Showing posts with label perkembangan baby 4-6 bulan. Show all posts
Showing posts with label perkembangan baby 4-6 bulan. Show all posts

Wednesday, October 5, 2011

Ciri-ciri Bayi Sudah Siap Diberi MPASi



Bayi akan memberikan ciri-ciri yang jelas saat ia siap untuk beralih dari hanya minum susu saja ke konsumsi makanan padat, yaitu:
  • Syarat pertama bayi bisa diberikan MPASI adalah adanya kontrol kepala. Bayi harus sudah bisa menegakkan kepalanya saat tubuhnya ditegakkan. Jika anda menegakkan tubuh bayi dan kepalanya masih terkulai, itu berarti ia belum siap menerima makanan padat karena tidak akan mampu menelan makanan dengan benar.
  • Minimal bayi berumur empat bulan. Kemampuan oromotor bayi berumur empat bulan sudah matang untuk menerima makanan padat.
  • Hilangnya refleks menjulurkan lidah. Supaya makanan padat bisa tetap berada di mulutnya kemudian ditelan, bayi harus menghilangkan refleks menjulurkan lidah yang akan mendorong makanan keluar dari mulutnya.
  • Membuka mulutnya ketika anda menawarkan sendok berisi makanan dan mampu mengatupkan mulutnya pada sendok tersebut.
  • Mengalihkan mukanya dari sendok bila ia tidak mau makanan tersebut.
  • Gerakan mengunyah. Mulut dan lidah bayi berkembang sejalan dengan sistem pencernaannya. Untuk mulai mengonsumsi makanan padat, bayi harus sudah bisa menggerakkan makanan ke belakang mulut dan kemudian menelannya. Ciri saat ia sudah menguasai keterampilan menelan secara efisien adalah berkurangnya air liur yang menetes (ini tidak termasuk air liur yang menetes saat bayi sedang tumbuh gigi).
  • Kenaikan berat badan yang signifikan. Bayi pada umumnya siap untuk menerima makanan padat jika berat badannya sudah dua kali lipat dari berat badan ketika lahir.
  • Duduk dengan baik sambil dibantu. Meskipun ia belum siap untuk duduk di kursinya sendiri, tapi bayi juga harus sudah bisa duduk tegak supaya bisa menelan dengan baik.
  • Selera makan yang tinggi, yaitu jika bayi masih menunjukkan tanda-tanda lapar meskipun telah diberikan delapan sampai sepuluh kali minum susu.
  • Keingintahuan terhadap apa yang anda makan. Bayi anda akan mulai melihat-lihat piring makan anda, atau merebut sendok ketika anda akan menyuapkannya ke mulut anda
Untuk mendapatkan tips-tips seputar pemberian makan bayi, anda bisa follow @ProminaID atau bergabung di http://www.facebook.com/prominaid. Promina hadir dengan konsep Complete Stimulation hadir dengan tahapan rangkaian makanan bayi bergizi dan variasi rasa yang cocok dengan selera makan bayi, juga tekstur atau konsistensi yang tepat, agar selain menstimulasi kemampuan oromotor bayi, juga seluruh kebutuhan nutrisi terpenuhi untuk mendukung tumbuh kembang bayi secara optimal.
Diambil dari berbagai sumber


taken from: promina.co.id




*yuuuuk nak udah siap mamam belum?
:)

Thursday, September 22, 2011

Tumbuh kembang bayi usia 5 bulan

TUMBUH KEMBANG BAYI BULAN KE-5

Mengulurkan TANGAN & MAINAN

Motorik halusnya sudah terkoordinasi dengan baik. Telapak tangan sudah
membuka dan ia akan meraih objek yang ada dalam pandangannya .

Dedeh Kurniasih . Foto: Ferdi /NAKITA
Konsultan Ahli :
dr. Rini Sekartini , Sp .AK dari RSUPN Cipto Mangunkusumo, Jakarta


Perkembangan Motorik kasar

* Bila bayi mengamati sesuatu pada satu sisi , ia akan memiringkan kepala dan badan sehingga membuatnya terguling. Karena itu, hati -hati jika menaruh bayi, perhatikan sekelilingnya , apakah cukup aman dan tidak berisiko membuatnyaterjatuh .
* Kepalanya sudah bergerak-gerak dengan aktif jika ditelungkupkan . Ia pun mulai
bisa bertopang tegak pada kedua lengannya ( dengan ujung -ujung jari kaki
menahan pada alas). Dalam posisi telungkup pun ia mudah untuk bergerak
memutar.
* Ketika dari posisi telentang, kedua tangannya ditarik, kedua lengannya akan melengkung dan kepala bayi menunduk ke depan sehingga dagu menyentuh dada. Ketegangan otot perut dan pangkal paha juga menyebabkan pinggul tertekuk. Bayi pun dapat duduk dengan dibantu .
* Kalau bayi " diberdirikan " dengan memegang kedua ketiaknya , tampak kedua
kaki bayi bisa tegak. Bertumpu pada kedua kaki dengan posisi seimbang bisa dilakukan dalam hitungan 1 -2 detik .

