Hidup itu .....
Di titik koordinat ini aku merasa pelangi sudah tidak lagi bermacam warna. Kini pelangi hanya ada dua warna, entah warna yang mana yg tersisa.
Di titik katulistiwa ini ada rasa bengah. Satu keadaan memporak porandakan mimpi yang kemudian membatasinya dengan sebuah garis bentangan yang amat sangat panjang dan terjal. Memaksa malam, menelanjangi subuh, hingga mentari hilang senyum dan pesona pada matahari.
Smua itu jeda, tawa riang anak anak manja, rengek tangis mereka hanya pengisi kosongnya suasana. Im stuck on here, without possion.
Huuuuffff i wish someone here. Hear me,
Its uneasy to go.
Friday, June 13, 2014
Thursday, February 27, 2014
[ Perempuan ] Life After Married
Entah sudah berapa lama tangan ini tak lagi mencoba menulis atau sekedar curcol bahkan mungkin bisa dikatakan semacam memintanpengakuan lebih bahwa saya adalah orang yang suka menulis. Yesss!!!!
Suka atau tidak lanjutkan nulis yaa :$igh
Dulu ketika saya masih gadis paling suka dan sangat usil untuk komentar tentang something yang menurut mata setengah bulat saya aneh. Aneh yang dimaksud dalam kacamata kuda saya loh yaaa....
Perempuan bekerja, rapi, sedikit modis, wangi, dan "agak" jutek.
Itulah saya dulu, jadi saya akan selalu dan pasti tak pernah habis pikir apabila melihat perempuan yang lalulalang dengan lemak nimbun dimana2, jempol kaki hitam dengan nuansa bersisik kering pertanda tak pernah tersentuh lotion. Wajah menebal dengan ditaburibplek hitam disana sini, bibir membiru pecah kering, rambut beterbangan online kemana2 dan (maaf) kusut acak acakan serta pakean setengah pudar warnanya, dan keteknya bau itu yang pernah ku jumpai saat naik angkot waktu itu. Kemudian mencernalah otak dengan sebuah pertanyaaan, beginikah realita "Life After Married?" Seperti apakah suaminya yng tega merenggut dan membiarkan aura kewanitaannya hilang? Betahkah suaminya duduk berlama2 seperti saat awal2 pernikahan?
Pertanyaan itu selalu menghantuiku ketika dihadapkan dengan kondisi wanita cantik yang berubah jadi Superhero.
Mengenaskan.
Pernah satu masa seorang teman baru punya 1 anak bilang, "kok sepertinya aku tidak secantik dulu ya...." Saya tahu itu suara hatinya yang dibungkus dalam bentuk canda.
Kemudian seorang teman satunya lagi menjawab, " Ga apalah udah laku ini pun."
Jlebbbbbb mendengar pernyataan itu telinga ini rasanya aneh. Kok bisa ya mereka melahirkan jawaban yg menurut saya tidak bertanggungjawab bahkan pada dirinya sendiri. Nangis dalam hati waktu itu mendengarnya. Nggak rela!!!!!
Bertahun2 kemudian, tibalah masa dimana saya menjadi seorang perempuan berstatus istri yang selalu dirumah punya suami serta seorang anak. :-)
Mungkin ada yang bertanya bagaimana kondisi saya sekarang? Apakah sama dengan nasib perempuan hero yang ditemuinya dalam angkot ketika masih gadis dulu?
Yang pasti menjadi perempuan itu entah masih gadis belum laku ataupun emak2 yang udah laku abadikanlah kecantikan itu at least supaya diri sendiri bangga suami juga senang melihatnya. Alih2 lbh cantik dari masa sebelum merried, bonus double kan?
Usia bukan tolok ukur untuk menjadi cantik rapi dan wangi, apalagi gelar emak2 bau bawang hiks.... Jangan deh.
Btw, cantik itu butuh modal lady's :-)
Kadang saya juga sempet ga rela ketika jalan dengan saudara perempuan saya, kmudian dibilang yang bahwa saya kakaknya. Nangis guling guling sampe rumah.