Perkembangan Motorik halus

* Bayi sudah mencoba meraih mainan yang digerak -gerakkan di depan pandangannya atau yang ditaruh di dadanya.
* Telapak tangannya sudah membuka sehingga orangtua bisa memegang kedua tangannya dan membantu si kecil untuk bertepuk tangan .
* Sudah bisa memerhatikan suatu objek yang berjarak.

Perkembangan sosial-emosi

* Bayi mulai memunculkan berbagai suara sebagai ekpresi rasa senang atau tidak senang ketimbang menangis .
* Dapat memberi respons dengan mengoceh atau tersenyum pada orang dewasa yang mengajaknya bercanda .
* Bisa membedakan wajah- wajah yang tersenyum, suara- suara ramah maupun yang menunjukkan amarah . Respons yang diberikan berbeda terhadap apa yang dilihat. Maka itu, seringlah memberikan senyuman serta suara riang gembira pada bayi.
* Dapat menikmati permainan, baik bermain sendiri dengan suatu objek atau
bermain sosial semisal bermain cermin . Ia akan tersenyum ketika melihat bayangannya di cermin.
* Mengulurkan tangan minta digendong ibu atau orang yang sudah dikenalnya.
* Jika ada bayi lain , biasanya ia memberikan respons untuk menarik perhatian.
Seperti dengan menendang-nendangkan kaki, tertawa , main ludah atau melambungkan badannya ke atas-ke bawah.

Perkembangan Kognitif

* Dapat bereksplorasi sensori dengan menggunakan tangan dan mulut . Lantaran itu, ia memasukkan segala sesuatu ke dalam mulut .
* Bisa meraih suatu objek dengan sengaja .
* Seringkali terlihat memainkan tangan , kaki serta jemarinya sambil mengamati
dengan penuh perhatian .
* Mulai memahami air muka dan nada suara orang dan serta dapat memerhatikan dan menafsirkan perilaku orang yang senang , marah, dan lainnya.
Bayi pun akan memberi respons dengan menunjukkan wajah ketakutan, keheranan atau lainnya .


Perkembangan Bahasa

* Bisa berteriak -teriak ketika ditinggal sendirian atau tak ada orang di dekatnya .
* Mengoceh dan menyuarakan suara -suara seperti " aaah" , " ee" , atau "oy" .
* Jika diajak bercanda bisa mengungkapkan rasa senang dan gembiranya dengan
tertawa .
* Mulai memberi respons dengan mendengar dan memerhatikan suara musik yang diperdengarkan , adakalanya dengan mendekut.
* Orangtua bisa mestimulasi dengan memperdengarkan kata-kata yang familiar
(sudah dikenalnya ). Bayi akan mencoba -coba untuk menirukan suara -suara itu .


Ukuran Tubuh

Berat badan sekitar 5 ,3 -7 ,3 kg, panjang badan 59 ,8 -65 ,9 cm , dan lingkar kepala
39-45 cm .

Tumbuh Kembang bayi usia 4 bulan

TUMBUH KEMBANG BAYI BULAN KE-4

MERASAKAN EMOSI



B ersikap ceria di hadapan bayi meskipun Anda sedang kesal pada sesuatu.

Emosi

* Melewati usia 3 bulan reaksi emosi bayi sudah lebih jelas . Jika ada keinginan yang tak terpenuhi , si kecil bisa mengomunikasikannya dengan gerak tubuh , rengekan atau tangisan yang beritmis , serta mimik muka . Adakalanya emosi yang muncul -karena rasa marah dan kecewa - ditampakkan dengan berlebihan seperti berteriak- teriak dan perlu waktu untuk menenangkannya . Orangtua dapat membangun emosi positif dengan berusaha jeli memahami apa kebutuhan bayinya dan harus sering mengajaknya bicara pada setiap kesempatan . Berikan stimulasi setiap berinteraksi dengan anak .

* Bayi sudah bisa merasakan emosi orangtuanya yang sedang sedih , marah, letih dan sebagainya . Umpamanya , saat si kecil berceloteh lantas ibu mengeluarkan suara dengan intonasi tinggi , ia akan diam. Bayi yang memiliki gangguan emosi justru cuek pada apa yang terjadi di sekelilingnya . Kalau ini yang terjadi , sering- seringlah mengajak si kecil bermain, ngobrol , mendongeng, dan lain sebagainya.
Dengan begitu, setidaknya ada rangsangan ke otak si kecil untuk bisa fokus ke satu hal yang tengah dihadapinya .

* Bayi sudah mengenali raut wajah kedua orangtuanya. Maka itu, perlihatkan wajah yang selalu ceria padanya. Hal ini akan memberi pengaruh pada keceriaannya juga. Wajah cemberut dan kesal yang kerap diperlihatkan pada bayi, hanya akan membuatnya juga jadi mudah marah.

Motorik kasar

* Bila ditengkurapkan , bayi dapat mengangkat dada dan menopang dengan kedua tangannya. Terkadang, ia pun menumpu pada kedua kakinya . Otot leher yang semakin kuat, memungkinkan bayi untuk menegakkan kepala dan menggoyangkan kepalanya. Bila otot leher bayi masih terkulai lemas maka perlu dicurigai.

* Bila didudukkan dengan dipangku , kepalanya dapat tegak . Curigai bila kepalanya lemas terjatuh atau menunduk .

* Sudah berguling atau tengkurap-telentang sendiri . Beberapa bayi masih perlu bantuan untuk itu . Ini masih wajar . Saat tubuhnya miring- miring, coba bantu dia membalikkan badannya . Waspadai bila menaruhnya di tempat tidur karena dengan kemampuannya yang baru ini , ia berisiko terjatuh bila tidak diawasi .

* Ketika bayi telungkup , berikan mainan berbunyi di hadapannya agar ia berusaha mengangkat kepala . Ini juga melatih kekuatan otot leher yang diperlukan saat ia belajar duduk nantinya dan untuk belajar meraih mainannya .
Jangan sering menggendongnya , lebih baik taruh bayi di tempat tidurnya agar banyak bereksplorasi.

* Bayi sudah diajar untuk didudukkan . Contoh , dari posisi telentang , kita bisa menarik kedua tangannya perlahan sehingga ia seolah- olah dalam posisi duduk.
Sudah memungkinkan juga untuk memosisikan bayi duduk saat digendong, dipangku atau diletakkan di kereta dorong bayi.

Motorik halus

* Bila diberikan mainan , bayi dapat menggenggam dan memainkannya .
* Dapat meraih benda.
* Memasukkan tangan ke mulut dengan mainan atau benda .
* Bola mata mengikuti arah benda yang digerakkan dihadapannya tanpa diikuti
gerakkan kepala.

Kognitif

* Aktif memerhatikan orang yang ada di dekatnya atau yang mengajaknya bicara atau objek yang berada di dekat /dalam pandangannya. Mulai ada ketertarikan untuk mengamatinya.
* Bermain dengan mainan kerincingan atau memainkan tangan , kaki maupun jari- jari tangan dan kakinya.
* Mencari sumber suara dan mengeskplorasi rasa dengan menggunakan tangan dan mulut .

Bahasa

Respons bayi sudah lebih kompleks . Untuk mengungkapkan perasaan , ia tak hanya mengeluarkan bunyi - bunyian vokal maupun diftong (ai , oi , au), tapi juga dibarengi gerakan anggota tubuh . Misal , saat ia mendengar bunyi , ia akan menggerakkan mata atau tubuhnya mencari sumber suara tadi . Ketika diajak bicara, bayi tampak serius memerhatikan dan mengamati orang yang mengajaknya bicara itu.

Tangisannya pun sudah bervariasi . Ada perbedaan pada tangisan saat lapar, kesal, marah, mengantuk , dan sebagainya . Ia juga sudah bisa menjerit- jerit .
Lantaran itu , orangtua harus peka dengan apa yang tengah dibutuhkan bayi.

Perkembangan psikososial

* Mampu berinteraksi dan berkomunikasi secara beragam. Contoh , ketika diajak bicara, ia memberi respons berupa suara atau tingkah yang memperlihatkan kesenangan maupun ketidaksenangan. Jika ada hal yang menurutnya menyenangkan, ia bisa tersenyum bahkan tergelak tertawa .
* Menyukai permainan yang bersifat sosial atau permainan yang bersenda gurau, seperti main cilukba .
* Kontak mata semakin intens dan bola matanya dapat mengikuti arah pergerakan objek. Secara visual , bayi sudah mengenali orangtuanya.
* Bisa menarik perhatian . Antara lain dengan tertawa keras , menjerit , menghentakkan badan, menendangkan kaki, main ludah dan lainnya .
* Memberi respons dengan menoleh pada suara yang menarik perhatiannya. Ada
keinginannya untuk digendong oleh orang yang mendekatinya.

Ukuran Tubuh

Berat badan antara 4, 7- 6 ,7 kg, panjang badan sekitar 57, 8 -63, 7 cm dan lingkar
kepala antara 38- 44 cm .