Dalam hati mungkin diri ini memang benar telah berubah menjdi perempuan superhero seperti perempuan dalam angkot itu.
Benarkah ini jawaban life after merried?
Nyatanya itu tidak terjadi pada saudara perempuanku. Dia tetep wangi bahkan lebih cantik dari sebelum menikah.
Women.Life.Beauty.Family
How 'bout you lady's?
:-) :-) :-) :-) :-) :-) peace
Wednesday, January 30, 2013
Jerawat oh jerawat
Langit tanpa bintang itu gelap gulita, tapi muka penuh benjolan itu lebih gelap dibanding langit yang paling gulita.
It's my quotes. Entah kapan semua bermula anugrah tak terindah ini muncul. Pelan tapi pasti boooook...
Awalnya sehabis lebaran idulfitri masih 1, 2 dan kecil banget. Lalu tumbuh hilang tumbuhlagi begitu seterusnya hingga sampelah pada penghujung acara.. *halah.
Awal january mpe sekarang obat dari dokter belum ada reaksi. Hiks hiks.... Tuhan tolonglah aku...
Jerawat you drive my mood so bad!
Pergi ya... dan jangan kembali, plis deh.
Saturday, January 12, 2013
Married is a Learn
"Pernikahan adalah sebuah konsep dari rumah tumbuh, yang dibutuhkan pondasi kuat di dalamnya. Janganlah menikah dengan seseorang yang tanpa pondasi kuat karena dia tak akan pernah bisa direnovasi, kecuali butuh biaya dan tenaga extra nantinya."
Kalimat ini dulu sering keluar sebelum memutuskan untuk menerima lamaran dari suami, banyak dari mereka yang tiba-tiba berubah jadi penasehat perkawinan dadakan. Bahkan sampai ada yang siap jadi konselor pernikahan kalau suatu saat nanti pernikahan kami diterpa masalah. "apa? kamu doain sejelek ituh?" itu reaksi reflek saya begitu mendengar si A sok diplomatis menawarkan sebuah bantuan yang menurut saya hanya sebuah "crazy talk". Lagipuun kalau Pernikahan kami tiba-tiba terhembus angin tak segarpun (semoga ini tidak akan, ya Allah) saya tidak bakalan mencari apalagi mengatakan pada si A yang buat saya hanya akan membuka dapur rumah tangga saya sendiri. butuh konselor datang pada ahlinya, bukan begitu???
Setiap hubungan apapun jenisnya bukan tidak mungkin tanpa penyakit, justru hubungan yang berpenyakitan itulah yang didalamnya seolah merasa tanpa penyakit. Bingung mencernanya? pelan saja sodara :D
Pernikahan itu tidak hanya menyatukan 2 pribadi saja melainkan mengawinkan keseluruhan dari 2 pribadi. bukan hanya fisik semata, tapi masih dalam lingkup yang luas. Perbedaan, itu pasti. Kita lahir dan besar dan tumbuh dari lingkungan dan gaya hidup berbeda, untuk menyatukan keduanya tidak dibutuhkan waktu instan seperti indomie goreng yang terpaksa saya rendam pakai air mendidih sebelum matang dikarenakan gas nya habis. Tetapi tetep aja bumbunya bisa nyatu dan masak meski rasanya agak aneh. Pernikahan tidak bisa seperti itu kaaan??
Awal pernikahan semua akan keliatan indahnya. bagaimana selanjutnya, semua yang udah menikah pasti tau jawabnya.