Dedeh Kurniasih . Foto: Ferdi/

Monday, August 8, 2011

Tahap Perkembangan Bayi Usia 4-6 bulan

Alhamdulillah, si ganteng udah hampir 4 bulan. Dia juga udah mulai tengkurep sendiri, ngoceh2 sendiri meski kalau ada banyak orang asing dia tetep pake aksi tutp mulut "stay cool"

Perkembangan motoriknya kaki makin kuat nendang, tangan udah mulai bisa pegang2 benda meski sebentar tus jatuh ke mukanya, angkat kepala udah mulai kuat kalau pas mau tengkurep dan guling2 and angkat2 perut kalo mau minta digendong and prepare to guling2... senengnya.......
Sehat selalu ya, nak.


 Kalo yang di bawah ini saya copas dari blog dokterbayi.com, semoga bermanfaat :)

Tahap perkembangan bayi yang paling menyenangkan menurut kebanyakan kaum ibu adalah ketika bayi mereka menginjak usia 4-6 bulan. Sebab pada usia 4-6 bulan, bayi lebih peka dan mulai dapat berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya dibanding usia tiga bulan pertama, contohnya seperti dapat mengoceh, berteriak, berguling-guling, bertepuk tangan, bermain atau memeluk dan lain sebagainya. Selain itu pertumbuhan bayi juga akan mengalami peningkatan yang cukup baik, seperti berat badan, kekuatan otot kaki dan tangan yang mulai bertambah sehingga gerakan bayi lebih terkontrol dan lain sebagainya. Perkembangan dan pertumbuhan bayi pada usia 4-6 bulan yang sangat signifikan, sebaiknya diimbangi dengan tindakan orang tua yang lebih aktif dalam mengajarkan cara-cara awal berinteraksi dan memperkenalkan anak dengan situasi dan kondisi lingkungan. Berikut merupakan tahap-tahap perkembangan bayi usia 4-6 bulan:
• Perkembangan bayi usia 4-6 bulan dari segi emosional dan sosial.
Usia tiga atau empat bulan bayi akan belajar dengan sendirinya untuk mengenal satu persatu orang-orang disekitarnya. Bayi juga dapat melakukan kontak mata atau tersenyum sebagai tanda bahwa dia sedang belajar membaca beberapa ekspresi terutama kepada ibu bayi tersebut. Jadi jangan terkejut ketika Anda berekspresi gelisah dan khawatir, bayi juga akan berekspresi khawatir. Perkembangan bayi pada usia selanjutnya hingga enam bulan dari segi emosional lainnya yakni adanya perasaan aman, sebab bayi dapat merasakan kasih sayang orang-orang disekitarnya. Bayi juga mudah terstimulasi oleh lingkungan, sehingga ketika dia terlalu bergembira maka akan mulai menangis dan perlu ditenangkan.
• Perkembangan bayi dalam kemampuan motorik ketika usia 4-6 bulan.
Seluruh gerak tubuh bayi mulai sedikit terkontrol dengan baik, sebab otot bayi mulai memiliki kekuatan. Biasanya bayi akan mengawali dengan menggenggam sesuatu di tangan kemudian memasukkan ke dalam mulut, menggoyangkan atau lebih sering menendang dengan kaki atau tangan. Selanjutnya bayi akan menggoyangkan perut dan akhirnya dia dapat berguling-guling. Pada usia 4-6 bulan bayi dapat mengangkat kepala ketika terbaring telungkup, bahkan mereka kemungkinan dapat mendorong badan atau menanggung berat pada kaki mereka. Sehingga pada akhirnya pada usia 6 bulan, bayi dapat duduk sendirian, merayap kemudian merangkak. Bayi juga menarik-narik benda di dekatnya atau gerakan menggaruk-garuk tangan.
• Pertumbuhan bayi juga akan semakin meningkat ketika usia 4-6 bulan.
Fungsi indra penglihatan semakin membaik, sehingga bayi dapat membedakan wajah asing atau yang telah akrab dengan dirinya. Kebanyakan bayi juga tertarik dengan benda yang memiliki warna-warna cerah dan bersinar. Pertumbuhan bayi yang lain yakni bayi dapat mengoceh, tertawa, menjerit, menangis. Bayi juga menanggapi dan meniru ekspresi wajah dan suara di sekitarnya, sebagai cara awal bayi mencoba berkomunikasi dengan Anda. Sehingga jangan terkejut ketika bayi mengoceh kemudian berhenti dan menunggu respon Anda. Bayi pada usia 4-6 bulan mulai mengenal namanya dan mulai mengucapkan kata-kata mudah yang sering dikomunikasikan pada bayi, seperti kata “iya”, “mama’, “ini”, dan lain sebagainya