Pernah satu hari ada kawan pasangan muda bingung mendapati istrinya yang tiap hari bermasam muka dengan muka selalu dilipat-lipat. Tiap ditanya ada apa, selalu mengatakan tidak apa-apa. sampai-sampai keduanya saling mendiamkan, dan ndongkol. (saya sendiri juga sering kayaknya :LOL )
DIsini inilah yang kadang membuat saya dri sisi seorang perempuan merasa ada yang aneh dengan sikap seorang laki-laki. Karena bukan tidak mungkin saya sendiri juga sering merasa pada titik dimana semua adalah "TIDAK."
mau tau bagaimana menyikapi sikap perempuan seperti ini?
saya pernah membaca bahwasanya perempuan itu hanya butuh teman bicara butuh didengarkan tapi tidak butuh sebuah opini solusi ataupun jawaban. DENGARKAN. Tapi parahnya lagi ketika kita sedang bicara tentang sesuatu misalnya tiba-tiba dengan suara lembut seorang pria akan mengeluarkan sebuah solusi bijak padahal perempuan sudah tau pasti bahwa itu adalah solusinya. dia bercerita karena dia hanya ingin didengar. bukan ingin mencari solusi.
Kalau istri marah jangan ditanya kenapa? ada apa? mengapa? tapi mendekatlah, tatap matanya kemudian dekap peluk dia lalu simpan semua pertanyaan bodoh tersebut. karena pertanyaan itu hanya akan mempersulit kalian saja para suami :)
Tenang saja anda tidak akan dibikin mati penasaran hanya dengan menyimpan stupid question tadi, justru nanti tanpa diminta pun seorang perempuan akan bercerita tanpa titik koma malah, dan ketika itu justru anda yang akan menutup telinga mendengar segala ocehan istri anda :D:D:D:D:D:D
Percayalah menikah itu tempat belajar yang nyaman, jangan persulit diri dengan asumsi yang konyol.
---Oier---
Jangan Biarkan Anak Bermain Sendiri!
Friday, January 11, 2013
Telepon nyasar
Beberapa hari terakhir ini sering ada no ga jelas hinggap menuntut untuk dijawab. Mulai dari orang salah sambung, mama minta pulsa, yayang minta pulsa, penawaran cc, asuransi, seminar, susu formula bahkan mantan cinta monyetpun sempet nyasar ga jelas.
Seperti biasa habis sholat maghrib adalah jadwal rutinitas ninaboboin si ganteng, seperti biasanya pula ritual bakal panjang dengan aturan si ganteng.
Dan seperti biasa pula saya akan membawa 2 gadget kesayangan menyertai. Sambil maen sambil browsing. Ini mah kebiasaan jelek sejak åbg yang belum bisa diubah sampai sampai udah kena protes juga sama suami, sempet juga sepakat selama bermain sama si ganteng sebisa mungkin simpan gadget rapi rapi. Sepakat!
Benar, sebatas sepakat sih, kenyataannya sampai hari ini kebiasaan buruk susah diobatin. Maaf ya naaak :*
Jadi jangan heran kalau si ganteng kami meski masih berumur 20bulan udah ga asing lagi sama gadget apalagi hp.
Dan sore ini saya ga main hp sepenuhnya tapi tetep aja saya kantongi dan satunya lagi di bawah bantal. Aman.
Saya : masih sibuk ngerapiin isi lemari yang beberapa menit lalu dikeluarin sama si ganteng.
Tiba tiba "...(&^%$#@..." hp dikantong bergetar lumayan lama. Saya liat no ga dikenal, tp deringnya kok lama. Paling juga orang nyasar, tp sebelum sempet mikir begitu, udah saya angkat tuh hp.
Saya : "Hallo, assalamualaikum...hallo..."
Diseberang ga ada jawaban yang ada gema halo halo suara sendiri. Sempet curiga jangan jangan ini no mantan cinta monyet yg sering nelpon tp diam aja yg ujung ujungnya dimatiin sendiri (suudzon duluan)
Suara dihp : "Hayyooo ... kyakya.... hayyooo..."
Saya: "&(&^%$#@" Ku tengok kebelakang di pojok kamar, ternyata si ganteng sedang ber hayyo hayyo sambil ngempit hp dibawah telinganya.
#ternyata si ganteng nelpon pake hp yg tadinya dibawah bantal. No nya ga hapal sieh :p
Terhipnotis oleh kegantengannya :)
Tuesday, December 11, 2012
Thursday, November 22, 2012
Cloudy
Perkiraan cuaca hari ini :
Sepertinya mendung memang lebih asyik menggelayut mesra meski hujan sempat membasahi bumi.
Dingin pilunya hari ini berharap ada pelangi, atau setidaknya hangat akan senyum mentari kala pagi hari.
Tak ada yang berubah selain perubahan itu sendiri. berulangkali kalimat ini indah terdengar hingga mengganggu alam bawah sadarku, ingin rasanya ku banting kemudian aku jejali barisan kalimat itu dengan sumpah serapahku hingga tak lagi terujud menjadi sebuah tamparan.
Tertampar... perih, lebih perih dari melayangnya tangan panas manusia yang sesungguhnya. Serasa semua tak lagi menjadi sama. Terpojokkan hingga tak lagi layak mendapat sebuah nilai apalagi harga.
Hargailah...!
Apanya?
Mendung akan tetap abu-abu karena mendung tak pernah menjadi hijau seperti daun.
Nampaknya cuaca hari ini akan tetap seperti ini.
Wednesday, October 17, 2012
Bahagia Tak Sesulit Yang Kita Bayangkan.
Setiap orang mendambakan sesuatu yang bernama BAHAGIA, entah setuju atau tidak kalimat itu seolah begitu mudah penyampaian dan serasa mudah pula penggapaiannya. De' fakto?
Bahagia itu bukan tidak mungkin, hanya saja tergantung dari sudut mana kita memandangnya. Kadang aku merasa heran Tiap kali pandangi anak lelakiku yang sedang tertawa menari dengan riang, aku merasakan sesuatu yang lain, ada satu euphoria yang membuncah,suatu kebanggaan, harapan dan seolah ada sesuatu yang sedang memberikan jempol kearahku. Mungkin inilah sesuatu yang namanya Bahagia.
Semudah itukah pencapaiannya?
Lalu kenapa kalau hanya dengan sesuatu yang tanpa kita sadari kita bisa bahagia, tapi masih berkeluh dengan pertanyaan "bahagia dimana engkau berada?"
Buka hati, buka telinga, tutup mata kita... disitu tuba tiba bahagia datang mengitari kita, see... it's so easy, kan?
Friday, October 5, 2012
(Si ganteng) 17Mos
Muter muter, jungkir balik, larilari, loncat, teriak, nyanyi. Nyanyi ga jelas, serta mimik pura pura semua udah si ganteng tunjukin. Seneng ya rasanya liat polah sikecil yang udah beranjak menjadi todler.
Waswas, dan spot jantung itulah yang tiap hadiahin ke mamanya.
Happy 17Mos ganteng. Sehat sholeh ceria selalu ya...
Wednesday, October 3, 2012
Wednesday, September 5, 2012
Tentang Freelance dan Berbisnis Kecil
Berikut ini merupakan kumpulan tweet #FinClic 6 Agustus 2012 ( Setelah saya "cut" seperlunya tanpa mengurangi inti habisnya puanjang bangeeeeeeeet )
Yes #FinClic hari ini berhubungan dengan freelancer!
Pengalaman gw yah, disuruh berhenti kerja sama @dondihananto tahun 2002 supaya ngurus anak jadi ibu rumah tangga #FinClic
Biasa punya duit sendiri. Tau- tau harus nunggu dari suami. Aneh banget rasanya. Mana waktu itu baru punya bayi. Wah perasaan serba kacau #FinClic
Jadi kalau lo berhenti kerja, untuk jadi freelancer atau punya bisnis kecil, hal ke- satu yang lo siapin : mental. Turunin semua standar sekarang juga! #FinClic
Freelancer / small bizowner jarang yang langsung menghasilkan besar. Jadi stop kasih bunga- bunga ke 2 pekerjaan itu! Gak ada duit! Siap gak? #FinClic
Waktu itu, gw jadi ibu rumah tangga, lalu kuliah S2, lalu part time jadi dosen, baru bikin cikal bakal @QM_Financial . Makan dari mana? #FinClic
Waktu itu @dondihananto kerja di bank asing. Walaupun gw freelancer/ small business owner, penghasilan dan fasilitas kesehatan aman #FinClic
Setelah bertahun- tahun bangun bisnis gw, giliran @dondihananto yang mau berhenti kerja, jadi freelancer + small business owner. Dia gak keluar begitu aja #FinClic
The day @dondihananto said to me “I want to quit my job”, I was very surprised. Dan ada “takut” juga, ntar cukup gak buat hidup #FinClic
Me and @dondihananto sat down and worked on our finances for days before he resigned. Dengan dua anak, tidak bisa asal nekad aja lho #FinClic
Jadi buat teman- teman gw yang sekarang lagi slayar sluyur ceritanya baru freelancer/ small business owner, jangan bangga dulu. Emang udah siap? #FinClic
Berikut hal- hal penting sebelum Quit:
1) Asuransi Kesehatan
2) Dana Darurat
3) Aset Aktif yang SUDAH menghasilkan
4) ehem belajar hemat :p #FinClic
Kantor gw udah ada AsKes untuk keluarga, penghasilan gw udah stabil, ada bisnis+apartemen yang menghasilkan, baru @dondihananto Quit #FinClic
Topik ini gw pilih karena gw mulai cemas. Banyak yang sibuk ngomongin passion, action, tanpa duit terus masa nekad doang? Gak gitu lah! #FinClic
Prinsip Tahu Diri. Semua juga tahu. Tapi apa mau jalanin-nya? Jadi karyawan dengan gaji tetap harus beda ngurusnya dengan freelancer/ small business owner #FinClic
Kalau lo udah berkeluarga, atas nama passion lo loncat jadi freelancer/ small business owner tanpa persiapan keuangan, lo gak bertanggungjawab! #FinClic
Gw contohin teman yang udah dari sana-nya freelancer ya? Dia bilang dia punya AsKes, kalau kerja gak kenal waktu, Dana Darurat 12x biaya hidup. Gokil! #FinClic
Gw mengisi acara seminar “Menabung Saja Tidak Cukup” dulu ya. Nanti siang disambung lagi #FinClic
Melanjutkan #FinClic tentang freelancer dan small business owner. Udah di level apa? Kalau memang dari dulu pekerjaannya itu, biasanya udah tau diri #FinClic
Yang repot kalau tadi-nya karyawan, switch ke freelancer/ small business owner. Suka ada yang gak ukur kemampuan padahal udah beda lho #FinClic
Pursuing passion feels soooo awesome. Only if you know the right tools. Your finance should be in place from the beginning #FinClic
Thanks! RT @Aditkok : Suka sekali sama topik #FinClic Hari ini, dibanyakin lagi dong tips financial buat small biz owner Tipe pekerjaan freelance bisa macam- macam. Ada yang jadi dosen part time, pelayan resto sampe konsultan dipanggil sewaktu- waktu. Gak gajian rutin #FinClic
Freelancer ada yg kerja berdasar kontrak tahunan, per project, sampe per berapa jam dia kerja. Jadi penghasilan gak rutin #FinClic
Efek yang paling kelihatan, waktu urus Pengeluaran. Karyawan gw suruh nabung 10-30%. Freelancer gak bisa diurus dengan cara ini #FinClic
Freelancer harus punya pengeluaran yang jelas. Misal 5juta/ bulan. Jadi penghasilan gak jelas, asal tahu, pengeluaran bisa diatur #FinClic
Kalau pengeluaran 5juta, penghasilan freelancer mungkin 2juta bulan ini, 10juta bulan depan, 0 bulan berikut dan 20juta bulan depan-nya? #FinClic
Nah freelancer perlu Dana “biaya hidup”, minimal 3xpengeluaran. Makan dari sini. Penghasilan lagi banyak, setor untuk hidup bulan depan #FinClic
Misal penghasilan bulan ini 8juta » 5juta untuk makan, 1juta ke Dana Biaya Hidup, 2juta lagi rekening terpisah untuk Investasi #FinClic
Waktu penghasilan sedang 20juta, makan 5juta, 1juta ke Dana Biaya Hidup, 14juta ke rekening Investasi terpisah #FinClic
Jadi Investasi bulanan tetap ada hitungannya, tapi setoran ke rekening investasi bulan ini mungkin untuk beberapa kali investasi #FinClic
Investasi bulanan akan debit rutin dari rekening Investasi. Karena pekerjaan freelance, setorannya yang beda dengan karyawan #FinClic
Sama, mirip freelancer. Gw sebut Self Employed RT @dadingwicaksono : nah kalo yg pemasukannya ga tetep macam dokter gitu gimana mbak? #FinClic
Gw ingin bisa ikut tepuk tangan waktu orang tinggalin pekerjaan yang dia gak suka, demi passion-nya. Tapi kalau habis itu lo melarat? #FinClic
Jadi ayo lah, finance itu bisa diukur semua. Urusan mampu bisa diupayakan. Empowering yourself. This is what it’s all about #FinClic
Duar! RT @ReneCC : Sepakat sama @mrshananto - keluar dari pekerjaan butuh persiapan matang. Jangan sebut passion kalau ternyata pride
Sekarang untuk small biz owner. Ini bisa lebih kusut lagi daripada freelancer. Freelancer kerja sendiri. Small Biz Owner ada buntut karyawan #FinClic
Demi bisa idealis, atas nama passion, keluar dari kerjaan karyawan, bikin bisnis. Income stream bisnisnya dari mana? #FinClic
Banyaaak sekali pemilik bisnis kecil itu gak langsung “panen”. Ngerasain susah dulu. Hidup dengan gaji seadanya dulu. Konsekuensi memang begitu #FinClic
Ngeri gw kalau denger, bikin bisnis langsung pengen gajian 15juta. Lah income stream bisnis-nya gak ada, dari mana gajian segitu? #FinClic
Jadi kalau ada ceritanya start up, direktur-nya geruk gaji gede, siap- siap aja lagi tenggelam tuh kapalnya. Berat banget pasti #FinClic
Bisnis yang gak bisa menggaji pemilik yang kerja di dalam-nya juga gak sehat. Tapi reasonable aja lah. Omset berapa, gaji owner berapa #FinClic
Udah yakin sama keputusan hidupnya. Ayo sekarang ukur kemampuannya. Karena emosi VS angka gak bisa ditabrakin. Angka ga bohong #FinClic
Gw banyak ketemu small biz owner. Ada yang memang buta sama sekali soal akuntansi. Ada yang bahkan gak tau yang dijual apa. Ada yang semangat beres- beres #FinClic
Apapun level bisnis lo sekarang, keuangan keluarga lo apa kabar? Masih single bisa pulang ke rumah orangtua. Tapi yang udah punya anak? #FinClic
Gong-nya gw pun ketemu pemilik bisnis yang dengan alasan “bisnis lagi susah” gak kasih nafkah sama keluarganya. Mau berapa tahun kayak gini? #FinClic
Hal- hal sederhana seperti: keuangan bisnis dan pribadi dipisahkan, ada laporan keuangan walaupun sederhana cash basis dan tau mana fixed vs variable cost #FinClic
SmallBizOwner. Gak gajian dulu? Berapa lama? Pasang target yuk? Maksimal 3 tahun. Selama 3 tahun itu makan dari gaji pasangan + dana darurat #FinClic
Gw dari tahun 2003, baru gajian rutin tahun 2007. Sebelumnya pake sistem persentase. Bisa sekecil 350.000 / bulan untuk memastikan bisnisnya profit #FinClic
Sekarang pun, untuk jaga fixed cost rendah, gajian di kantor gw ada gaji pokok+tunjangan, ada variable bonus bulanan. Tergantung project #FinClic
Hi3 kayaknya banyak yang tercekat tentang “gak gajian 3 tahun” ya? :p ya gitu deh. SmallBizOwner gak selalu keren #FinClic
Ulang yang tadi pagi » hal- hal penting sebelum berhenti kerja tetap (Quit): 1) AsKes 2) Dana Darurat 3) Aset Aktif yang SUDAH menghasilkan 4) ehem belajar hemat :p #FinClic
Sebelum Quit: 1) Asuransi Kesehatan. Suami gw dulu kerja di Bank. Waktu dia berhenti kerja dan mulai bisnisnya, kantor gw udah ada Asuransi Kesehatan #FinClic
Sebelum Quit: 2) Dana Darurat (DD). termasuk badung sih, DD keluarga kami untuk 3 bulan aja, harusnya 12 bulan. Tapi ada #FinClic
Sebelum Quit: 3) Aset Aktif yang SUDAH menghasilkan. QM sudah bisa bagi dividen. Ada resto di Bandung hasil bulanan. + apartemen disewain #FinClic
Sebelum Quit: 4) ehem belajar hemat :p ini yang paling susah sih. Waktu suami gw di Bank liburan asiiiik banget. Sekarang direm he3 #FinClic
Nah. Mana semua yang karyawan mau jadi freelancer/smallbizowner. It’s your life! Don’t let other people turn you into quitting your job #FinClic
Bisa ya dibayangkan kelojotannya kayak apa kalau tadinya karyawan gaji 30juta, sekarang atas nama passion bikin bisnis, eh gak gajian. Siap- siap! #FinClic
Bikin bisnis harus mau kejebur. Tapi kalau gak bersiap ntar gak makan. Find that balance and face the reality #FinClic
Bikin bisnis dengan modal dengkul, ilmu kepepet atau apalah. Kalau untung digembar gembor. Yang hancur berantakan, nasibnya gimana? #FinClic
Kenyataannya, bikin bisnis itu banyak yang hancur dulu. Ya musti dihadapi. Gw bikin 14bisnis, yang mati 10. Calculated risk#FinClic
Copas dari qmfinancial.com
Friday, August 31, 2012
Friday, July 6, 2012
cinta, dimana engkau berada?
"Sayang, ade lagi maen sama baby di rumah ziezie nanti kalo syg jadi pulang cepet, jemput kesini ya."
Sekilas membaca isi sms temen yang ditujukan ke suaminya buat aku ngiri. Kenapa aku bisa tau smsnya? Karena temenku kebetulan ga bawa hp tus pinjam hp ku, so udahh jelaskaaaan... :P
Back to point, kenapa iri? Udah biasa kaleee...
Mungkin benar buat sebagian orang bahasa sayang honey darling mas-ade udah biasa, apalagi di awal2 pernikahan. So?
Tapi ini udah bukan pengantin baru lagi saudara... anaknya udah mau 2...
Hebat! Batinku. Masih bisa ya pertahankan nuansa romantis
Lah wong aku aja yang usianya belum ada 2 tahun udah "embeeer" (ini mah parah))
Sebenarnya apa sih yang diinginkan seseorang dalam sebuah level kehidupannya?
Masih anak2 pengin naik level jadi remaja,
Udah remaja, pengin punya pacar. Lalu tumbuh jadi orang dewasa.
Yang belum nikah pengin segera menikah.
Lalu yangudah menikah pengin punya anak
Yang belum punya anak ngebut terus... kek kejar setoran :lol
Pertanyaannya: benarkah pernikahan setelah punya anak hanya hidup untuk mempertahankan pernikahan demi anak tanpa mengindahkan lagi bahwa cinta, kata pengantar diantara keduanya perlahan telah usang bahkan mati tanpa disadari?
Kalo tidak, kenapa aroma itu sudah semakin tak tercium lagi ketika sesudah hidup bersama?
Kira2 dimana menaruhnya perasaan mengebu gebu yang dulu pernah ada itu?
Kebanyakan jawabnya, cinta saja ga akan bikin perut kenyang, istriku. Weleeeeh.
Ingat cerita teman ketika masih gadis dulu, pas itu dia lagi ga tau kenapa mungkin barusaja bertengkar ato apalah sama suaminya. Saat jam lunch di kantin dia, bilang "masa paling indah itu ketika pasangan kita melakukan pedekate, setelah dapet ya udah jangan harap bakal ada kejutan lagi."
Mari kita tanyakan pada suhu yang berpengalaman... benarkah demikian? Xixixixixiiii...
Happy week end.
Pengin bener2 weekend!
:P

